Sunday, May 16, 2010

Broken Home, Cendrung buat emosi anak-anaknya g stabil

Kalau boleh milih, mungkin g ada ya orang yang mau punya keluarga yang broken home. Mungkin g ada enak-enaknya tuw keadaan seperti itu. Tapi kehidupan kadang berkata lain. Orang tua kadang buat ulah, selingkuh lah, atau cari-cari yang lain lah. Ya istilah rumput tetangga lebih hijau mungkin ada benarnya. Sebagai manusia kadang ya g pernah ada puasnya. Udah punya istri cantik barangkali, e liat wanita yang biasa2 ajha, kadang kala juga bisa tergoda. Egois yang dikedepankan

Nah, yang jadi korban siapa?
Sebenarnya kalau kita mau menilik, semuanya akan turut jadi korban.
Mulai yang coba-coba main apa itu juga sebenarnya lama2 akan tersiksa
Istri lebih2, akan merasakan persaan yang amat teramat menyakitkan. g ada wanita mungkin yang senang hati dimadu, meskipun mungkin punya kekurangan dan menyadari itu, tetap sajha persaaan sedich itu ada
Anak-anak juga turut merasakan, g enaknya punya keluarga yang g utuh, walaupun mungkin mereka dijejali harta, kemewahan.
Dan dari liat perilaku temen-temen yang broken home mereka itu emosinya g stabil. mungkin kalo dilihat dari segi usia, bisa dibilang g anak-anak lage. cuman emosinya kayak petasan. kadang g ada angin g ada hujan, mereka meledak-meledak...ntar tiba-tiba datang minta maaf. Aneh memang, tapi na bisa ngertiin keadaan mereka.
Sebabnya kalau menurut na, mereka tanggung sendiri beban2 yang ada, mau berbagi takut ntr temen2nya malah bilang " ih itu kan derta loe", malu juga kadang harus membongkar aib sendiri, makanya mau g mau ditahan-tahan sendri, tapi pada akhrnya kalau g sanggup nahan, ya itu mereka luapkan. kadang pelampiasannya g tepat.
Waluapun pada akhirnya mereka jadi certa sama kita. Tapi kan kadang ada juga individu yang g siap, ya bisa dibayangkan ajha, g ada salah, tiba2 kita dipersalahkan. siapa juga kan g kaget ya...