Tuesday, June 29, 2010

KTP Oh KTP

Untuk pertama kalinya, di 15 Juni 2010, KTP na berpulang ke yang empunya. Karena tepat tanggal segitu KTP na wafat, dan harus diperpanjang. Sebelum wafat, na sudah sibuk, tanya sana sini, searching sana sini, apa saja syarat perpanjangan KTP, maklum pemula (wkwkwkw). Dengan wajah semu merona penuh malu, ternyata saia juga masih belia ya (toenk wenk wenk, muda belia dari Hongkong).

Dari hasil searching-searching dapatlah syaratnya:
*Surat pengantar dari RT/RW
*Kartu Keluarga
*KTP yang sudah habis masa berlakunya
*Pas Poto 3x4=3 Lembar

Hingga hari eksekusi itu datang, rencana nya seninnya tgl 21 mau mengurus perpanjangan, karena dari masa wafatnya si KTP hingga jumat, selalu saja dihadapkan dengan jadwal siaran pagi, jadi lah belum bisa diurus.

Syarat udah siap, formulir udah diisi, tapi, minggu malam dapat berita duka, kalau istri abang sepupu, berpulang ke rahmatullah akibat sakit yang dideritanya. Rencana yang sudah disusun terpaksa batal, dan akan dieksekusi esok harinya, tapi kan besok nya meski masuk pagi. Terpaksa na ambil keputusan untuk cuti dari dunia siaran satu hari.

Pagi-pagi banget udah dibangunin dan diingatkan untuk mengurus KTP ke kantor camat. Jam 8 kurang udah berangkat ke kantor camat (jangan kira urusan di kantor camat semudah ngurus di kantor lurah). Fiuh, kebetulan waktu mengurus itu waktunya kurang tepat, bapak yang bertugas sedang ada apel di kantor walikota (persiapan Ultah Pekanbaru), hingga jam 10 lebih, si bapak belum ada di mejanya. Akhirnya hampir jam 10.30 Si bapak ganteng standby, karena datangnya sudah dari pagi, berkas sudah kami tumpuk ajha di meja bapak, jadinya g perlu nunggu terlalu lama, akhirnya giliran na datang juga. Setelah dicek dan ricek oleh si bapak, maka na disuruh bayar dan berfoto,. Ternyata antri g hanya diluar, mau bayar pun antri, sebenarnya orang yang antri ngak banyak, tapi yang g antri pun dilayani.

Setelah bayar, berfoto, trus minta surat keterangan sementara bahwa KTP nya sedang diurus, karena dalam kwitansi pembayarannya, KTP dan KK nya siap tanggal 13 Juli. Sementara na harus ikut ujian tanggal 10 Juli, dan syaratnya harus menunjukkan KTP asli. Duw Minta surat keterangan itu ajha dikenakan biaya 5rb, sementara legesnya 2500, pas kami tanyakan disini kan tertulis 2500 Bu, iya lebihnya duit buat beli kertas (hah, mang iya ya?)

Karena Kartu Keluarga na masih yang lama, berwarna kuning, jadi harus diganti ke Kartu Keluarga yang komputer, jadi agak lama, ya hingga 13 Juli nanti, terpaksa na hanya mengantongi surat keterangan pengurusan KTP dan kwitansi KTP dan KK ajha

Monday, June 28, 2010

Selagi Ada Kemauan dan Kerja Keras Pasti Ada Hasil

Masril, Pendekar dari Agam
Selasa, 29 Juni 2010 | 09:19 WIB
KOMPAS/INGKI RINALDI
Masril Koto.

Oleh Ingki Rinaldi

KOMPAS.com - Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama sejumlah rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.

LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.

Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.

Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”. Ketika ditemui Kamis (3/6) malam di Kota Padang, ia baru tiba dari Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh. Lalu, Jumat subuh ia berangkat menuju Kabupaten Solok.

Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.

”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam melihat LKMA,” kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.

Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.

Sekolah lapangan

Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Sebagai petani, ia menanam padi serta membudidayakan jagung dan ubi jalar. Waktu itu ia ingin beralih menjadi petambak lele. Sampai suatu hari, ia bertemu seniman-petani Rumzi Sutan yang mendendangkannya lagu tentang cita-cita kemandirian petani.

Sejak itulah Masril bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (SL) petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Di sekolah lapangan itu, ia tersadar bahwa persoalan utama petani adalah permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan industri perbankan. Maka, tercetus ide untuk membuat bank petani, demi memenuhi kebutuhan mereka.

Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya.

Di benak para petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi. Jadilah ide Masril tak bersambut. ”Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya,” ujar anak pertama dari delapan bersaudara ini.

Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp 600.000. Mereka menemui para mantan pegawai bank, dinas terkait, dan mendatangi bank-bank umum.

”Saya ke (Kota) Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat bank, bisakah diberi pelatihan,” cerita Masril, yang dijawab para bankir itu, ”tak mungkin”.

Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Saat itu sisa dana pencarian informasi Rp 150.000, masih dipotong uang bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas Rp 40.000 gara-gara salah membaca rambu lalu lintas.

Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank Indonesia itu, Masril diberi tahu bahwa dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk modal kelompok tani.

”Saya bilang, kami ingin modal itu untuk membuat bank. Saya tanya caranya,” kata Masril, yang diyakinkan bisa mendirikan LKMA. Sejak itu dia rajin membaca buah pikiran Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Prof Mubyarto.

Saham

Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp 100.000 per lembar kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. Mereka lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.

”Waktu itu ada LKMA di Kabupaten Pasaman yang sudah berdiri. Sewaktu kami mau belajar, ternyata harus membayar. Jadilah kami belajar langsung dari ahlinya,” kata Masril yang tak memungut uang jasa setiap kali berbagi pengalaman tentang LKMA.

Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor untuk pengojek, dan tabungan pendidikan anak.

Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia tercenung mendengar cerita Masril. ”Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan itu. Setelah itu, pemerintah meluncurkan program PUAP.

Perjuangan Masril bukan tanpa hambatan. Berbagai cibiran pun datang, juga dari keluarga. ”Kepada istri saya katakan, jika kita ikhlas mengerjakan sesuatu, Insya Allah ada balasannya,” kata Masril.

Hal itu terbukti. Tahun 2008 ia dikontrak perusahaan Jepang dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan. Kini, ia menjadi konsultan perusahaan Belanda bergaji Rp 3,5 juta sebulan.

Masril bertahan memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus dieksploitasi, terutama saat menjelang pemilihan umum. Kini, ia menyiapkan pembentukan lembaga bernama Lumbung Pangan Rakyat. Targetnya, mengganti peran Bulog yang tak bertugas menurut fungsi yang diamanatkan.

”Lumbung Pangan Rakyat sudah saya uji coba, tetapi masih memerlukan penyempurnaan. Tunggu saja, petani sudah punya kelompok tani sebagai ’perusahaan’, LKMA sebagai ’bank’, dan Lumbung Pangan Rakyat sebagai ’Bulog’-nya,” kata Masril bersemangat.


***liat-liat kompas.com, baca kisah yang sangat inspiratif sekali

Pak Masril, benar-benar menikmati hidupnya, memberdayakan apa yang ada, canggih si bapak sudah bisa membawa pencerahan untuk banyak orang, jujur na malu dengan si Bapak ini. Es-De ajha ngak tamat, tapi dia lebih bisa mengapresiasikan apa yang dia punya.

O tuhan, na yang Sarjana, dan sempat menyandang gelar pemuncak 3 fakultas, belum bisa seperti si bapak. Malu sekaligus tertantang, untuk buat yang lebih baik lagi ke depannya. Membuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Ngak guna (eh guna sikit) kalo hanya buat sesuatu yang hanya bermanfaat untuk diri na. Semoga kedepan kisah na, juga bisa jadi inspirasi untuk orang banyak, seperti Pak Masri :)

Saturday, June 26, 2010

Siapa Bilang Film Indonesia Ngak Mutu

Sedich rasanya ketika mendengar pernyataan dari temen "Hah film Indonesia? g ada bagus-bagusnya". Ya Tuhan, masa sech hasil karya temen-temen ngak ada penghargaan sedikitpun dari si temen saia ini. Antipati dia dengan film Indonesia. Malah sedikit mencibir saia yang suka mengkoleksi film Indonesia. "Apa bagusnya film Indonesia?". Buat na film Indonesia sangat bagus, syarat akan nilai-nilai sosial, kecuali film horornya ya (pendapat pribadi). Kalau film horor, na sich juga ngak minat nontonnya (hehehehe).

Film dilahirkan sebagai tontonan umum pada awal tahun 1990-an, karena semata-mata menjadi alternatif dunia bisnis besar jasa hiburan. Namun seiring perkembangan zaman, paradigma ini berkembang, apresiasi seni menjadi salah satu tujuan pembuatan film.

Di tahun 2000-an perkembangan ini semakin nyata, diawali dengan film Petualangan Sherina dengan drama musikalnya, dilajutkan tahun 2001 dengan film Pasir Berbisik, di tahun 2002 dengan film Ada Apa Dengan Cinta. Semakin ke atas, semakin dahsyat perkembangan film Indonesia.

Film-film Indonesia, semakin menajamkan kukunya, sebut saja film 30 Hari Mencari Cinta, Love, Berbagi Suami, Mereka Bilang Saya Monyet, Opera Jawa, Jermal dan lainnya. Semua film yang dihadirkan punya taste yang berbeda, namun semakin ke depan film Indonesia semakin syarat akan nilai-nilai sosial, sebut saja film yang baru hadir "Tanah Air Beta", "Minggu Pagi Di Victoria Park". Tidak hanya menarik dari segi cerita, akting pemain juga all out, belum lage, efek yang dihadirkan juga cihuy maruhuy. Intinya team untuk film-film yang dhadirkan sudah paten-paten lah.

Saatnya film Indonesia bangkit, mudah-mudahan temen-temen movie maker semakin keren karyanya, dan masyarakat Indonesia juga semakin mencintai karya anak-anak bangsa. Semoga

Friday, June 25, 2010

Konversi, Konversi, Mungkinkah akan menjadi Kontroversi

Sejak tahun 2008 yang lalu pemerintah meluncurkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas.
Waw, kedengarannya menarik, mengingat semakin berkurangnya pasokan minyak tanah. Selain itu menggunakan gas, bisa menghemat waktu, dan tentunya menghemat biaya. Yang penting juga kalau menggunakan gas, masak jadi mudah, nggak perlu khawatir, hidung bakalan item-item, kenak asap.
Tapi prakteknya apa sesimple itu?

Kita coba liat ya, peluncurannya bertahap, semua masyarakat dirubahlah pola memasaknya yang tadinya pake minyak tanah sekarang pake gas...pendataan, pembagian minyak tanah...namun entah dimana salahnya pada tahap pertama tidak semua masyarakat (RTS) yang kebagian kompor gas, ada yang dapet 2 (yang dapet dua, ya cengengesan ajha, yang ngak dapet, ngerajuk, eh ngak dink, ngomel lah minimal ya?).
Setelah banyak RTS yang beralih ke penggunaan gas apa yang terjadi? terdengarlah berita, gas 3kg meledak, aw aw, ngak satu dua berita yang semacam itu, sehingga buat yang lain takut jadinya pake. Sampe si tante, si kakak, pada telpon minta dijemput gas dan tabung yang mereka dapet. Katanya takut makenya, takut juga nyimpen di rumah ntar meledak (hahaha, bisa gitu g dipakek meledak). Ya dimaklumi sech kekhawatiran mereka, soalnya mereka tinggal di kawasan padat penduduk, yang rata-rata rumah penduduknya terbuat dari papan, kalau sempat kejadian satu yang meledak, habis semuanya.

Kalo urusan ngisi ulang (haiyah, kayak kartu ponsel ajha diisi ulang pulsa)...klo isi ulang gasnya mudah-mudahan nggak ada kendala. Cuma yang meledak-meledak itu jadi takut, sumpah beneran, na sendiri ngalamin ke khawatiran itu, padahal di rumah ngak setahun dua tahun ini pake gas, tapi sejak program konversi ini, jadi takut dank kalo mau nyalain kompor, nyali menciut. (ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiut, jadi kecil).

Lalu apa ya yang buat tabung gas itu meledak? mungkin saja karena kurang tahu penggunaan gas yang baik dan benar kali ya. Gencarlah diiklankan penggunaan tabung gas yang baik dan benar.
Tapi na bahas juga lah sikit tentang tabung gas, hasil baca sana-sini (sama-sama balajar nyow kita)
Nah ini dia ciri-ciri tabung gas yang aman:
Saat membeli:
  • Pilih tabung gas yang mempunyai kondisi baik (yang bagus, g penyot-penyot, lasnya bagus, ngak berkarat, ngak tergores dan ngak ada tonjolan-tonjolan (kalau di kitanya, ngak ada memar-memarnya)
  • Pilih tabung yang berlogo SNI
  • Cek segel plastiknya masih bagus ndak, kalo masih beli, kalo ndak, cari yang lain, kalo semuanya segelnya ndak bagus, beli ke pangkalan ato toko lain ajalah
  • Kalau segel plastiknya dilepas pastikan karet pengamannya masih ada dan masih elastis, tidak koyak, tidak longgar, tidak aus
Saat menggunakan:
  • Tempatkan si tabung pada ruangan yang mempunyai ventilasi baik
  • Pastikan regulatornya terpasang dengan baik, dengan posisi kenop regulator mengarah ke bawah
  • Pastikan selangnya terpasang dengan baik, tidak tertekuk atau tertindih, trus cek juga kondisi selang bagus atau ngak, soalnya kadang ada tikus yang iseng gigitin selang
  • Nah saat tabung lama masih di rumah pastikan di dekatnya ngak ada sumber api, karena mungkin masih ada sisa gas
Saat terjadi kebocoran:
  • Segera lepas regulator, dan bawa tabung ke tempat terbuka
  • Buka semua ventilasi udara selebar-lebarnya sampai bau gas hilang
  • Jangan menghidupkan sumber api, peralatan listrik dan peralatan lain yang dapat menimbulkan percikan api
  • Periksa sumber kebocoran, dengan mencelupkan tabung pada bak yang berisi air
Nah, kalau cara penggunaan, dan antisipasinya sudah benar kalau terjadi juga kasus ledakan, itu dah takdir lah...
tapi tenang kalau sudah seperti ini keadaannya, ada asuransi dari Pertamina.
  1. Korban tewas, ata cacat tetap akan mendapat santunan Rp. 50 Juta
  2. Korban rawat jalan, akan mendapat santunan Rp. 25 Juta
  3. Asuransi juga berlaku bagi korban kebakaran akibat ledakan tabung gas

Karir Itu Tantangan

Sebenarnya nulis ini sekaligus buat nampar diri sendiri. Habis gimana bisa pake acara sedikit bosan dengan kerjaan. Ngedeplak (lebam-lebam pipi kanan kiri). Ya rasanya ritme kerja gitu-gitu ajha, kadang berasa ****** (sensor ajha lah). Barangkali karna selama ini ngejalani kerja semata-mata karna kewajiban, sempat sich menikmati, tapi g lama . Down lage...Huh payah ne si Neyna (ntah penyakit apa sekarang ne yang menyerang sehingga kerjaan berasa g ada tantangannya). Sangat rindu rasanya dengan kegiatan kuliah yang seabrek, ngurusin acara ini itu, yang paling dikangenin, dipercaya. Kadang ngerasa gimana gitu ya, untuk hal kecil kadang g dipercaya, padahal di luar untuk hal besar kita dipercaya. Huhhhhh, sudahlah...

G tau kenapa malam ne pengen banget ngubek-ngubek majalah chic yang udah lama-lama, ee ketemu tulisan about Steny Agustaf Rachman. Hehehe, mas Steny ne satu profesi dengan daku, tapi mas Steny dah senior banget hah...Kalau menurut mas Steny berkarier itu seksi. Oh Really???
Hahaha, ini ne jadi penyemangat na, mau yang seksi juga na...Tapi na harus semangat lage, (hayuuuk semangat datanglah padaku, kan kuberi kow piscok sebuah)...

Dia Perekam Handal

Dia laksana kaset kosong
Dia laksana kertas putih




Dia perekam handal yang na maksudkan.

Usianya 2,5 tahun. Na bukan psikolog, tapi na yakin, anak seusia itu semuanya adalah perekam yang handal. Apapun perkataan kita, apapun perbuatan kita yang kita lontarkan dan lakukan di depan dia, dia bisa ikuti.

Kalau kata-kata kita baik dan perbuatan kita baik, maka dia akan tumbuh jadi anak yang baik. Kalau kita santun, dia pun akan tumbuh jadi anak yang santun. Jangan kira sebagai orang tua kita berhak perintah-perintah dia, kalau kita lakukan itu dia akan tumbuh jadi anak yang suka perintah-perintah juga.

Sempat menyesal dalam hati na, ketika na pernah bilang ke dya, kalau fotonya yang na print grayscale itu "hantu". Eee pas dia masuk kamar, bilang itu foto hantu, sempat bersitegang sama dya bilang "bukan hantu itu, kakak itu". Eee dya malah bilang "ndak dow, hantu tuw"...Omg, barulah na tersadar kalau yang bilang itu hantu pertama kali ke dya kan na. Otak nya langsung merekam kalau itu "hantu". Maafin bundo ya nak. Janji g buat lagi, sueeer d :)

Rada sebel na, kadang pergaulan nya g terkontrol seratus persen, jadi lah dia kadang-kadang mendengarkan kata-kata yang g bagus. Kaget, heran, campur shoc pas lihat iklan di televisi yang ada kata-kata " Aku pintar", eee dy malah bilang "aku kongak, red bongak". Ya Allah, dari siapa dia dapat kata-kata bongak itu.
Semua yang na lakuin, dia udah bisa lakuin, lebih-lebih kegiatan di dapur. Karena kalau na kerja, na g pernah ngelarang dia ngerecokin, karena na tau dia juga mau belajar, asal g bahaya buat dia ajha na bolehin.

Bermain komputer pun dia udah pandai, bermain handphone, ngutak-ngatik televisi. Semuanya yang kita lakukan dia pun ingin melakukannya. Bibir mungilnya selalu bilang "Cobak Ndo". Gimana tega na menolaknya. Buat na selagi ngak ngebahayain buat dia, hajaaaar ajha.

Karena kalau dilarang pun, pasti dia kan ribut. " Kakak mau cuci piling, kakak mau macak ndo, goyeng-goyeng, buat mi2 ya, mana piling"...

Mulai sekarang na akan hati-hati kalau berkata ke dia, karena si perekam handal itu akan merekam apa yang na bilang.

Friday, June 18, 2010

Tumis Kangkung Padeh

sabana Padeh, Ondeee Mandeee

Jihaaaa, padeh (red.pedas). Orang di rumah sukanya kalo masak tuw pedas-pedas (Minang bana), jadi ya buat Tumis Kangkung Padeh yuuuk

Tumis Kngkung Padeh
Bahan:
Kangkung air 1 ikat
Ikan teri setengah ons yang sudah dibelah-belah
Cabe rawit 15 Buah
Bawang merah 2 buah
Bawang putih 1 siung
garam secukupnya
gula sedikit (pengganti penyedap)
eee...terasi juga pake dikit (yang sukak terasi), dibakar dulu sikit

Cara membuat:
Giling cabe, bawang merah, bawang putih, garam, setelah itu tumis
masukkan terasi, kangkung, dan teri, tinggal dicicipin, kalau garamnya masih kurang tinggal tambah, tambahkan gula sedikit. Tinggal masak sampai sayur nya mateng

Lumpia Isi Sayur


Karena dimasukkan kulkas, kulit lumpianya jadi tidak patuh pas digulung

Yuhuuuuuuuuu, musim mengemil telah tiba, saatnya rajin-rajin lage buat cemilan. Salah satu cemilan sehat ya Lumpia Isi Sayur. Kebetulan si kakak juga sangat suka sayur (kalau makan g pake sayur, pasti dech ribut, pakai sayus ndo, sayus nya mana ndo???)

Nah, yuuuk kita ke dapur dulu

Bahan-bahan:
20 Buah kulit lumpia (biasanya beli yang udah jadi, maklum pemaleh sikit)
Putih telur untuk merekatkan telur
Minyak goreng

Bahan isi:
15 Batang Buncis, dipotong-potong kecil
2 Buah Wortel, dirajang-rajang ajha
2 Buah kentang, di rajang juga
Hati Ampela sepasang, dipotong kecil-kecil
Udang halus, sedikit saja
Telur 1 butir
Garam secukupnya
Saus Tiram secukupnya
Cabe satu sendok makan yang udah digiling (kalau kurang pedes, tambahan merica bubuk ajha)
Bawang merah 3 Buah diiris
Bawang putih satu siung diiris
Peterseli secukupnya (untuk wangi-wangiin ajha)

Cara membuat:
Masak bahan isi:
Tumis Bawang merah, bawang putih, peterseli, sampai wangi, masukkan buncis, wortel, kentang, hati ampela, udang halus, sampai layu, kalau sudah hampir empuk, masukkan saus tiram dan aduk kembali, terakhir tinggal masukkan telur dan aduk.
Langkah selanjutnya tinggal mengisikan si isi ke kulit lumpia
Masukkan satu sendok isi, lalu bungkus, selanjutnya tinggal digoreng, sampai kulit lumpia kering

Thursday, June 17, 2010

Telur Dadar Nasi

Judulnya agak aneh ya, tapi g apa2 lah, secara ne sering na buat, jadi di post ajha, karena buatnya juga gampang kok.



Telur Dadar Nasi
Bahan:
2 Buah Telur ayam
3 Buah cabe Merah
2 Batang daun bawang (bawang perai, tapi beli, hehehe)
3 Batang daun sup / peterseli (na suka banyak sich)
1 Mangkuk kecil nasi panas
Garam secukupnya
Penyedap secukupnya (kalau mau pake penyedap)

Cara membuat:
Daun bawang, peterseli di iris
Giling cabe, dan nasi panas,
Di dalam wadah tambahkan irisan daun bawang dan peterseli, garam, penyedap, nasi giling dan cabe, telur, aduk hingga semua bumbu tercampur, terakhir goreng

Tuesday, June 15, 2010

15 Juni 2010


Ihiiii, tiup lilin Bersama si sayank


Sama senyumnya dengan adek With Ibun



Potong Kuenya Makan kuenya



With Bun Suok-suok an jo mama ia



With Mama Ia With my aunty


Bg Wen, na, mama Ia Bg wen mau yoga dulu, biar kuyus



No comment Huhah, padeh


Makan oy Dek yaya n Ibun


Ini dia kue nya Masih berbungkus



Io Yoga juga ach Satay ayam ala chef bundo



Bg Wen says 'Kue spesial buat nte Nin My puna



Foto ciek lu Dapet kiriman kue dari mbak adel (thx u mbk adel)



Kegiatan bakar satay (hayuuuuk yg semangt ya)



Brownies untuk temen2 kantur

Kebahagiaaan, yang full bgt di 15 Juni 2010, meskipun sudah menginjakkan kaki di usia-24...

Terima banyak sekali doa dari teman-teman
*Wish u all the best
*Panjang Umur
*Sukses karier
*Sehat selalu
*Cepet nikah (hehehe, ne yang agak mantapz doanya, sampe ponaan yang masih kelas 4 se de pon, wish ini ke tante nya yang manies ini)

Spesial Thanx To:
*Allah yang masih kasih nikmat, kehidupan, kesehatan, dan nikmat lainnya yang tidak terhingga
*My Family (Ayah, Ibu, Abg, K2k Ipar , punaan2 ofie dan Fikry), Tante2, K2k 2 dan abg2 spupu, ponaan muanya
*Temen2 kantor
*Teman2 Ef be

Thursday, June 3, 2010

Piscok




G tau entah sejak kapan, piscok jadi makanan kegemaran. Sebenarnya semua makanan yang dari pisang na demen banget...
Mulai dari Lapek pisang, sampai pizza pisang, mmm yummy...
Manis, legit, apa lage ya kata untuk menggambarkan pisang ini...pokoknya mantapz dah...

Kalo ada acara-acara mama iya selalu buat piscok, jadi semakin demen ne...tapi belom pernah buat sendiri, sampai lah pada bulan kemarin untuk pertama kalinya buat piscok sendiri...soalnya kalo kemarin-kemarin yang jadi masalah kulit lumpianya kan? nah sekarang udah tau tempat belinya (habisnya mau buat sndiri, malas nya itu g ketulungan, hahaha, dasar na masih ada malasnya)...Oh iya, untuk yang di Pekanbaru yang masih bingung cari kulit lumpia dimana, cari ajha di deket simpang Arengka ya, jalan apa tuw ya. pokoknya deket Adisucipto lah, depan gang Asrama (seberangnya gang asrama).

Ne yang mau buat piscoknya, resepnya gampang kok, buatnya juga gampang

Bahan-Bahan:
Kulit lumpia
Cokelat Bubuk+Gula pasir (soalnya kalo cokelat ajha agak pahit)(Kalo lage kehabisan stok cokelat, pake meises ajha juga bisa)
Pisang (belah dua)
Putih telur untuk merekatkan kulit

Cara Membuat:
Ambil selembar kulit lumpia, taruh potongan pisang, trus pisangnya ditaburin dgn cokelat bubuk atau meisses (secukupnya ajhalah) trus tinggal digulung, sliup slip jadi d. Tinggal digoreng sampai kulitnya garing/kering

(Bahan-bahannya ditakar sendiri ajha)

Tuesday, June 1, 2010

Abstrak UKM-UNRI Ke-4 Na

EFFECTIVENESS OF FERMENTED PLANT EXTRACT ON THE GROWTH AND VITAMIN C CONTENT OF LETTUCE (Lactuca sativa)

Nina1, Christine Jose2

1Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: na_gits@yahoo.com
2Jurusan Kimia, FMIPA UNRI, Pekanbaru, Riau, Sumatera, Indonesia
Email: chrisjos2001@yahoo.com
Kampus Bina Widya, KM 12,5 Panam 28293

ABSTRACT

The natural agriculture system was applied by using organic fertiliser (bokashi), and empty fruit bunch of Elaeis guineensis Jacq as mulch (TKS) that has fermented with Effective Microorganism (EM). The aim of this research is to determine the effectiveness of three formulations of Fermented Plant Extract in increasing the growth of L. sativa, control of the pest and the content of vitamin C. A completely randomized block design was used with 4 treatments: (1) FPE Ocimum sanctum Linn, (2) FPE Marigold lemon Drop, (3) FPE Tinospora crispa (L) Miers, (4) without FPE. Each treatment was replicated 3 times and each treatment concist of 32 crops. The results showed that: the height of the crops ranged from 13,66 cm – 16,67 cm, fresh weight ranged from 20,53 g – 42, 89 g, width of the leaves ranged from 8,56 cm – 12,38 cm, the number of leaves ranged from 8 – 12,33 piece, intruder organism attack ranged from 7,34 % - 1,48 %. FPE Marygold lemon Drop most effective in increasing the height of the crop, fresh weight, width of the leaves, the number of leaves, and reduced intruder organism attack. The content of vitamin C ranged from 52,79 mg/100 g – 78,62 mg/100 g. The content of the heighest vitamin C was received from the treatment with FPE Tinospora crispa (L) Miers.

Keywords: FPE, growth, the content of vitamin C, Lactuca sativa