Tuesday, September 14, 2010

Alhamdulillah Dapat Pencerahan Tentang Khitbah Dari Ustazah

Senang rasanya, ketika Ramadhan dapat siaran jam 5 sore. Siaran di Pengajian Sore Tambah Amal di Bulan Ramadhan bersama ustazah-ustazah dari Majelis Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Pekanbaru. Kebetulan tema yang dibahas kemaren itu Pergaulan dalam Islam.

Awalnya na memang zero lah pengetahuan na tentang khitbah ini. Yang na tahu Ta'aruf ataupun khitbah ya seperti yang diperlihatkan atau pun dipertontonkan oleh teman-teman rohis na. Layaknya orang pacaran, tapi ngak pegang-pegangan tangan. Ngak kising-kisingan. Beneran, mereka masih tetap ketemu, malah sering ketemu semakin sering malahan yang na lihat. Pandangan biasa ajha ngak ada ditundukkan, menggombal atau menggatal di fb juga terus berjalan. Awalnya seperti itu lah pemikiran na tentang ta'aruf atau pun tahapan khitbah, karena kurang pengetahuan dan na anggap temen-temen rohis tuw bener, makanya na juga berfikiran seperti itu.

Ternyata, untuk tahapan yang lebih jauh seperti khitbah saja masih belum bisa bebas untuk ketemu-ketemuan. Yach tarok lah kalau teman-temen ku itu bilang "Kan cuma ketemuan, ngobrol-ngobrol ajha ngak ngapa-ngapain". Ternyata tetep ngak boleh. Ngak ada yang menjamin itu cuma ngobrol-ngobrol. Kata ustazah udah khitbah pun, kalaupun ingin ketemuan, itu yang perempuan, wajib dengan mahromnya, ngak boleh cuma diumbok sama kawan ajha, ndak sah lah istilahnya kaya bu ustazah. Trus kalaupun sudah khitbah sebenarnya belum boleh digembor-gemborkan, karena dalam tahap pendekatan sperti itu, semuanya tentang kekurangan kita dibahas, jadi kalau sudah digembor-gemborkan, trus ngak jadi menikah, akan menimbulkan fitnah bagi orang lain. Islam memang detail menjaga hambanya, cuma masalahnya, pengetahuan kita tentang itu mungkin yang kurang (kayakna kemarin, ngak tahu nya banyak). Alhamdulillah lah na kemana-mana masih sama Ayah, sama mahromna. Jadi ngerti na alasan Ayah mau na repotkan kemana pun na pergi, tahunya untuk menjaga anak perempuan nya ini. Makasih Ayah, luv u ayah. Ternyata sikap yang dicontoh kan dan dipertontonkan temen-temen rohis na itu salah banget, cuma gimana cara negurnya ya, ntar malah dibilang "sok-sok an na nya", karena mereka nganggap selama ini kan mereka lebih tahu kalau urusan agama dari na, berjilbab panjang, dan berjanggut. Na bicara satu kata ajha, dijejali hadist sama si rohiswatinya itu (tak etis kalau disebutkan namanya), seolah orang seperti na ngak berhak ngomong agama di depan dia.

Makasih Allah udah kasih pencerahan tentang pandangan-pandangan sesat itu. Makasih Bu ustazah dari HTI, atas ilmu baru yang diberikan ke na. Semakin rajin na sekarang mendengarkan "Cermin Wanita Solihah", gaweannya muslimah HTI.