Friday, July 30, 2010

Handphone Ayah Is DeaD


Kondisi terakhir hape Ayah setelah diantak oto

Pas Ayah mau jemput na, karena habis belanja, bawa belanjaan banyak, kan na ngak bisa pulang naik busway, makanya minta di jemput ayah. Sempat nunggu lama juga di kedai si abang. Barulah si ayahnya dateng. Karena lama banget datangnya, na coba tilpun lah kan, kok malah yang ngangkat perempuan. Tuw perempuan bilang gene sama na "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lage". Okay, na tunggu, beberapa saat lage na akan tilpun lage. Si kakak ipar bilang gene, dimatiin atuk ndak ndo hape nya?Tapi ngak mungkin lah, orang keluar dari pasar ajha na telpon, kan itu udah selsai sholat ashar dan hape ayah masih aktif kok. Hati ini mulai tak tenang, khawatir. Tau lah kan na tuw orang nya kuatiran tapi bukan jantungan ya. Beberapa menit kemudian na tilpun lage hape ayah, eh si perempuan ini pulak yang ngangkat tapi dia udah lebih sok-sok an lah, pake bahasa inggris segala sama na, tau lah na tuw pinter bahasa Inggris. Dia bilang gene "The number your are calling is not actif, please try again in the view minutes". Issss, masak suruh coba terus dank, cape na coba2 terus hah, sakit jari na (mulailah na, melebay pulak).

Na tunggu lah si ayah dengan harap-harap cemas (udah macam acara di tipi tuw hah). Sambil clingak-clinguk, berharap ayah cepat samapi. Jujur na takut banget ayah kenapa-kenapa. Lah sampai putiah incek mato (ngeri bana istilahnyo kan?) mananti ayah, belum juga ayah datang.
"Ayah, kemana ayah?kata ibu ayah dah pergi". Na sempat juga telpon si ibu sangking khawatirnya, tapi ibu bilang dah pergi jemput dah, halah, halah, semakin khawatir yang ada".

Alhamdulillah, Ayah datang. Syukur banget. Tanpa ditanya Ayah langsung bilang "Hape Ayah diantak oto". Oalah, pantesan hape nya mati. "Ko hah, caliak lah". Ya Allah, parah banget keadaan si hape. Na coba hidupkan trus na coba dial. EEE, masuk. Masih bisa ditelpon, walopun layarnya dah hancr banget, lcdnya juga tak kalah mengenaskannya.

Kasian Ayah, mana nomer-nomer telpon disimpan di memori telpon bukan di SIM, nomer ustad-ustad juga semuanya ada disana. Hufhhh, sabar ya Yah. Ayah tuw sanggup ajha beli hape baru, tapi ya itu tadi nomer-nomer itu yang penting. Udah bawa ke ponsel katanya kenak 180ribu, tapi selesainya sore. Oh, si ayah mana bisa tanpa handphone, makanyab ndak jadi diperbaiki.

Tenang yah, kita cari cara lain, untuk menyelamatkan nomer-nomer itu. Nanti kita cari handphone yang mirip buat contoh nya, karena hape kita layarnya dah parah banget, trus kita copy dech nomernya ke SIM. oKEEE yah???siiip ya!!!

Keripik Pisang, Like This


Postingan sebelumnya tentang pisang. Ini juga tentang pisang. Ada yang bosan?hahaha, biarkan sajha kalo ada yang bosaaan yach.

Kali ini, punya kesempatan buat keripik pisang. Akibat angin kencang, yach si pisang terpaksa tumbang, sebelum mateng. Tergeletak ajha lah si pisang itu di teras samping, kesian, ngak ada yang menyelamatkan. Akhirnya na sempat-sempatin buat keripik pisang, padahal pulang siaran dah malem. Mulai dari ngupas jam 8-an lewat, sampe jam 9. Trus jam 9 baru menggorengnya. Alhasil sampe juga lah jam 12 na sama ibu tidur, demi si keripik pisang, mmmm, yummy





Keripik Pisang Buatan Na dan Ibu

Tuesday, July 27, 2010

Tips Perjalanan Jauh

Hahaha, mumpung mau round Sumbar, jadi mau mengingatkan diri sendiri juga apa saja ya yang harus dipersiapkan kalau mau jalan jauh
Diantaranya tuw yach:

  1. Kain sholat ( mukena)
  2. Jacket, apalagi kalo pergi ke daerah dingin banget, kudu siapin syal juga tuw, tapi mumpung masih Sumbar, jadi saia persiapkan Jaket.
  3. Kaos kaki juga lah penting, apalagi kalo dalam perjalanan ge hujan (diiiingin), jadi di mobil bisa berkaos kaki ria, atau berkaos tangan ria.
  4. Kresek, hahaha, ne untuk yang suka mabuk di perjalanan (alhamdulillah na ngak pemabuk di perjalanan, di darat, laut, ngak ada mabuk, tapi udara ntahlah, belum pernah cobak, tapi tetap ajha kemana-mana mesti sedia kresek.
  5. Minyak kayu putih, kali ajha, masuk angin.
  6. Obat anti mabuk
  7. Air mineral
  8. Cemilan
  9. Bacaan
  10. Handphone dengan beragam kartu (kali ajha kartu yang satunya ngak ada sinyal di daerha yang dituju)
  11. Baterai pengganti
  12. Yang pake cdma, jangan lupa meng-combokan, atau menggogo kan.
  13. Bantal, buat di mobil, selimut kalo perlu (guling na? ndak usah).
  14. Headphone, buat dengerin mp3
Nah, bawaan ini harus ada di dekat kita, biar gampang untuk meraihnya. Eee jangan lupa sedia duit juga yach

Dan tak lupa bawa pampers untuk si kakak dan si adek. Bawa susu, air panas, bubur bayi, dan cemilan khusu si kakak, yang ngak pedes.

Saturday, July 24, 2010

Surat Cinta Untuk Buya

Pekanbaru, 25 July 2010
Assalamualaikum buya...

Buya...kami semua kangen buya
Buya, meskipun ragamuw tak pernah kami lihat
Namun cerita mengenaimuw, sempat mampir di telinga kami
Buya, sosok yang pastinya jadi kebanggan buat kami
Buat orang banyak juga...

Kami semua bangga mempunyai buya...
Anak-anak buya alhamdulilah sudah bisa menjadi imam untuk orang banyak
Tinggal kami, para cucu, cicit, dan cocot lagi yang akan meneruskan
Dakwah ini

Buya, kemaren pas pulang kampung, kami cari buku-buku buya, di rumah lamo, tapi tidak basuo
kami pengen dapat pencerahan dari buya, namun ada sebagian dari kami yang lambat lahir...

Buya, kalau kami rindu buya, buya rindu juga kan sama kami?
Coba buya masih ada, pasti kami bisa mintak uang jajan (dasar kami ini ya buya)
Pasti kami lebih membanggakan dari sekarang ini.

Buya tahu ndak, cucu buya tuw cantik-cantik dan ganteng-ganteng?
Buya tahu ndak cucu buya tuw pintar-pintar?
Buya, Neyna kemaren jadi pemuncak 3 di kampus pas wisuda
Buya, Cicit buya, Varel selalu jadi juara umum di sekolah, masih banyak prestasi-prestasi lainnya yang membanggakan buya dari kami.

Insya Allah akhir minggu ini kami akan mengunjungi makam buya
Doakan kami slamat pulang-pergi ya buya.
Cinta kami untuk Buya

Love
Kami yang merindukan buya

Friday, July 23, 2010

Anak Indonesia, Terkungkungkah?

Semalam baru saja memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Tepatnya ya tanggal 23 July 2010. Banyak juga yang berkomentar kalau anak Indonesia terkungkung, hilang kebebasan. Tapi Iyakah? Apa sebab? Meskipun tidak dapat dipungkuri, masih banyak anak Indonesia yang kehilangan waktu bermain, karena harus menggantikan peran orang tua untuk mencari nafkash, sementara orang tua nya duduk hongkang-hongkang kaki di kedai kopi untuk berjudi. Kalau da;am kasus ini, jelas anak-anak ini kehilangan kebebasan. Meskipun begitu namanya juga anak-anak, senang-senang ajha ngelakuinnya. Coba lihat di lampu merah, di perempatan, anak-anak yang ngemis-ngemis, bersama teman-temannya masih bisa tertawa lepas. Itu buktinya mereka bahagia kan???

Lantas terkungkun g yang seperti apa lagi ya? Kalau men urut na mungkin saja ini ya yang orang-orang maksudkan terkungkung barangkali anak-anak kurang ada waktu untuk mereka sendiri, dalam artian untuk mereka bermain berkumpul bersama teman-teman di luar ja sekolah. Kebanyakan anak-anak kita sekarang pagi hingga siang, sekolah, ntar siang hingga sore nya les (les matematika lah, les drum, les biola, les mengaji, de le lel), ntar malam, juga harus mengikuti kelas khusus. Trus kapan waktu mainnya??? Alih-alih mereka menjadi anak yang senangnya bermain dengan kesibukan sendiri, playstations, internet, facebookan.

Beda banget ne pola anak-anak zaman sekarang dengan semasa na. Ya emangkan, seakin maju zaman, pola nya juga semakin berkembang. Dulu, semasa na kecil, usia sekolah dasar itu ya, kalau sudah liburan sekolah, pada ramai ajha gitu anak-anak seumuran ngumpul bareng, main tonggak dingin, cipak cipung, atau bermain sepada rame-ramean, gabung itu laki-laki ma perempuan, tapi ngak ada tuw yang kepikiran aneh-aneh. Miris sebenarnya lihat berita kriminal yang mengatakan kalau ada anak-anak usia belasan udah melakukan tindak asusila ke adek-adeknya. Tahu dari mana si mereka itu ya?

Semakin canggih zaman, semakin berkembanglah tekonologi, dan pengawasan terhadap anak-anak juga harus semakin ketat. Bukan berarti juga mesti over protection. Pengawasan lingkungan, pengawasan teman-teman sebaya, terlebih pengawasan media. Coba lah lihat tayangan televisi sekarang, bisa dihitung lah tayangan-tayangan yang benar-benar bisa disaksikan oleh anak-anak. Ex: Ipin Upin. Lebihnya???tayangan sekarang banyak yang kenak peringatan dari KPI, lebih-lebih infotainment. Kasus KD-Raul tuw, kasian anak-anak yang terpapar televisi yang sempat menyaksikan adegan tidak senonoh itu. Apa tidak banyak juga anak-anak yang jadi lebih dewasa melebihi umurnya? Hari-hari mereka saksikan televisi. Maka, saia sangat setuju, ngak usah ajha lah nonton televisi. Pernah baca buku "Matikan TelevisiMu". sepertinya itu cara bijak yang bisa kita lakukan untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh media.

Suatu waktu Na pernah ditanya si abang "Ante, di radio ante ada lagu anak-anaknya ngak?". Na jawab "Ngak ada bang". Trus si abang ngomel-ngomel "Uch, ngapa si ngak ada radio untuk anak-anak di sini, ngak ada lagu anak-anak lagi". Jadi kepikiran, oh iya ya, dulu sewaktu na kanak-kanak, emang lagu yang na tahu lagu anak-anak, ada Enno lerian, trio kwek-kwek, Agnes Monica, 4 MC Cilik, Bondan, de le lel. Tapi sekarang, anak-anak sekarang tahunya lagu cinta (yang belum porsi mereka lah itu).

Emang kalau dari segi tayangan, ada ketimpangan, antara tayangan untuk anak-anak dengan tayangan dewasa. Lihat ajha hari-hari infotainment, yang diberitakan konten dewasa. Ujunng-ujung nya anak-anak lari lagi ke PS. Pengenlah kayak dulu lage, ada tayangan anak-anak yang mendidik, biar anak-anak Indonesia, lebih maju, lebih cerdas lagi.
___Selamat Hari Anak Nasional____
Jayalah anak-anak Negrikuw, Indonesia

Thursday, July 22, 2010

Mie Telur Sosis


Hari Minggu kemaren dapat mie telur dari si bos...Hahaha, berhubung di rumah ngak ada apa-apa, perut pun dah litak (sebenarnya ngak bagus banyak makan mie, gagal lah program menjauhkan diri dari mie). Akhirnya na buat lah mie telur itu, pengen nambahan sosis...(hehehe), jadilah namanya mie telur sosis.

Bahan-bahan:
Mie Telur satu bungkus
Brokoli secukupnya
Sosis secukupnya ajha (tapi na pakai 3)
Peterseli dan daun bawang yang sudah diiris
Kecap
Saus Tiram

Bumbu:
Bawang putih 2 siung
Lada bubuk secukupnya
Bawang merah 2 buah (banyak bawang)
Garam
Gula

Cara membuat:
Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah dihaluskan, tambahkan peterseli dan daun bawang, tumis hingga wangi, masukkan brokoli, saus tiram, kecap, garam, dan gula hingga sayurnya layu, taburi lada, terakhir masukkan mie telur yang sudah di rendam dan ditiriskan, aduk semuanya hingga tercampur rata. Nyam, nyam saatnya kita makan


inilah mie nya...nyummy

Tuesday, July 20, 2010

Nasi Goreng Sosis Ala Na

Aneh banget yach judulnya pake ala na segala. Ya mau gimana lage lah, resepnya juga hasil coba-coba ajha pun, tapi enak. Sumpah de, enak kali, na ajha mpe nambah-nambah.

Buat nya juga ngak susah, hanya perlu nasi, cabe, udang pukul, daun sup dan bawang prei (tapi beli), sosis, telur, garam, bawang merah, kecap, dan gula.

Ne lah nasi gorengnya

Friday, July 16, 2010

Gulai Langkitang

Dapet kiriman dari si kakak Ipar gulai langkitang. Berhubung adeknya ini suka sekali dengan gulai yang satu ini, maka dia rela buatin untuk Na...Thank kakak Ipar...


Mancucuik Langkitang ko yang lamak

Enak ne langkitangnya, pedasnya juga mantapz. Ada yang mau???mintak ajha sama kakak ipar na ya

Thursday, July 15, 2010

Lembar Persembahan Skripsi Na

Hehehe, ngak tahu kenapa, pengen ajha buka-buka skripsi. Ngebaca dari halaman pertama sampe terakhir. Eee, si Lembaran persembahan jadi perhatian utama na. Na ingat banget bagaimana lembar persembahan itu na ketik dalam waktu hanya 5 menit, dadakan lah istilahnya. Biar agak keren ajha sikit skripsinya ada lembar persembahan (padahal kan ngak wajib ada tuw lembar persembahan).

Kira-kira beginilah isi lemabaran persembahan skripsi na yang na buat sekitar satu setengah tahun yang lalu itu

Hari takkan indah tanpa mentari dan rembulan, begitu juga hidup takkan indah tanpa tujuan, harapan serta tantangan. Meski terasa berat, namun manisnya hidup justru akan terasa, apabila semuanya terlalui dengan baik, meski harus memerlukan pengorbanan.

Kupersembahkan karya kecil ini, untuk cahaya hidup, yang senantiasa ada saat suka maupun duka, selalu setia mendampingi, saat kulemah tak berdaya (Ayah dan Ibu tercinta) yang selalu memanjatkan doa kepada putri bungsu tercinta dalam setiap sujudnya. Terima kasih untuk semuanya.

Untuk ribuan tujuan yang harus dicapai, untuk jutaan impian yang akan dikejar, untuk sebuah pengharapan, agar hidup jauh lebih bermakna, karena tragedi terbesar dalam hidup bukanlah kematian tapi hidup tanpa tujuan. Teruslah bermimpi untuk sebuah tujuan, pastinya juga harus diimbangi dengan tindakan nyata, agar mimpi dan juga angan, tidak hanya menjadi sebuah bayangan semu.

Beda Pola Asuh Antara Na Dan Ibu

Belum punya anak sich, tapi sudah mencoba-coba mengasuh anak. Mengasuh keponaan tepatnya, si kakak. Mumpung si kakaknya lage pinter (emang ada gethooo lage oon nya ya?), iya ne anak mau pisah sama bunda dan ayahnya, makanya si kakak bisa dibawa kemana-mana. Sering-sering aja lah si mungil itu mau pisah dari urang gaeknyow. Yach, jadinya na bertambah aktifitasnya, jadi pengasuh dia kalo ibu ndak ada. Ngasuh dia hari-harinya, ternyata baru na sadari, kalau antara na dan Ibu tuw berbeda pola asuh. Kalo ibu, sedikit-sedikit "eee, jangan nak sayang". Beda lagi na, labih nyantai. Si kakak mau ikut nyapu, nyuci piring, nyuci kain, masak silahkan. Na cuma mengawasi dia dari hal-hal yang akan membahayakan dia. Walopun dia bukannya malah meringankan tugas na malah bikin repot, tapi biarlah. Kalau di dapur na ngak biarkan dia pegang pisau, jadilah kalo dia mau buka bawang dia buka pake tangannya (lucu plus kasian sebenarnya liatnya. Si kakak tuw senang diikutsertakan berbagai kegiatan bundonya. Buat na juga biar dia belajar, biarlah dia berbasah-basahan, toh paling lama di air cuma 30 menit ajha kan, ntar mandiin dia, usap lage minyak kayu putih (hehehe).

Senang banget si kakak tuw klo bisa ikut serta, kaya nya dia hebat banget gitu lah, bisa melakukan pekerjaan bundonya ini. Makin hari makin pintar ajha dia. Udah pandai sisir rambut sendiri, udah pandai pake bedak sendiri. Selalu ajha menghadirkan gelak tawa si mungil itu. Semalam dia buat na senyum-senyum melihat dia. Na suruh dia pake bedak sendiri di kamar atuknya, abis itu na tinggal mandi (bedaknya na tempelkan sedikit di sponnya). Eee, tiba-tiba dia masuk ke kamar na, sambil bilang "pandai kakak pake bedak kan bundo? cantik anak bundo ne kan?". OMG, pandai pulak, tahu dari mana pulak lah dy kalo dia cantik ya? tapi emang cantik sech kamu nak.
Peluk Cium dari Bundo ya nak, muachhh muachhh muachhh

Monday, July 12, 2010

Pekanbaru-Padang Part 2

Hayyag, ini kuk pake part-partan segala ya?(soalnya ne balik lage ke Padang setelah tanggal 30 Juni lalu juga sempat nongol di Padang).
Perjalanan kedua ini lebih panjang dari perjalanan pertama (sepanjang apa tuw?panjanglah pokoknya). Secara waktunya lebih lama dari perjalanan sebelumnya. Sempat bingung, mau berangkat sama siapa. Sempat juga cari tahu penginapan di Padang.

Acara testnya tanggal 10 Juli, jadi tanggal 8 kudu berangkat. Alhamdulillah hasil komunikasi-komunikasi, jadinya berangkat bareng Jovie. Tanggal 7 Pesen tiket travelnya (pake travel yang biasa, Nusa Mulya, karena travel ne buat na, pelayanan nya ok, setidaknya itulah kesan na untuk pertama sekali menompangi travel ini). Dengan armada yang masih clink, Nusa Mulya pastinya sudah punya tempat di hati na, makanya untuk berangkat kali memutuskan juga untuk naik Nusa Mulya.

Coba telpon pul travelnya, dasar na yang pengen ngirit makanya pesennya yang ekonomi. Tapi bangku yang tersedia yang dibelakang, ya udah ngak papa lah . Habis pesen, eh si Ayah nanya dengan logat minangnya dan na jawab dengan logat minang juga
Ayah: Lah pasan travel?
Me: Alah yah
Naiak Apo jadinyo?
Me: Nusa Mulya
Ayah: Dima Duduak?
Me: Balakang
Ayah: A Otonyo?
Me: Panther
Ayah: Onde, ajab wak kalau duduak belakang tuw
Me: Ndak dow yah, oto nyow ancak nyow
Ayah: Iyo, kalau di belakang tuw kursinyo tipih (mungkin ini ayah sok tahu ajha kali ya), tuw talambuang-lambuang awak kalau di belakang tuw. Caliak lah, ganti c lah, yang SE
Me: ee ba'a tuw yah, lah bapasan lah
Ayah: Yo ndak ba'a lah.

Klo ayah ada ngecek dari awal kan saia pesannya yang SE, hicks hicks hicks :(
Tanggal 8 kebetulan siaran di Radio sedang off kan...jadi pagi-pagi banget di rumah dah heboh pada kangen ma si Kakak. Si ibu punya inisiatif untuk nelpon cucunya itu, eee dy mintak di jemput. Jadilah pagi itu na yang belum mandi pergi menjemput dia bareng ayah. Karena libur, ya kita mau jalan-jalan ne, shopping lah gitu ceritanya, bareng bundanya si kakak juga. udah lama kita para ladies ini ngak shopping bareng (ups, dek Fikri ternyata juga ikut).

Siang abis makan siang, kita diantar ayah ke halte busway, ngak lama nunggu busway nya dateng. Dasar si kakak agak katrok, ngerasa dinginnya Busway yang sabana dingin itu dia langsung bilang "mmmm, dingiiiin (dengan expresi yang ndak tahan, buat orang-orang pada ketawa). Sebenarnya dia bukan ngak pernah ngerasain ac, tapi setiap kali ngersaain dinginnya ac, slalu de kayak gitu ekspresinya. (Heran pulak na).

Karena tujuan kita mau ke Ramayana, jadinya transit dulu di halte dekat walikota. Lumayanlah nunggunya (agak lama lumayannya maksudnya). EEE, dah nunggu lama, ternyata bus nya penuh, terpaksa lah kita tegak. Sampai di Ramayana, si bunda udah nunggu di samping pagar bareng dek Fikri (si ganteng itu selalu punya daya tarik, buat na ngak sabar pengen cium bibirnya). Kita langsung semangat melangkah ke lantai dasar plaza sukaramai yang emang sangat ramai itu. Niatnya mau cari sepatu, puter-puter, mpe kaki serasa mau tanggal (ngak kebayang lah kek mana tuw rasanya). Sempet perang pendapat ma si abang yang di toko sepatu, habisnya weedges tetep ajha dibilangnya high heels.

Setengah seharian ngelilingi Plaza Sukaramai dari bawah ke atas, dari samping kiri ke kanan, ternyata perjalanan masih berlanjut ke pasar Kodim dengan berjalan kaki (padahal ne kaki sudah serasa mau patah, pengen dilepasin ajha, umpamanya bisa dilepas). Ngak lupa ngejalanin Sholat Ashar dulu sebelum lanjut jalan kaki ke Pasar Kodim.

Akhirnya shopping dilanjutkan ke Pasar Kodim dengan berjalan kaki, dengan tangan kanan menenteng plastik yang isinya sepatu 2 kotak, tangan kiri berisi minuman, sampe ke tempat tujuan. Eee si kakak pake acara tidur pulak, kayak mana pulak bundanya akan membawa dia dengan keadaan tertidur, dan si adek yang digendong. Terpaksa lah nganterin dia dulu ke tempat ayahnya berjualan, di dekat Lapangan Bukit. Harus menaiki oplet, o alah, udah lama ngak naik oplet (biasanya naik busway), jadinya pas naik oplet dengan musik yang bedentum-dentum itu membuat kepala pusing dan perut mual. Gimana ini belum juga berangkat ke Padang perut udah mual duluan, apa gara-gara minum teh yang dibeli tadi ya?(jadi pertanyaan di otak yang tak seberapa ini).

Sampe di simpang ditempat ayah si kakak berjualan, duduk bentar dulu, kepalo raso badangiang-dangiang lo hah. Takut kehabisan busway, na sama ibu langsung cabut, naik oplet kuning lage, sampe ke halte busway. Yach Buswaynya lage-lage penuh sesak (kalo libur gene lah, penuuuuh sesak, sampe yang bengek bisa kambuh ne). Tapi untungnya tidak lama dengan keadaan tagak-tagak di busway ini, karena kan akan di transit pas udah nyampe di Halte Pos. Heh Lega ketika memasuki halte Pos (akhirnya terlepas juga dari keadaan yang serba sesak itu), si ibu langsung mandudu ke tempat duduk, tapi tiba-tiba si Ibu kaget seperti melihat setan (astagfirullah). Iii ada muntah kata si Ibu, iiiiih, jijiknya na melihat muntah beleak dilantai halte itu. Mana perut udah mual dari tadi, kepala pusing, kaki serasa mau lepas, ditambah lage muntah yang menjijikkan itu.

Alhamdulillah, busnya datang, jadinya na bisa terlepas dari perasaan pengen muntah pulak gara-gara melihat muntah itu. Yuuuuuhuuuuu, udah pasang kuda-kuda di tepi bibir halte, biar bisa naik duluan. alhamdulillah, bus nya ngak penuh, jadi dapet tempat duduk, yeyeyeyeyye, samapai di Halte Terminal mayang terurai ayah telpon. Ya na mintakan saja ayah menjemput ke Halte As-Shofa. Akhirnya sampe juga di Halte As-shofa. Ayah udah menanti dengan gagahnya, lengkap dengan baju koko dan kain sarungnya (maklumlah ayah akan ke mesjid).

Sampe di rumah, istirahat bentar, Azan magrib pun berkumandang, sholat dulu ya....
Habis sholat, mandi, siap-siap, karena travel malam ini akan jemput jam 8. Packing kelar, pake baju kelar. Ibu pun dari dapur bilang "makan dulu nak sabalun barangkek tuw". Siiiplah ibu, tapi ternyata samba ndak cukuik, nunggu ayah pulang mesjid ibu pergi ke rumah makan beli nasi ramas. Makan nasi ramas, samba cincang dan ikan baka, mmmm, nyam-nyam2, lamak bana.

Sudah masuk waktu Isya, Ayah say's sholat lah dulu. After sholat na pakai bedak, siap-siap lage. Biasanya travelnya masuk jam-jam 9an lah, eee yang ini tepat waktu banget lah, jam 8 lewat 3 menit dy udah sampai di sekuntum, terpaksa lah na buru-buru pakai jilbab (tahulah tuw, ntah lurus ntah pencong-pencong jilbab na), seperti dugaan, Nusa Mulya ini menyenangkan, drivernya ramah, armadanya bagus, teope lah. Jam 9 kita berangkat dari Pekanbaru menuju Padang, berdua sama ovi, pastilah na manfaatkan untuk saling cerita, soalnya dah lama juga na ngak ketemu ovie, dan ngak cerita-cerita, sampe jam 1-an kita masih cerita-cerita. Jam 4 kita sampe di Padang, di home ovie, langsung disambut sama si tante, disuruh istirahat. Ngak mau melewatkan kesempatan untuk istirahat, na langsung lalok, hahahah. Terbangun setengah 6, sholat (masih boleh tuw kan sholat Subuh jam segitu?), mau tidur lage, e ibu telpon, padahal mau naik mobil ibu dah pesan, sampe sana langsung sms ya, eh na ngantuk banget jadi lupa (maaf ya Ibu dah buat khawatir). Habis itu lanjut tidur lage, dan jam 9 lah kami bener-bener bangun. Sarapan lontong sama Ovie. Hahaha, banyak kegiatan dilalui, belajar, lalok, main. Jam 2 an na mandi, baru sadar soalnya belum mandi, hehehe. Habis mandi (eee, siang tetep makan ya, lupa saia). Habis mandi, belajar lage mpe ashar, habis ashar berangkat ke UNP, buat ngeliat tempat ujian, habis dari UNP jalan lage ke Basko Grand Mall, dari Mall, ngak langsung pulang dow, masih jalan, keliling2 Padang, Kenak Azan magrib di jalan, jadinya magriban di jalan. Sempat juga ke Taplau magrib itu. Iii Taplau Indah banget magrib itu. Ngeliat bangunan yang pada hancur di jalanan, sampe merinding na membayangkan, gimana dahsyatnya guncangan yang dikasih Allah di Padang, bangunan yang kokoh gitu bisa ambruk, apalagi manusia nya. Subhanallah....
Sempat cemas juga kemaren ibu sempat cerita, Susi pegi jalan-jalan ke Padang, dah mau magrib, dengar suara orang nangis, dari bangunan yang udah pada runtuh, tapi na tetap berdoa sama Allah, na hanya ingin melihat kedahsyatan bencana yang Allah berikan, jadi jangan perdengarkan suara yang aneh-aneh, jangan lihatkan hal yang aneh-aneh juga ke Na ya Allah. Alhamdullah na ngak ada mendengar hal-hal aneh, bentuk-bentuk aneh, na juga sempet merekam bangunan yang udah pada ambruk-ambruk di video handphone, mau na kasih lihat ke Ibu, bagaimana keadaan bangunan-bangunan itu sekarang.

Menjelang isya kita udah nyampe lage di Rumah, nuntun, belajar, cerita-cerita, trus ante bilang, jangan dipaksakan kali belajar, kalau lah ngantuak, lalok lah lai, bisuak nio ujian pagi.

Pagi, pas Adzan , na bangun buat sholat Subuh, membaca sedikit bacaan yang sudah na persiapkan. Jam 6 na mandi, siap-siap. After sarapan, kita berangkat ujian...Sampe di ruangan, mencari dimana ya tempat duduknya, untung ada Sandra, yang membantu mencarikan kursi na. kebetulan na seruangan sama Sandra. Langsung dibacakan tata tertib ujian, dan ujian dimulai. Entah terlalu asyik menikmati ujian, ntah karena banyak ngak tahu jawabannya, kuk waktu tuw cepat banget, 2 jam, ngak berasa, tiba-tiba ajha waktu nya the end. Oh Tuhan, pasrah dengan hasilnya. Banyak rasanya yang na ngak tahu jawabannya.

Pulang ujian, keluar dari UNP ajha padat merayap, dijalan, ada ngeliat temen-temen seperjuangan dulu di kampus, nampak eny dan abangnya, ice, dan Sandra. Habis pusing-pusing dari ujian, Opie nya ngajak ke pasar, mau beli oleh-oleh katanya. Untungnya na bawa uang, sekalian ajha na beli oleh-oleh di Gerai makanan :Kristine Hakim. Habis beli oleh-oleh, jalan lage ke taplau, suasana nya udah beda donk. Makan rujak di tepi Laut sungguh menyenangkan. Na tuw kalau udah ngeliat laut, pantai, danau, air terjun, pasti lah senang. maha dahsyat Allah yang uda menciptakan hal-hal indah itu. Ngak pernah puas na melihatnya. Deburan ombak yang besar-besar (OOOW na kangen suasana itu). Dasar na katrok juga, masak mau berfoto di pinggir laut, eh pas ombaknya datang dengan bunyinya yang bergemuruh na takut, hehehehe.

Dari Taplau, jalan-jalan bentar ke Jembatan Siti Nurbaya, foto-foto dulu, hehehehe. Baru kita Pulang. Sampe di rumah, eee langsung makan, hacks hacks hacks...
Senang bisa menghabiskan waktu di Padang, walaupun ngak lama, ketemu keluarga Opie, adik Opie lucu, si Rafi yang cerdas, lucthu kamu deq. Malam jam 7an udah selsai dandan, eh baru dijemputnya jam 9 lewat (kalo ini ngak pake travel yang biasa, jadi kurang disiplin waktunya).

Padang, kapan lagi ya bisa ke sana