Thursday, May 27, 2010

Banyak Cinta, Anak Lebih Sehat

Semua orang barangkali sepakat jika kasih sayang akan membawa hidup lebih baik lagi. Tidak terkecuali dengan kasih sayang yang kita berikan kepada buah hati tercinta. Tahukah Anda bahwa anak yang dilimpahi sentuhan kasih sayang dari orangtuanya, khususnya ibu, akan tumbuh menjadi anak yang bahagia, cerdas, dan jarang sakit?

Berdasarkan bacaan na di kompas.com mengatakan kalau studi teranyar mengenai hal yang satu ini menunjukkan pengalaman anak di masa kecilnya memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan si anak kelak terutama pada resiko terjadinya peradangan dimana merupakan suatu reaksi imun yang dilakukan tubuh saat diserang penyakit.

Dikatakan bahwa inflamasi yang merupakan suatu hal yang sangat menentukan perjalanan suatu penyakit dan sekarang yang ingin dicarai adalah apa yang menetukan terjadinya peradangan tersebut, hal ini dituturkan oleh ketua peneliti Steven Cole, ahli biologi molekuler dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat. Untuk mengetahui mekasnisme biologi yang terjadi, tim ini mengambil contoh 53 orang dewasa yang dibesarkan dalam lingkungan dengan status sosial ekonomi rendah. Separuh responden mengaku memiliki hubungan yang erat dan manis dengan ibu mereka. Sementara sisanya mengatakan jika hubungannya cukup renggang.

Nah dari kelompok yang memiliki ikatan cukup erat dengan Ibu mereka, ternyata hanya ditemukan sedikit penanda genetik dari peradangan. Penanda genetik ini merupakan molekul yang dapat mengindikasikan bahwa gen itu secara aktif telah menjadi protein, dalam hal ini protein yang berkontribusi pada peradangan. Peradangan ini kadang tidak terlalu diperhatikan. Namun peradangan kronik akan memicu berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, depresi dan kanker.

Dari berbagai literatur menunjukkan kalau ada kaitan antara risiko terjadinya penyakit kronik pada orang dengan status sosial lebih rendah. Maka hasil penelitian yang dilakukan ini menguatkan jika kasih sayang dan ikatan batin dengan Ibu akan membantu anak melewati lingkungan yang penuh tekanan.

Apakah si kecil sudah cukup mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari orang tua atau orang-orang sekitar? Namun kasih sayang ibu nampaknya akan menjadi faktor keberhasilan paling besar bagi anak untuk dapat tumbuh menjadi pribadi yang mengesankan dan juga sehat.

Sunday, May 16, 2010

Broken Home, Cendrung buat emosi anak-anaknya g stabil

Kalau boleh milih, mungkin g ada ya orang yang mau punya keluarga yang broken home. Mungkin g ada enak-enaknya tuw keadaan seperti itu. Tapi kehidupan kadang berkata lain. Orang tua kadang buat ulah, selingkuh lah, atau cari-cari yang lain lah. Ya istilah rumput tetangga lebih hijau mungkin ada benarnya. Sebagai manusia kadang ya g pernah ada puasnya. Udah punya istri cantik barangkali, e liat wanita yang biasa2 ajha, kadang kala juga bisa tergoda. Egois yang dikedepankan

Nah, yang jadi korban siapa?
Sebenarnya kalau kita mau menilik, semuanya akan turut jadi korban.
Mulai yang coba-coba main apa itu juga sebenarnya lama2 akan tersiksa
Istri lebih2, akan merasakan persaan yang amat teramat menyakitkan. g ada wanita mungkin yang senang hati dimadu, meskipun mungkin punya kekurangan dan menyadari itu, tetap sajha persaaan sedich itu ada
Anak-anak juga turut merasakan, g enaknya punya keluarga yang g utuh, walaupun mungkin mereka dijejali harta, kemewahan.
Dan dari liat perilaku temen-temen yang broken home mereka itu emosinya g stabil. mungkin kalo dilihat dari segi usia, bisa dibilang g anak-anak lage. cuman emosinya kayak petasan. kadang g ada angin g ada hujan, mereka meledak-meledak...ntar tiba-tiba datang minta maaf. Aneh memang, tapi na bisa ngertiin keadaan mereka.
Sebabnya kalau menurut na, mereka tanggung sendiri beban2 yang ada, mau berbagi takut ntr temen2nya malah bilang " ih itu kan derta loe", malu juga kadang harus membongkar aib sendiri, makanya mau g mau ditahan-tahan sendri, tapi pada akhrnya kalau g sanggup nahan, ya itu mereka luapkan. kadang pelampiasannya g tepat.
Waluapun pada akhirnya mereka jadi certa sama kita. Tapi kan kadang ada juga individu yang g siap, ya bisa dibayangkan ajha, g ada salah, tiba2 kita dipersalahkan. siapa juga kan g kaget ya...

Sus Gabin



Setiap hari sekarang selalu ngestokin roti gabin, soalnya kalo sudah siaran cuacanya sering g nentu ne, seringnya hujan, jadi perut sering lapar-lapar gitu lah. Jadi kemana-kemana bawa roti gabin, di rumah juga stoknya banyak. Nach kebetulan di kulkas, ada tapai pulak, jadilah keinginan membuat sus gabin itu muncul

Bahan:
Setengah leret roti gabin
Tapai satu bungkus besar
susu kental 3 sendok makan
Ne percobaan pertama, gorengnya agak gosonk, hehehhe


gula pasir 1 sendok makan
Minyak untuk menggoreng

Cara:
Tapai diaduk bersama gula, dan susu kental manis dan gula pasir, sampai bercampur, setelah itu tinggal mengisikan si campuran tapai ke roti gabin, setelah itu dilapisi lagi dengan roti, setelah itu tinggal goreng, gampang ya :)

Kakak n adeq yang ge lucu2nya


Kakak tampangnya sok dewasa ich


Adek baru lahir, blom mandi


Punya ponaan cewe, lucu, pinter, maniez, duw duw duw duw, senangnya hati bundo punya kamu nak...tapi sekarang pun si gantenk udah hadir, Fikri Rizoni..ne anak-anak syukur lah itemnya g mirip ma ayah bundanya, hacks...hacks...hacks...

Tumbuh berkembang jadi anak-anak yang berguna ya anak-anak Bundo, luv banyak-banyak...
Jadi Anak-anak yang sholeh dan sholeha

Saturday, May 8, 2010

Car Free Day

Mantapz ya, g cuma Jakarta sekarang yang punya Car Free Day, di Kota Tercinta Pekanbaru ini juga udah ada Car Free Day.
Udah berjalan beberapa bulan sich programnya, jadi g ngebahas kenapa Car Free Day ada ya.
Nulis ini karna tadi pas diantar siaran, tiba-tiba ajha Ayah bilang gene "Pas Car Free Day ko lah yo Neyna Tacicia" TRANSLATE DONK, hehehehe, artinya, pas car free day ini lah ya, neyna ketinggalan.
Pas realisasi Car Free Day yang pertama, hari minggu tanggalnya lupa yach saia, jadi udahlah car free day, trus ada jalan santai, jadi lah jalan dipo, pattimura tuw g bisa dilalui, yang anehnya lage, ada polisinya disana, tegak2 tapoi g kasih solusi harus kemana kita mengalihkan kendaraan. Jadilah macet sepanjang2nya di Pattimura tuw sampe bundaran. Akhirnya Pengguna jalannya yang pada kreatif2 cari jalan masing2, belok2 gtu kan, cuman karena mang macet bgt, ya na turun donk dari motor, kirain si ayahnya puter trus kita lewat harapan raya, eh dy nya g sadar pulak na udah turun dy langusng ajha tuw cabut, nah saia udah nunggu2 kok si ayah belok nya g balik2, wkwkwkwk. rupanya dy udah sampe radio, dy juga heran, kuk ringan trus kok g turun2 ne anak...(ya jelas g turun, orang anaknya ketinggalan). Yang parahnya si hape pake lowbat pulak, mati d tuw hapeh...
Akhirnya si Ayah balek lage, dan menjemput saia, dah kek orang boddoh saia menunggu di jalan tuw...ich g lage2 d kayak gt

Friday, May 7, 2010

Kukerta Univ.Riau 2007, Desa Pebaun Hilir, Kuantan Singingi


Baru Nyampe di Kantor Kecamatan

Yupz, 2 Juli 2007 Na bersama 9 sahabat2 Na, berangkat menuju satu desa yang sungguh indah, desa Pebaun Hilir.Kebahagiaan ini sudah membuncah jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, tepatnya ketika pembekalan Kukerta, ketemu dengan 9 sahabat baru, Afu Giovani (si teman yang sudah lama juga na kenal, jadi g baru lage, yang ade basiii, wkwkwk), Sardi Manalu, Azmi, Hizra, Alm. Roni Hanaria (sahabat yang sudh mendahului kami), Nora, Mega, Yanti, dan Rini, dan na sendiri. Lengkaplah formasi kami bersepuluh untuk menggalang kekuatan di Desa Pebaun Hilir.

Formasi Lengkap
Dari Atas
Mega, Yanti, Nora, Alm. Oni, Neyna, Rini
Afu, Azmi, Sardi, Hizra

Tidak banyak pertemuan di pembekalan, hanya beberapa kali, namun kami sudah sangat akrab, jauh sebelum kebrangkatan. Ya hari yang dinanti2, 2 Julli 2007 akhirnya datang juga, malam hari na sudah siap packingnya, sudah siap juga dengan bahan2 yang bakal dibawa, maklum harus berpisah 2 bulan dari kota Pekanbaru tercinta. Soalnya setelah di survei ke daerah tersebut, pasarnya cuma ada sekali seminggu disana, jadi ya kudu ada persiapan.

Subuh-subuh bgt na udah bangun, ada perasaan senang + sedich yang susah digambarkanlah pokoknya. Alam pun seakan seduch melepas kami (melebay sikit ya), soalnyab dari subuh gerimis2 ajha. sesuia kesepakatan yang sudah ditetapkan korcam (koordinator kecamatan), kami ngumpulnya di samping Mona Plaza Hotel, deket kampus, karena bus nya nanti akan menjemput disana.
Na lihatlah wajah kesedihan dari Ayah n Ibu melepas anaknya ke desa orang selama 2 bulan, g pernah2nya kan mereka berpisah dari anak bungsunya ini selama itu, yang ada juga pas na seminar ke Malaysia, tiap hari ditelponin, sambil mw nangis trus bilang "jangan lama-lama di sana ya nak". Nah ini harus 2 bulan, oh ayah oh ibu anakmuw ini juga sedich harus berpisah, tapi ini tuntutan studi...

Seperti biasa, sebagai anak perempuan manis yang dijuluki "Anak Ayah", na sllu diantarkan ayah kemanapun na mau, termasuk ke tempat kumpul2 menjelang keberangkatan.

Hua, sesampainya disana, bertebaranlah manusia2 berjaket biru (jaket KKN nya berwarna biru). Ketemuan ma temen satu kelompok, Absen ya, oni ada, nora ada, yanti ada, hizra ada, azmi ada, sardi ada, nina ada, mega ada. Nach ini si Afu sama Rini mana ini, sebentar lage mau berangkat, mana lahaaa orang ne. telpon2 si afu, katanya ge di taxi, rini justru g bisa dihubungi. Alaaaaaaaaaah, kacau ini, g mungkin kan berangkat dengan formasi yang tidak lengkap. Bisa berkurang ne kredibilitas kelompok kan.
Ah, akhirnya nongol juga taksi biru membawa si Afu, hacks hacks, langsung nyerocos ajha tuw si Afu bilang "Sorry woi, papa afu g bisa antarin, jadi pake taksi ha", g lama si Rini juga datenk. Alhamdulillah formasi desa Pebaun Hilir sudah lengkap, saatnya kita merapat ke bus temen2, memasukkan barang2 kita, setelah semua barang masuk ke bus, hayooo kita ngumpul untuk berdoa, semoga perjalanan kita lancar (kelompok lain pada heran tuw liat, mungkin dalam hati mereka akan bilang, napain coba ne orang2, pake acara doa2an gt), heheheh.

Akhirnya kita berangkat menuju Kec Kuantan Mudik dengan 3 bus, Hua, kebetulan satu bus bisa dihuni oleh 2 kelompok, Pebaun Hilir sama busnya dengan Pebaun Hulu, walaaaah terhibur sekali diperjalanan ke Taluk, lucu2, ya siapa lage dalangnya kalau g Afu Giovani dan Oon Kurniadi, melucu ajha kerja orang tuw terus...

Masih ingat banget tuw si Afu melucu dengan kaset vcd nya yang dia bilang mantapz, semua orang sebus itu dah iya pulak lah bilang dan menyangka itu mantapz, sambil penasaran2 gimana kan, eh twnya vcd lagu minang yang ada lagu tanjidin nya, emang mantapz bgt c, lucu, buat perut sakit sepanjang perjalanan."Rangik kagadang-gadangan", okelah terhibur banget dengan lagu yang ditawarkan si Afu.

Sampai di Logas kita istirahat makan dan sholat, trus lanjut lage, Sore jam 3-an kita nyampe di Lubuk Jambi, pi nyari kantor camatnya nyasar2, mpe abang2 tuw ada yang bilangm waduch ne kan udah hampir sampe Bombay, wkwkwk. ada yang tau bombay itu tempat apaan? klo tau diem2 ajha ya, jangan bilang2.

Akhirnya kita sampe di kantor kecamatan, ada pengarahan lage dari pihak kecamatan, tapi udah banyak banget ne, mobil bak yang nungguin, dalam hati sempet berpikiran (waduw, apa bakal diangkut pake mobil ini ya?).Ternyata eh ternyata iya, tuw mobil buat ngangut kite2, soalnya bus cuma mengantarkan sampai kantor camat.
Tapi enaknya kami, kami ke desanya pake Mobil kijangnya Sekdes, yeyeyeyeye. Tapi temen2 yang cowok2 beserta travel2 bag tetep pke mobil dengan bak terbuka.
Sampe di Desa Pebaun Hilir, aduw sempet berpikiran waduw desanya yang mana ini, melewati jalan setapak dengan hamparan kebun karet, duw kalo jalan malem serem juga kan. eh sampai di rumah sekdes, kita udah disambut ne sama perangkat desa, kek penyambutan orang penting gt kita, makanan udah terhidang. Dek makanan lah tahidang, elok lah kito makan dulu, jom lah, wkwkwk.
Abis makan, sholat, trus istihat bentr, sambil berpikir, mau ditempatkan dimana ya. Dah hampir magrib, akhirnya kita diajak untuk ngantarin barang2 kita, karna menurut Papi dan Mami (Sekdes kami itu), malam ini kami tidur di rumahnya saia. Na sama Oni, Sardi, Azmi, ikut bareng mobil yang baknya terbuka itu untuk menyusun barang2 di rumah baru kami selama 2 bulan nanti.
Kesannya pas ngeliat rumah itu? Waw, lumayan ok, rumahnya udah dibersihkan, luas, ada kursi tamunya, berlantai keramik, ada dapur,cuma yang g ada kamar mandi. Tapi g apa, kamar mandi Emak di samping terbuka, jadi kami bisa numpang ke sana, atau Emak yang di sebelah juga pintu rumahnya terbuka lebar 24 jam untuk kami, sukak pokonya dengan penyambutan yang diberikan oleh Desa ini.

Karna rumahnya dah bersih, ya g terlalu lama lah untuk menyusun barang2nya.

Akhirnya siap magrib, kita dah bisa ngumpul di rumah ke dua kita, untuk siap2 lawatan ke rumah ketua pemuda. Sudah diduga, disana juga disambut dengan makanan, makan malam tepatnya. padahal kan sore kita udah makan ya, tapi kata si Bapak harus, wajib, kudu makan, trus kami juga g perlu takut, di desa ini g ada tuw yang namanya racun2, jadi makan ajha, sikat ajha gitu, wkwkwkw. Si Bapak gaul, ibunya juga, anak2nya seumuran2 kita juga, baeq bgt, cantik, namanya Rona.

Hari-hari di sana, ya bener2 untuk pengabdian masyarakat, ikutan juga ngajar na di SMPN 2 Kuantan Mudik, ngajar PPKN, jadi asistennya Bapak Sijon Joni.Ee yang g kalah serunya nuntun pacu jalur...ini ne yang ditunggu2 kalo ke Kuansing kan.

Pokoknya Semua yang ada di Pebaun Hilir, menyenangkan, alamnya, masyarakatnya, pemuda-pemudinya. Bisa ditebak, malam perpisahan jadi ajang tangis-tangisanlah, cuma malam itu yang kuat menahan tangisan ya Mami (bukan dy kuat, dikuat2in sama dy untuk g nangis), wkwkwk, tapi g tahan juga si Mami ketika kami berangkat pulang, baru de nangis, mengeluarkan air mata. Mami mizz u...

Itulah kisah 2 bulan di desa Pebaun Hilir, Kec Kuantan Mudik, yang g pernah bisa dilupain. Akan kami usahakan untuk mengunjungi desa yang mempesona itu setiap tahunnya, minimal ketika ada peryaan pacu jalur.

Thursday, May 6, 2010

Tips Sehat Ala Mbk Naya

Tips Sehat Ala Mbak Naya Ne yach:

*Ibadah
*Positif Thinking
*Senyum Manis :)
*Mandi Minimal 2x sehari
*Sikat gigi minimal 2x sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur)
*Minum air putih minimal 2 Liter (8 gelasan lah), kalo perlu terapi air putih ajha, lebih bagus
*G Makan mie
*Harus makan sayur (klo kata anak mbk naya, sayuuuus, wkwkwk), klo perempuan lebih bagus konsumsi brokoli ya sist (bagus untuk mencegah kanker payudara)
*Konsumsi Aloevera (khususnya yang kenak maag ya), bisa di konsumsi gitu ajha, bisa di just, di milkshake, enak looo
*Olahraga (Kalo mbk naya olahraganya sukaknya Yoga)

Mudah2an, kita bisa senantiasa hidup sehat ya :)

Sumbar...Aich sukak ma alamnya

Makan di kelok-kelok, dari Bukit Tinggi Menuju Rumah Tante di Maninjau, lamak bana, hari dingin-dingin lo

Rider, hehehehe, tapi tanpa sadar masih menjenjeng tempat sabun, wkwkwk

2008 yang lalu punya kesempatan buat jalan-jalan ke Sumbar (Kampuang nan jauah di mato). Agenda utamanya sech Baralek si Kakak sepupu (Kak Ik dan Bang Riza), sekalian lebaran kan tuch. soalnya acaranya beberapa hari setelah lebaran. Mintak izinnya di kantor juga udah jauh-jauh hari, itu pun cuma dapet 1 minggu (tapi Alhamdulillah dikasih libur, hehehe). Tapi ke Sumbar kali ini lain dari biasanya, kalo biasanya naeq travel atau bus gitu, nach yang sekarang naik motor, konvoi2 gitu sama ka2k 2 ipar. Niat perginya sech bareng, tapi karena paginya na harus siaran dulu, jadi si ka2k 2 berangkat duluan paginya, na sama ayah berangkatnya setelah sholat zuhur. Abis siaran singgah dulu ke toko aksesoris motor, mw ganti kaca helm, sama cari sarung tangan gethoo kan, kebetulan tokonya g jauh dari tempat siaran , masih seputaran Gobah juga. Siang tuw ntah kenapa pulak udaranya mendung2 mengundang gitu kan (mengundang hujan maksud na), Alhamdulillah jadinya kan kalo berangkat Siang jadinya g berasa panas bgt.
G lupa, sebelum sampai rumah, singgah dulu di Rumah Makan "Basuo". Kebetulan tuch rumah makan g jauh dari rumah, soalnya dipastikan di rumah g ada makanan apa2, soalnya si Ibu udah duluan berangkat ke Sumbarnya pakai Travel, na pun siaran pagi2 bgt jadi g sempat masak, makan siang nasi kadai se lah, wkwkwk.
Habis Makan (udah pada sholat pastinya kami), langsung siap2, pake Jacket, Sepatu, Sarung tangan, helm, dah mantap bana pokoknya, ya jam 2 lah, akhirnya berangkat juga meninggalkan rumah menuju ke Sumbar, g lupa sebelum berangkat periksa kompor, jendela, pintu, pastikan g ada kucing yang terkurung di dalam rumah, dan pamit ma bude. sedich juga meninggalkan rumah seminggu.
Bismillah...
akhirnya brum...brum...berangkat...
Dasar si ayah yang bawa motor, kencangkan, jadi sholat Ashar udah sampai di Pom bensin sebelum Payakumbuh, sholat dulu,. Abis sholat, si Ibun telpon, katanya udah sampai di rumah nenek Chaha, ntik atuk ma Ante nin, singgah dulu ya di rumah ne2k Cha2, kalo dah sampai Bandrek House, telpon. Baiklah, kami lanjutkan perjalan, g lama langit semakin kelam, gelap, akhirnya sampai di Bandrek House. Gelap, dingin, kabut yang sudah semakin mendekati tanah, jalanan memutih karna kabut, Hawa Sumbarnya udah berasa banget. Karena dipesenin supaya telpon Ibun kalo dah nyampe Bandrek House, ya na telpon Ibun sekalian ibun nunjukin jalan ke rumah ne2k Cha2, pengen nongkrong2 sech sebenarnya di Bandrek House, tapi udah sore, mana jalanan banyak yang putus menuju Sumbar, macet sepanjang2nya. Sore itu emang di Bandrek House rame bgt, soalnya mobil g bisa lanjut (Hah, untung lah kami berangkat pakai sepeda motor), jadi bisa melnjutkan perjalanan, g jauh dari Bandrek House ketemu rumah ne2k Cha2, say "Hay" Ajha, lanjuttt, semakin melanjutkan perjalanan semakin putih jalanan karena kabut, tapi lanjut ajha, jalanan sepi menjelang kelok 9, karna g ada mobil yang lewat, mendekati kelok sembilan, waaaaaaah maceeeet gila, panjang bgt, tapi kan klo pake sepeda motor bisa nyelip sini, nyelip sana, slit, slit, setengahjam-an lah tertahan di kelok sembilan, akhirnya bisa juga bernafas lega, lanjuiiiik...
Semakin mendekati Bukit Tinggi hari semakin gelap, rinai hujan juga mulai turun, Kenak Adzan Magrib di Jalan, tapi sedikit lage sudah akan sampai di tujuan, akhirnya memilih untuk sholat magrib di tempat tujuan ajha.
Akhirnya sampe di desa, melihat hamparan sawah, oh my god, sungguh indah, melewati gang kecil untuk masuk ke rumah angah, sampe rumah langsung Sholat Magrib (uwaaaah, airnya dingin bgt). abis sholat kedinginan lah na cerita nya, mana di jalan juga kenak gerimis2 gitu kan...dingin gilak...wkwkwkwk
Malam pertama di Bukit Tinggi, dihabiskan di rumah angah, sempet juga jalan-jalan ke rumah dha jang, cerito2, ngopi2, habis itu pulang, lalok (alah panek), hari ke dua, jalan ke rumah Makwok, jarak rumah Makwok dengan rumah angah g terlalu jauh, seharian di sana, tidur di sana juga, enyaaak2 enyaaaak, g boleh kerja2 sama Pakwok, katanya masak jauh2 dari Pekanbaru, pas nyampe di rumahnya masih harus nyuci piring, wkwkwk, Pakwokkuw tau ajha, abisnya klo dah di Bukit Tinggi Bawaannya dingin, makan, lalok.
Di rumah Makwok, pada ngumpul hari berikutnya, ada tante aS, Ma2 Iya, Ibun. Nach Baru ne kami bareng go To Maninjau, konvoi2 lah, Sebelum Sampai di kelok2, beli kacang dulu di MATUA (banyak tuw yang jual kacang sepanjang jalan), bukan mau piknik pake kacang2an, tapi kacangnya mau buat makanan monyet yang ada di kelok2 (padahal sikit jhe yang dikasih ke monyet, lebihnya kami makan, wkwkwk). Beli nasi juga g lupa, soalnya kami mau makan di kelok2...
Akhirnya sampai di kelok 23(klo g salah ya), makan, paruik udah mulai litak soalnya kan, hehehe, weee, lamaknyow makan di udaro dingin tuw, sambil melihat Danau Maninjau yang terhampar luas.
Habis makan harus buru2 tancap gas, soalnya hari mau ujan. Oh Maninjau sudah lama na tidak menginjakkan kaki di daerah ini, indah, bersih. Beberapa meter sebelum sampai di tempat tante, ujaaan, tapi untungnya cepet sampai...
Tanteeee, Pakngah, kami kehujanan....
Udah bahagia2, pas baru nyampe di TKP, ayah dapet telpon dari temennya di Pdang mengabarkan kalo anak temennya meninggal (Innalilahi wa inna ilahi rajiun), padahal meng udah niat mw jenguk ke padang...
Baru nyampe di tempet tante, langusng ikut acara makan basamo di rumah nenek(si ka2k kan sama calonnya makan bareng, jadi yang gadis dan bujang2 pada ikut). Saia kan gadis, jadi dipaksa ikut, padahal kan mereka perginya pake baju kurung, nah kami g ganti2 baju, tetep ajha ikut, pake baju anak motor bgt...
Aih, baru aku tau calon k2k kuw tuw yang mana, ooo yang ganteng itu, wkwkwkw( maklumlah pas tunangan , saia g ikut ke Maninjau).
Di Maninjau, pool2an acara dah, mulai dari akad nikah, baralek kampuang, baralek umum, baralek hari ketigo, ooo panek, tapi menyenangkan. (Banyak bgt kan hari baraleknya, maklum si Pakngah, punya jabatan gitu di sana).

Lepas baralek, langsung go to Padang, g pernah2nya ke Padang, hacks hacks hacks, modal nekad ajha sama ayah, satu informasi yang kami kantongi mengenai rumah temen si Ayah, deket dengan SPN Padang, itu ajha, lebihnya kami g tw, sampe nyasar hampir ke Teluk Bayur, wkwkwk.
Pergi ke rumah duka, berduka duka, Jam 3 an, kembali ke Maninjau, niatnya mw langsung pulang ke PKU, tapi hari ujan, ujung2nya g dibolehin pulang sama pakngah, di tahan, indak buliah pulang, lalok ditampek pakngah lai malam ko, itu kata si Pakngah. Dimaninjau juga sempet jalan2 lah, ke rumah Pakwo Anis, tetangga dulu waktu di rumah lama.
Paginya, udah semangt, soalnya Pku Udah terbayang2 di Mata, udah kebayang malamnya bakal tidur di kasur kesayangan kan, habis sarapan baru lah berangkat, ya kira2 jam 8-an, trus sampai Bukit Tinggi bukannya langsung pulang, padahal jam 2 siang harus siaran ne, malah ke jam gadang, bafoto2, wkwkwk, cari oleh 2, di Mintuo, baru pulaaaaang...pulang, nyampe Rumah langsung makan, sholat langsung siaran, telinga na masih bunyi, nguiiink2 gitu,lelah tapi sekali lagi menyenangkan :)
West Sumatra memang Indah sekali

Wednesday, May 5, 2010

Goreng Tahu Hati Balado

Ngecek-Ngecek Kulkas, eeeh ada stock Tahu and Hati ayam, jadi diputuskan untuk masak itu ajha d.

Bahan-Bahan:
5 buah Tahu petak
sepasang Hati + Ampela
15 buah Cabe Merah
4 buah Bawang Merah
1 buah Bawang Putih
1 buah Tomat
Garam
Gula (secukupnya, pengganti penyedap)

Bumbu yang dihaluskan:
1 ruas jari Kunyit
1 buah Bawang Putih
Garam (secukupnya)

Cara membuat:
Hati+Ampela, dan tahu dicampur dengan bumbu yang dihaluskan, didiamkan sebentar (supaya bumbu meresap) setelah itu digoreng

Setelah mateng, tinggal membuat ladonya:
Cabe, bawang merah, bawang putih, garam di ulek, tomatnya di iris halus,
setelah diulek, tinggal digoreng bersama tomat yang sudah diiris halus, setelah ladonya mateng tinggal di campur dengan tahu dan juga hati+ampela