Thursday, December 23, 2010

Tips Mengatasi Masakan Keasinan

Tips Mengatasi Masakan Keasinan
Jiahahaha, kenapa ini tiba-tiba buat postingan seperti ini? Iya saya tahu, saya sadar kegelisahan para wanita di luaran sana termasuk saya yang kadang takuuuuuuuuuuuut banget pada awalnya memasak. Jika sudah takut maka akan ketakutan terus trus ujung-ujungnya ngak berani-berani masak, trus???ya terus ngak berani masak gara-gara takut masak tetapi keasinan. 

Memang lain rasanya, jika masak ngak terasa garam diprotes, tetapi masak keasinan lebih diprotes, apalagi ada anggapan di masayarakat yang mengatakan kalau masakannya keasinan eh dibilang mau nikah, tambah cikirut mengkirutlah nyali untuk memasak itu. Padahal kan harusnya kegiatan memasak itu harus happy harus menyenangkan, ya kan? Tetapi sekarang Kita ngak perlu takut jika masakan ke asinan#padahal sah-sah ajha lah kan jika keasinan, banyak kok yang suka asin. Ya, ya, ya, sudahlah agar masakan Kita yang awalnya asiiiiiiiiiiiiiin banget jadi mantapz, ada triknya kok, tenang ajha buuuuuuuuuu.

1. Ambil potongan timun, lalu Anda masukkan ke masakan yang asinnya banget-banget tadi.
2. Anda bisa tambahkan kentang, agar asinnya diserap sama si kentang
3. Selain itu Anda bisa tambahkan labu siam

Nah, gampang kan? Ngak perlu takut masak lagi, karena memasak itu mudah kok dan membahagiakan. Let's do it

Friday, December 3, 2010

Analisis Wacana Citra Perempuan Dalam Film "Berbagi Suami"

Ini ne, hasil kerja keras selama 4 tahun di S1 Ilmu Komunikasi na.

Analisis Wacana Citra Perempuan Dalam Film "Berbagi Suami"
Abstrak

Keberadaan perempuan di dalam sebuah film, memang sangat penting. Tanpa perempuan, film terasa kurang berwarna. Namun tidak jarang permasalahan terhadap perempuan seperti: perempuan hanya dijadikan sebagai objek pelengkap serta perempuan hanya dieskploitasi keindahan tubuhnya kerap dimunculkan dalam film-film yang ada, terutama di dalam film Indonesia. Untuk itu peneliti merasa tertarik meneliti bagaimana pencitraan tokoh perempuan dan bagaimana perempuan dalam menghadapi permasalahan poligami dalam film ”Berbagi Suami”.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pencitraan tokoh perempuan yang ditampilkan dan untuk mengetahui bagaimana perempuan dalam menghadapi permasalahan poligami dalam film ”Berbagi Suami”. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah film ”Berbagi Suami”, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah adegan, dialog tokoh, latar dan setting maupun voice over yang menyangkut pemberdayaan perempuan dan permasalahan poligami. Analisis yang digunakan adalah analisis wacana yang diperkenalkan oleh Teun A. Van Dijk, dimana ada tiga dimensi yang membentuk wacana, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Sementara untuk analisis pendukung, menggunakan analisis semiotik Roland Barthes

Hasil dari penelitian ini terungkap bahwa citra perempuan yang ditampilkan dalam film ”Berbagi Suami” terdiri dari dua pencitraan, yaitu: citra positif, yang menggambarkan bahwa perempuan sebagai makhluk yang cerdas, berwawasan, patuh terhadap suami, patuh terhadap agama, tidak suka bergunjing, memiliki pemikiran yang dewasa, tidak mudah terpancing emosi, dan peduli terhadap kehidupan sosial. Sementara citra negatif melihatkan bahwa perempuan sebagai makhluk yang emosional, pemikirannya belum maju, cemburuan, suka seks, pasrah dengan keadaan dan juga materialistis. Sedangkan perempuan dalam menghadapi poligami, juga digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu: perempuan yang menerima poligami dengan alasan agama, seks, kebutuhan (sandang, pangan, papan) dan juga kesenangan diri. Perempuan yang menolak poligami dengan alasan poligami hanya dijadikan alasan pembenaran bagi laki-laki yang tidak dapat menahan nafsu, serta dengan alasan tidak ingin terbagi kasih sayang yang diterimanya.