Thursday, August 5, 2010

Redenominasi

Berat judul postingan kali ini. Ape pasal???Ya lah, ne sedang gencar-gencarnya ne pembahasan di negeriku Indonesia, Redenominasi. Ya, apa itu redenominasi? Jika diartikan secara sederhana, menurut Gubernur BI, Darmin Nasution (semarga kita Pak), redenominasi itu adalah penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Maksudnya pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang. Misalnya 1.000 jadi 1 ajha lage.

Nah, pembahasan yang paling up to date ini juga hadir di tengah-tengah acara kumpul kluarga. Responnya ya bermacam-macam. Ada yang Angguk-angguk ajha (ntah ngerti ntah endak), ada juga yang bilang "Hah, turun nilai pitih wak tuw, ancaklah wak bali ameh ajo lai". Ada yang senang-senang ajha, ada yang takut, beragam lah. Capek pulak na menjelaskan nya. Pastinya rencana redenominasi rupiah ini, ndak loncat kayak kodok, takana maloncek. Ada tahapan-tahapannya. Jadi ngak usah takut dulu lah. Ikuti ajha jalurnya.

Tahapan-tahapan yang sudah dipersiapkan BI untuk penyederhanaan nilai rupiah ini. Tahapannya, yaitu:
  • Masa Sosialisasi (2011-2012)
  • Masa Transisi (2013-2015), dalam masa ini harga barang nantinya akan ditulis dalam dua harga, yaitu harga rupiah lama dan harga rupiah baru
  • 2016-2018, uang kertas rupiah yang kita pakai sekarang akan benar-benar habis, dan BI akan melakukan penarikan uang lama (yang mau koleksi boleh lah tinggalin satu kan)
  • 2019-2020, akan mempergunakan mata uang rupiah yang baru, namun nilainya lebih kecil (ndak perlu bawa uang tumpuk-tumpuk/segepok lagi). Untuk mata uang kecil, berlaku uang koin dan pecahan sen (kembali kek zaman saisuak n kek di Malay, ada uang kicil-kicilnya)
2020 dan kedepannya kita akan pake uang yang baru itu lage. Sekali lage, bukan uang kita nilainya turun, cuman disederhanakan ajha, dan kita ngak perlu bawa uang sekoper lage, enak kan?Canggih ngak tuw, udah kek di Malay ajha kita. Bayar busway, 3 Rupiah, hehehe, agak aneh tuw pasti ntar awalnya, pi ikutin ajhalah alurnya.