Monday, November 21, 2011

Pagi ini Bundo Bercerita

Alhamdulillah dapat bertemu pagi yang indah lagi. Bisa merasakan udara segar yang memasuki rongga dada Na. Melihat mentari yang bersinar cerah. Merasakan hangatnya menyapa tubuh. Pagi ini Na beranikan diri untuk menulis kembali, sekedar menorehkan tinta virtual ini yang sifat nya lebih kepada curahatan hati yang Na rasakan saat ini. Hampir satu bulan kepergian kakak ipar untuk selama-lamanya. Tangis kami belum kering. Namun sepertinya ujian ini semakin berat yang Allah berikan. Ujian untuk kenaikan kelas iman kami mungkin.

Kepergian mendiang untuk selama-lamanya tidak hanya menyisakan duka, tapi menyisakan satu rasa yang membuat kami sekeluarga berfikir, ada apa ini. Seolah pihak keluarga mendiang menyalahkan kami atas kepergian-Nya. Tanpa mereka sadari jodoh, rezeki dan maut sudah ditentukan oleh Allah. Seolah nyawa itu digantang oleh manusia, itu yang Na tangkap. Bukan hanya itu anak-anak juga dicekoki hal-hal yang membuat mereka menyalahkan Ayahnya atas kepergian bundanya untuk selama-lamanya ini. Astagfirullah Al azim, mau nangis Na dengar bocah lugu itu bertanya kepada Ayahnya perihal kepergian Bundanya. Ayahnya yang dalam hal ini Abang berusaha menjawab dengan sesungguhnya dengan sebenar-benarnya apa yang terjadi. Ketika ditanyakan kepada bocah lugu itu siapa yang mengajarinya agar berbicara seperti itu dengan tegas dia utarakan "Iput" yang merupakan tante Nya dari pihak bundanya. Kok diajarkan yang tidak-tidak kepada anak-anak sekecil itu, makasudnya Apa???

Satu bulan ini, Kak Sofie baru 2x di rumah. Padahal setelah kepergian bundanya, anak-anak harusnya mendapatkan perhatian yang lebih intens oleh Ayahnya. Apalagi semua orang sudah menyarankan agar Anak-anak bersama ayahnya. Tapi kenyataan nya sampai hari ini anak-anak ditahan di tempat nenek nya disana. Entah apa maksudnya. Abang masih diam, karena saat ini masih dalam penyembuhan juga pasca kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya tercinta itu. Padahal anak-anak bisa mendapatkan perhatian, kasih sayang, sarana, fasilitas yang jauh lebih baik bersama ayahnya. Kemarin ketika baru bawak kakak, keebtulan adek ngak dibolehin bawak sama neneknya dengan alasan dia ngak punya teman, susah mendidik kerasnya karena di lingkungan sana. Ngomong sukak tereak, kata-kata kasar, ngomong kotor. Beberapa hari di ruamh, alhamdulillah ngomong dah lembut, kakak dah berubah jadi anak manis lagi, anak gadis ayah yang rajin, yang cantik, rajin sholat, rajin kasih kado untuk bunda lewat doa-doanya. Sementara di tempat sana, ngak ada satupun yang bisa ngebimbing kakak sofie untuk kirim doa sebagai kado untuk bunda. Padahal sekarang kan yang dibutuhin bunda kakak doa.

Senang bundonya dengar kakak Sofie pas diajak bundonya pergi main game siap bundo nya pulang kerja, kakak malah bilang "Sholat kita dulu ya bundo, doa dulu untuk bunda,, ngaji dulu untuk bunda, kirim kado dulu untuk bunda baru kita main game ya bundo". Kata ayah kakak kayak gitu bundo, sholat dulu, ngaji dulu, doa dulu. Kakak emang pintar dech. Ee belum sempat m,ain bareng kakak, rupanya neneknya yang disana udah jemput katanya adek ngak mau tidur nangis-nangis tanya kakak. Akhirnya Kak Sofie pulang dengan terpaksa dan harus membawa mimpi keinginannya bermain bersama Bundo dan Abi malam itu. Kata neneknya dia bermimpi, almarhumah menjumpai dia di mimpi dan mengatakan anak jangan dipisah-pisah. Katanya biar kak Sofie pulang dulu, nanti kalau mau bawa lagi bawa dua-dua nya#Lah kemarin kan yang melarang bawa dua-dua nya si nenek itu. Oklah, seminggu kakak disana, abang dah rindu sama anak-anaknya dan jemput kesana. Ternyata apa? Si adek justru dibawak neneknya itu keluar kota, semntara si kak sofie ditinggalin di rumah sama Iput. #katanya anak ngak boleh dipisah, ini kok dipisah lagi? Akhirnya kakak dibawa ke rumah. Na udah siapkan baju tidur baru untuk adek dan kakak. Smapai sekarang baju tidur untuk adek belum dibukak dari bungkusnya, masih cantik terbungkus di dalam lemari.

Selama di rumah, kaka seperti biasa, udah jadi anak manis, ngomong kalau kuat-kuat selalu diingatkan, tidur di kasur bersama ayah, ngak kayak disana tidur dilantai dan beramai-ramai. Kakak juga bisa main game, main handphone, main laptop dan mewarnai sama belajar bahasa Inggris. Untuk adek juga udah disiapin mewarnai, cuma adek belum bisa dijemput. Kakak iudah tahu bahasa inggrisnya ayam, udah tahu bahasa inggrisnya angsa, udah tahu bahasa inggrisnya bebek dan bahasa inggrisnya burung. kakak juga udah pinatr mewarnai. Cuma beberapa hari kakak kembali dijemput, walaupun kakak sangat-sangat tidak mau. Meskipun dia masih kecil kakak udah bisa merasakan bagaimana indahnya hidup dengan ketenangan, dengan suara yang lembut, bukan dengan suara keras-keras kayak di hutan. Setiap waktu sholat sholat bersama ayahnya. Udah pandai pakai mukena sendiri, udah pandai wudu sendiri. Tinggal di kamar yang bagus, ada kasur yang cantik, banyak boneka, ada tv dan lain-lain. Merengek dia ketika diajak kesana, tapi ayahnya berusaha membujuk agar dia mau ikut sama neneknya. Cuma yang tidak mengenakkan kenapa pula keluar statemen dari keluarga bunda si kakak, bahwa anak hanya boleh dibawa selasa dan rabu. Maksudnya apa? kata-kata ini yang sedikit menyulut emosi ibu, dan memutuskan untuk tidak usah menjemput anak lagi. Kata ibu kok kita seperti dipermainkan begitu. Padahal kan si kakak berhak mendapatkan kasih sayang ayahnya 7x seminggu, 24 jam sehari. Kenapa hanya boleh selasa dan Rabu.

#Kak Sofie, kalau kakak dah besar nanti, kakak bisa baca tulisan bundo ini. Betapa Ayah sangat sayang kakak, sayang bunda dan sayang adek. Betapa bundo, abi, nenek dan atuk juga sangat sangat sayang. TApi nenek sama atuk Tata, iput, one, bmbg yang tidak membolehkan kakak ada di rumah bundo. Jaga diri baik-baik disana ya nak, tumbuh berkembanglah jadi anak yang cerdas dan beriman. Jaga adek ya nak. Ayah akan terus memperjuangkan kakak dan adek biar bisa sama-sama terus dengan ayah. We love u nak#Cium banyak-banyak dari Bundo

Monday, October 17, 2011

Ketika Penikmat Kuini Sudah berkumpul

Alhamdulillah ya, pohon kuini yang ada di sekitar rumah, kembali menunjukkan eksistensinya. Berbuah, meskipun tak banyak tetapi jadilah. Sudah beberapa bulan ini si pohon kuini seperti tak bosan-bosannya untuk berbuah, habis buahnya, berbunga lagi, begitu seterusnya seolah tidak terpengaruh dengan musim berbuahnya.

Kuini ini dari beberapa bulan yang lalu Na sudah nampak buahnya menonjol, masih kecil banget pada saat itu. Setiap pergi kerja, pulang kerja selalu lah mata ini memandang ke atas, berharap nanti ketika berbuah, dirinya akan benar-benar menikmatinya. Soalnya rada ngak yakin juga bisa menikmati seutuhnya, karena kebetulan tanah di tempat si kuini itu berada sudah disewa temen ayah sepuluh tahun untuk usaha bengkel las. Memang pohonnya ngak masuk dalam pagar yang sudah mereka buat. Minggu ini, waktu nya si kuini menjelma menjadi kuini cantik, harum mewangi sepanjang hari. Mengapa Na bilang demikian? karena, sumvah, wanginya itu waw waw waw waw, penuh seisi rumah. Kemarin satu lagi buahnya jatuh dua dan itu langsung habis disantap ayah dan Ibu. Na benar-benar tidak disisakan, ee ada dink, bijinya disisain. Besoknya lagi, tepatnya semalam abang-abang yang di bengkel datang ke rumah mengantarkan dua buah kuini. Ketika mengantarkan kuini dia bilang ke Ibu, sebenarnya yang jatuh enam buah, tapi udah kami makan empat, jadi tinggal dua lagi. Ow baiklah. Lumayankan diantarin dari pada tidak sama sekali. Kata si ayank, ndak apalah, timbang ndak.

Malamnya, kebetulan rajanya penikmat kuini alias bang Dedi ke rumah. Baru nyampe rumah langsung bilang, "pak, wangi kuini sama Dedi di jalan". Na bilang, carilah bang, mana tau ada. Dengan semangatnya dia langsung cari. Entah kenapa, tiap kali kuininya lagi berbuah dan matang, bang Dedi kebetulan ke rumah pulak. Tetapi setelah dicari-carinya, ngak ketemu, ayah bilang " Ni ada dua Ded, yang jatuh tadi". MM, tanpa ba-bi-bu, langsung disikat sama si abang. Doyan emang dia. Tapi cuma dimakan satu, mungkin sengaja disisain buat Na kali ya, karena dia tahu kemarin Na ngak diberi sama Ayah Ibu. Tadi selepas pulang kerja, di meja udah bertumpuk ajah tu kuini, siap makan siang, waktunya ekspansi kuini. Lepas Magrib? Alahmaak, kuini nya tinggal satu. Begitulah kalau penikmat kuini sudah berkumpul, ngak bisa ngeliat kuini duduk manis di atas meja makan.

Friday, September 23, 2011

Yang Tabah Ya Nak

Bismillahirahmanirrahim. Baru bisa ngeblog lagi setelah beberapa musibah melanda keluarga besar. Memang benar kalau orang bilang ada bahagia ada duka. Minggu kemarin pas ultah Kak Acha, kakak ipar dapat musibah kecelakaan. Kalau dibilang parah ya cukup parah juga. Kaki patah, tulang pinggul lepas dan beberapa tulang lain yang retak, lepas dan remuk. Beruntung anak-anak yang ikut naik motor tidak apa-apa. Kakak hanya luka sedikit di bagian lengan, adek ngak ada satupun yang luka. Motor? Rusak parah.

Siang itu Pekanbaru mendung kelabu disertai hujan, kadang lebat terkadang hanya rinai. Selepas melaksanakan tugas rutin minggu a.k.a nyetrika, Na duduk santai sambil mainan internet. Entah apa yang Na kerjakan pada waktu itu, semuanyanya serba ngak terarah, facebookan, liat youtube, entahlah, yang jelas ngak penting banget.

Monday, September 19, 2011

B'Day Sederhana Dengan Makna Luar Biasa



Alhamdulillah ya bisa juga akhirnya menyambangi anak tersayang ini setelah berabad-abad lamanya, bundonya menjelajah negeri yang entah berantah mencari, mengetahui bahkan mempelajari hal-hal baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sudah banyak yang kangen gitu pengen baca hal-hal yang terkadang tidak menemtu ini. Halaaah lebaynya Na. Baiklah, September seperti jadi bulan istimewa untuk beberapa orang tercinta Na. Mulai dari B'Day Ibu di awal September, menyambung bahagia Ibu, giliran abi yang b'day beberapa hari kemudian giliran Kak Acha yang b day. Semuanya serba sederhana dan jauh dari kesan hura-hura#padahal mah emang lagi kere juga.

Ultah Ibu cuma ngumpul keluarga, makan kue tar itu ajha. Makanya Ibu bilangnya "Acara Keluarga". Lengkap kan soalnya, eee tappi belum lengkap juga belum ada cucu yang ketiga soalnya. Ultah yang kedua, ultah Abi. Dari beberapa hari sebelum hari H udah direncanain mau kemana gitu kan? Kalau orang kan yang romantis-romantis gitu kan dinner gitu ya, tapi kita tidak sodara-sodara. Apakkah kita g romantis juga mungkin ya?#bia jho yang jelas api asmara kita akan terus membara meskipun tidak ada lilin, tidak ada mawar merah, tidak dengan wine. Lantas kemanakah anak muda ini menghabiskan hari bahagia itu? Ahaaa, jawabannya tentu saja pusat permainan keluarga dan tempat makan.

Jaringan Majalah Dinding (Mading) Online Sekolah Indonesia

Jaringan Majalah Dinding (Mading) Online Sekolah Indonesia

Saturday, September 10, 2011

Happy B'day Mom



Sebenarnya tulisan dari kemarin-kemarin sudah merajuk pengen disambangin, pengen dieksekusi, tapi apa daya tangan tak sampai#pendeeek tangan nya kali, hihihih. Ups sampe ulang tahun Ibu pun sempat ngepost nya baru sekarang. Padahal udah berlalu beberapa hari, tepatnya 1 September 2011. Ini ulang tahun Ibu yang ke-52, semua yang baik-baik Na hadiahkan lewat doa untuk Ibu.

Sunday, August 21, 2011

Buka Bersama Alumni Spandusa Pekanbaru (1432 H)

Kena hujan berbasah-basah
Setelah hujan pelangi tiba
Meskipun sudah belasan tahun berpisah
Namun ukhuwah tetap terjaga

Hihihi, inilah gambaran hubungan persahabatan yang tetap terjaga dengan teman-teman Alumni SLTPN 21 Pekanbaru. Alhamdulillah Sabtu kemarin (20 Agustus 2011) kita ngadaian buka bersama. Jauh-jauh hari sudah di rapatkan di FB, canggih sekarang rapatnya di FB, muali dari mencari tanggal, tempat sampai menu yang akan disantap.

Terima kasih terlebih dahulu untuk Ika Rachmadini dan Agus Tomi yang sudah bersedia mengkoordinir acara#salut buat Ika, meskpiun harus tekor ratusan ribu ya say. Hihihi udah di pesan Ika tahunya meja ujung pesan lagi minuman dan ada pula yang pesan Dauble Chicken, hihihi. Pada awalnya Na udah sedih ngak bisa ikut karena memang jadwal siaran kebetulan Sabtu malam minggu itu. Alhamdulillah minggu lalu jadwal berubah, jadi Sabtu Na libur. Asiiik, jadi bisa ikutan Buka Bareng.

Pagi Sabtu, cuaca Pekanbaru sedikit kurang baik, mendung, menjelang siang hujan. Waduuuw bisa kacau ini acara, tapi alhamdulillah sore hujan sich cuma gerimis sedikit lalu reda. Alhamdulillah lagi teman Na nova udah sampai di rumah, jadi Na bareng Nova perginya.

Sampai dia tempat acara Feskul beberapa teman udah pada dateng. Biasa, berkangen-kangen ria dulu. Menjelang berbuka semakin rame dan tibalah waktu berbuka. Lepas makan, cerita dilanjutkan, berkangen-kangenan dilanjutkan. Wajar ajha Tamat SMP Na tahun 2001, udah belasan tahun. Tetapi biasanya dengan teman-teman ini terkadang jika ada acara kita selalu ngumpul, rame-rame perginya.

Lepas acara berbuka, kangen-kangenan, sholat magrib, narsish-narsisan lalu kita sambung ke MTQ. Secara itu kan malam minggu. Sesampai di MTQ, biasa dech seperti tahun lalu ketika buka bersama. Ngeliat orang main kembang api, lalu beli, foto-fotoan tetap dilanjutkan. Yang narsish-narsis juga, yang main me**** ya main juga, main kembang api main kembang api juga, cerita ya cerita juga. Seruu pastinya lihat perang-perangan mer***.

Jam 21:30 beranjak meninggalkan MTQ untuk kembali ke rumah. Meskipun penat tapi senang. Teman-teman Spandusa emang cihuy mahuyyy.

Upload BB by Agus Alfiandri

Sunday, August 14, 2011

Bubur Canil Rosalinda

Hayyyyaaah, dah beberapa hari puasa baru kali ini setor makanan. Setrap, push up#ooo jangaaaanlah kakak, puasa ni hah. Sebenarnya ini bukan Na buat untuk berbuka, udah beberapa bulan yang lalu tapi masih mengantri dalam daftar tulisan, maklumlah tulisan ni berebut mintak dituliskan, makanya baru kali ini sempat mempost Bubur Canil Rosalinda.

Baiklah, baiklah Bubur Canil Rosalinda ini gampang banget buatnya. Nah loe kenapa rosalinda? kenapa ngak mariabellen gitu ya? Wkkwkwkw, karena kan dalam telenovela rosalinda tuw dia sukak pakai rok yang warna-warni persis warna bubur canil yang na buat ini.

Enak juga kali ya kalau buat canil rosalinda ini buat teman berbuka, let'go, dapurrr aku merindukanmu. Sambut aku dengan senyummu. Bahannya sama ajha dengan bubur canil biasa, hanya saja adonannya dibagi beberapa buah dan ditambah setetes pewarna (sikit bangetlah pokoknya) sesuai selera. Na pakai kuning, merah dan pasta pandan.

Ini penampakan Bubur Canil Rosalinda nya :)#ambilnya pakai kamera handphune, camdig Na jalan-jalan kemarin tuw ke rumah Ibun.


Tuesday, August 2, 2011

Safari Ramadhan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru 1432 H

Alhamdulillah setelah beberapa hari ini melaksanakan ibadah puasa, semangat masih membara. Hanya semangat menulis di ISI yang berkurang minggu belakangan. Terakhir mengikuti Blog Competition "TOYOTA TRIPLE AMAZING RIAU". Waktu memang sangat cepat berlalu. Hari ini saja sudah masuk di hari ketiga Ramadhan.

Alhamdulillah di Ramadhan kali ini mendapatkan kesempatan untuk meliput jalannya Safari Ramadhan Pemerintah Kota Pekanbaru. Malam tadi saya beserta tim dari Radio Bharabas 97.5 FM meliput jalannya Safari Ramadhan di Mesjid Baitul Hamdi, Jl. Teluk Leok/RGM RW.3 Kel. Limbungan Kec. Rumbai Pesisir. Acara dilangsungkan dengan berbagai agenda. Dimulai dari sekapur sirih dari pengurus mesjid yang menekankan penangan banjir yang harus dilakukan karena daerah ini rawan bajir. Pada kesempatan yang sama, Penjabat Walikota Pekanbaru Bapak DR. H.Syamsurizal, SE, MM juga mengatakan Pemerintah Kota akan berupaya untuk membantu penanganan banjir di lokasi tersebut. Selain itu Bapak DR. H. Syamsurizal, SE.MM juga menghimbau warga RW.3 Kel. Limbungan Kec. Rumbai Pesisir untuk memperbanyak ibadah di Mesjid dan melakukan gerakan Cinta mesjid.

Dalam Safari Ramadhan Pemko Pekanbaru 1432 H kali ini juga diserahkan bantuan kepada Mesjid Baitul Hamdi berupa uang tunai untuk pembangunang mesjid senilai 15 Juta Rupiah dan 5 uta Rupiah untuk Anak yatim dan kaum Dhuafa. Bantuan juga berupa 10 Alquran dan jam dinding.


Sunday, July 10, 2011

Pengantin Amplop


Jika mendengar kata-kata pengantin, mungkin yang terbayangkan oleh kita adalah sepasang manusia yang berbahagia, tapi ini tidak berlakun untuk pemikiran Na. Pengantin yang satu ini tidak sepasang, tidak dewasa (eh belum dewasa lah gitu tepatnya), tidak sanggup memberi nafkah lahir apalagi batin kepada lawan jenisnya (soalnya baru mampu memberi makan hamster yang selalu na bilang "mancik kecil"). 

Tuesday, July 5, 2011

Yu'A si Adik Baik

Bolu Karamel pemberian Yu'A
Yuhuuu, akhirnya bisa juga menjejakkan kaki di sini, ooow tidaaak saya berdusta ternyata. Hanya jemari-jemari imut yang menjejakkan keyboard-keyboard ini. Waah rasanya sudah sangat lama Na tidak menorehkan tinta virtual di ISI ini, sampai ada yang tecari-cari postingan Na. Hehehehe. Sudah bersawang ISI ini sepertinya. Sampai Na tidak peduli alexanya yang loncat indah, tetapi PR naik sedikit walaupun ngak bisa dapetin PR 3 Kayak yang lain, setidaknya PR 2, lumayanlah. 

Wednesday, June 22, 2011

Selamat Ulang Tahun Pekanbaru ke 227

Alhamdulillah hari ini kota tercinta Pekanbaru merayakan hari jadi yang ke 227. Sebagai masyarakat Pekanbaru Na memiliki kebanggaan tersendiri untuk kota yang satu ini. Tidak saja karena Na memang dilahirkan di kota ini tetapi karena prestasi kota ini yang menurut Na sangat luar biasa. 

Monday, June 20, 2011

Ultah Sederhana Dengan Makna Yang Luar Biasa

Alhamdulillah, sudah ada di usia seperempat abad. Banyak senang, sedih dan macam-macam hingga pencapaian usia seperempat abad ini. Tidak lupa terima kasih kepada Allah, kepada teman-teman dan juga semuanya yang sudah menjadi bagian dari hidup Na. Merdekaaa#laaaah kok.

Thursday, June 16, 2011

Hitam Putih, Tidak Sekedar Hitam dan Putih Saja

Yuhuuu, Jumat sudah ini ya. Kemarin melihat GA di blognya mas Gaphe (Gaphe Bercerita). Ada postingan mengenai Oleh-oleh dari Bali yang berupa buku Hitam Putih karya Mbak Rifka. Ini merupakan GA ke 3 dari mas Gaphe untuk merayakan ultah blognya yang ke-1. Walaupun post nya agak dipenghujung-penghujung gitu tetapi belum terlambat. Mau ikutan, makanya postingan kali ini Na kasih judul Hitam Putih, Tidak Sekedar Hitam dan Putih Saja.

Tuesday, June 14, 2011

25 Tahun Dalam Cinta dan Kasih Sayang

Alhamdulillah hirabbil Alamin, tuhan masih kasih Na nafas hingga usia 25 tahun. Usia yang tidak bisa dibilang muda lagi. Entah mengapa Na ngak pernah takut menghadapi satu kata "Tua". Tua buat Na suatu kehormatan dan tantangan untuk membuat hidup lebih baik lagi.

Sunday, June 5, 2011

Seberat Tiga Ton

Hah apa-apaan ini seberat tiga ton? Huah, seperti itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan hari Na semalam. Meskipun berat syukur alhamdulillah bisa terlalui dengan baik. Legaaaa. Diawali dari Sabtu yang cukup menyita waktu juga. Mulai dari siaran pagi banget jam 7 teng teng teng sampai jam 2 siang. Lepas siaran menghadiri resepsi teman es em peh. Pulang resepsi lanjut masak karena malamnya ada KU-KA di rumah. Otomatias ngak pakai tidur siang, huaaa, ngantuuuk, ngantuk, ngantuk. Malam minggu? Ya kan KU-KA jadi agendanya yasinan sama makan dan kumpul-kumpul sampai jam 12-an malam baru tidur. 

Monday, May 30, 2011

Sate Ceker

Sate Ceker, aneh memang kedengarannya. Ini kali pertama na makan sate ceker. Ngak sengaja, sama sekali ngak sengaja. Seperti biasanya kalo malam itu sibuk ketak-ketik di depan laptop, ntah hapa-hapa ajha, pokoknya semua ditulis (Itulah si Neyna, terkadang jaleh terkadang indak jaleh). Nah tengah asik-asik nulis gitu, bunyi tenot-tenot tenot. Si adek-adek yang di luar buru-buru manggil "Sateeee" udah mirip kayak orang paduan suara ajha tuw anak-anak. Eee rupanya yang dipanggil bukan sate, wkwkwkkw. Ternyata kacang habuih a.k.a kacang rebus...Na ketawak-ketawain mereka setelah salah seorang dari mereka mengatakan " EeEe kiro kacang abuih dank"

Sunday, May 29, 2011

Live Reeport dan Award


Ini award dari dek Noeel Loebis

Yuhuuu, siang Pekanbaru seperti biasa, panas membara...Tapi nanti sajalah kita bicarakan panas ini dan aktfitas hari ini. Kita mau bicarain dulu award dari dek Noeel Loebis. Ini award yang diberikan adek Noeel Loebis di ulang tahunnya yang ke-23. Kemarin si adek yang satu ini getol banget nulisnya. Eee betewe flyover jalan-jalan ke sekre, Selamat ultah untuk dek Noeel, wish you all the best adek yach, semoga sukses dengan skripsinya.

Orait kita langsung ajha ke live reeport. Benar-benar live reeport yang melelahkan hari ini. Cuapek, lemas dan panas. Ya tuhan semoga Na tetap diberi ketabahan untuk menjalani ini semua. Sudah pagi-pagi kita ke sana ternyata salah lokasi dan kurang kordinasi dengan pihak EO nya. Sudah mutar-mutar pasar, berkeliling-keliling sampai ke pasar sayur, pasar ikan trus ke tingkat atas, menengah dan bawah kok Tidak Ada. Terus otak terus berputar, meskipun pulsa terbatas tetapi tetap saja berusaha menelepon pihak EO untuk menanyakan dimana lokasi pastinya, aaaach tidak. Ternyata tidak aktif. Telepon ke kantor menanyakan nomor telepon lainnya, coba telepon ternyata aaaach tidak aktif juga. Pening dech Na mau hubungin siapa. Telepon, sms sana sini. Akhirnya, bang Ali membalas sms. Tengtereng-tereng, balasan sms yang menenangkan. Dia mngirimkan nomor handphonenya putera, SPB di acara yang bang Ali tanggung jawabi untuk "Sekolah". Coba telepon, eee ternyata si mas ini juga SPB untuk di pasar. Yeyeyeye, asiiik nyambung. Trus Na tanya eee, mak eee ternyata acaranya dipindah ke Pasar lain. Sampai malam juga mutar-mutar di pasar yang satu itu ngak bakalan ketemu tuw event. Bergegaslah kita ngebut. Kalo iklannya di tv udah koyak-koyak tuw baju kita. Bibir kita dower-dower tuw dah, tetapi kita tidak peduli. Yang kita pikirkan hanyalah bagaimana bisa secepatnya sampai di lokasi.

Alhamdulillah lega, bisa sampai dengan semangat di lokasi. Bekerja, habis itu lemas. Mencari makanan pusing-pusing sana-sini. Katanya si ayank mau makan seafood, ee tapi katanya cari tempat makan seafood yang ada nasinya. Maaak oi, kemane nak dicari itu, padahal kan kalo seafood itu biasanya banyaknya malam, itu baru siang gitu. Akhirnya ujung-ujungnya ke ampera 7000. Nendang habis kan itu ya? Ya sudahlah ndak apa. Yang jelas perut kenyang, dan kembali bertenaga untuk kembali menlajutkan siaran. Ach, live reeport yang berat sekali seberat lima ton. Fiiiiiuh.

Thursday, May 26, 2011

Cake Tape Singkong Berkismis Kukus

Pekanbaru lagi senang-senangnya diguyur hujan, karena rata-rata hampir setiap malam hujan. Tahu sendiri donk kalau udah hujan perut laparnya oh mama oh papa dech pokoknya. Karena itulah Na harus mencari cara menjelajahi rumah teman-teman Na untuk mencari makanan-makanan lezat tetapi buatnya yang mudah dan murah. Langkah Na terhentilah di Just Try and Taste.

Setelah celingak celinguk, mencari-cari resep yang sesuai dengan yang dimau, akhirnya jari untuk mengklik terhenti di Cake Tape Chococip di sana. Tink...tink...tink...tiba-tiba otak na terputar-putar karena mendadak pengennya kismis. Kismis selain lezat juga memiliki banyak manfaat. Karena itulah, ahaaaa Na jadi pengen menggantinya dengan kismis si choco chipnya. Koment di postnya si mbak, tapi kata si mbak kismis mungkin lebih bagus kalo di panggang. Mmm iya pulak ye.

Hari Minggu ketika liputan di pasar mengingatkan diri untuk membeli tape singkong. Di pasar pertama, lupa beli nya. Di pasar kedua pasar Sail lupa juga beli tape nya. Dua minggu selera tertahan. Pasar ke tiga pasar pagi arengka, bener-bener mengingatkan untuk beli tape, alhasil tape terbeli. Beli dua bungkus, sebungkusnya dua ribu saja. Banyak, sebungkusnya 3 gram gitu.

Tarra, akhirnya terbuat juga tuw cakenya. Untuk yang pengen lihat resepnya langsung ajha ke Just Try and Taste. Berhubung dikukus lebih praktis dari pada dibakar dan waktu Na membuat itu tidak banyak akhirnya Na buat yang kukus ajha.

Sambil inet-an makan cake dolo


Tuesday, May 17, 2011

Kakak Menor

Kaget Na tiba-tiba pas bude bilang "Kakak menor". Sedich Na tiba-tiba, mendadak shock, pengen pingsan. Tiba-tiba saja Na pengen teriak dan berkata "What" ke bude. Tapi dasar Na yang manis ini hanya bisa tersenyum sambil menunjukkan wajah tidak mengerti.

Soalnya yang Na tahu menor itu dandanan. Pake lipstik tebal-tebal dengan warna yang ngejrenk, pakai bedak tebal-tebal, blush on dan lainnya yang serba lebih. Padahalkan Na tuw jauh banget dari yang gituan. Orang Na kalau dah pulang siaran ndak ada pakai apa-apa. Lepas sholat jangankan pake serba berlebih gitu pakai bedak pun tidak. Makanya Na kaget ajha pas bude bilang kakak menor.

Sadar Na tidak mengerti bude lantas menjelaskan menor yang dia maksudkan. O alah, ternyata yang bude maksudkan itu ya karena Na yang sudah rada gemukan sehingga semuanya jadi serba besar kelihatannya. O em ji, apakah itu perkataan halus dari bude yang menyiratkan kalo Na itu gendut sekarang. Ya tuhan, harus rajin olahraga ni Na nya. Berenang...hicks ntah kapan-kapan bisa berenang, sibuk taruih. Sampe olahraga terabaikan. Yoga pun udah ngak pernah.

Saturday, May 14, 2011

Mengejar Prestise Demi Tetap Eksis

Terkadang kita melakukan berbagai hal demi untuk mengejar prestise. Itulah yang ada di benak Na ketika beberapa hari yang lalu melihat suatu fenomena. Anak muda, mengapa anak muda? karena mereka inilah yang selalu ingin terlihat sempurna. Ya katanya biar tetap eksis gitu. Prestise terkadang mengaburkan kebutuhan yang sebenarnya dari kita.

Lantas, apa yang Na lihat banyak dari anak muda ini yang mengejar prestise demi tetap eksis. Terkadang mereka mengejar sesuatu ini hingga rela berhutang yang penting gaya. Rela makan hanya sehari demi BB yang selalu di tangan. Padahal BB nya cuma buat BB-an saja tidak lebih dari itu. Berlagak bak eksekutif muda (sihiy, BB di genggaman anytime). Ini baru satu contoh. Ada lagi yang rela ngutang demi kawat gigi. Ya entah kapan mulainya kawat gigi ini menjadi trend yang tidak terkalahkan. Mungkin saja untuk mereka yang mengedepankan prestise biar dech makan sehari sekali asal bisa beli kawat gigi trus bisa ngeksis di foto profil FB.

Sedapat mungkin kita membeli segala sesuatu disesuaikan dengan kebutuhan bukan karena ikut-ikutan atau agar bisa terlihat eksis. Menyesuaikan dengan kebutuhan berarti meminimalisir kemubaziran. Karena Ketika kita butuh segala sesuatu yang kita penuhi akan termanfaatkan dengan baik. Selalu berharap tidak tergoda dengan keindahan semu yang ditawarkan di luar sana.

Saturday, May 7, 2011

Miskin Ide Atau Miskin Peminat

Dua hal inilah yang selalu terbayangkan oleh saya tatkala melihat tayangan musik dan juga menonton tayangan televisi beberapa waktu yang lalu. Semua acara merupakan acara dewasa. Lantas kemana perginya tayangan anak-anak seperti yang sering saya saksikan ketika belasan tahun yang lalu?

Jika sekarang tayangan didominasi oleh tayangan percintaan beda halnya dengan dahulu. Program anak begitu mendominasi. Mulai dari program sains, program musik ataupun sinetron dan cerita anak yang sarat akan nilai positif. Entah saat ini program seperti itu tidak diminati lagi atau karena memang ide kreatif untuk membuat program semacam itu yang surut bak air laut.

Tidak mudah memang membuat program anak. Perlu kreatifitas yang besar, karena alih-alih membuat program yang baik, jika tidak diminati oleh anak-anak program ini sama seperti ruang hampa saja. Program kreatif ini juga mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, disajikan sederhana namun memiliki space khusus di pikiran anak-anak serta mengena. Lantas dengan cara apa menghadirkan program-program yang memiliki nilai ini?

Peranan orang tua harus besar dalam mengontrol tayangan yang ada. Jika dirasa tidak baik untuk anak lebih baik tidak ditonton. Slogan Matikan Tivi Mu pun layak kita terapkan pada saat sekarang. Namun haruskah orang tua mencari rekaman tayangan yang berkualitas di masa dahulu? Mengubek-ubek kembali gudang tua untuk menemukan tayangan yang berkualitas kembali? Atau membangkitkan kembali program-program seperti belasan tahun yang lalu yang setiap Minggu nya selalu ditaburi anak-anak berani dan kaya ide di televisi? Bernyanyi, membaca puisi, cerdas-cermat bahkan drama dan membuat kerajinan ala mereka. Sederhana, lugu dengan kekhasan anak-anak mereka.



Yang Muda Yang Berbahagia

Hayyaaah, bah hayya ini judul postingan sayyah yach. Tetapi bener kan, yang muda yang berbahagia, bukan berarti yang tua ndak bahagia lho. Yihaaaa, malam minggu. Rasanya agak sedikit bebas dari aktifitas dan juga rutinitas yang biasanya. Bisa sedikit rileks, ye ye ye ye ye. Dooow maaak seperti bebas dari dalam kerangkeng saja sayyah ini. Ndak apalah.

Malam ini mau ngumpul di sekre Blogger Bertuah dulu. Sudah lama ndak jumpa dan ngumpul sama blogger, tukar pikiran, makan-makan (itu agenda utamanya). Sebelum ke sekre bakal singgah dulu kayaknya di mall yang dekat rumah mau beliin pesanan Bumil yang pengen pezza. Semoga ngak macet semoga ngak ngantree. Aamiin.

Mmm, bahagia bisa lihat angka di atas 1000 dua hari ini. Hasil kerja keras bersama kekasih hati untuk rumah baru yang sudah sampai 1 K (semangat terus kita ya bi, biar bisa naikan target 2 K minggu depan). Kemarin abi targetnya cuma 100 Na malah bilang ndak ketinggian bi? eee baru jalan sehari langsung naik ke angka 400, abi cuma bisa senyum-senyum. "Ngak ketinggian kan Bundo?", katanya. Intinya untuk hal baik dan hal baru itu harus semangat, harus yakin. Pasti bisa. Senang rasanya kerja keras dapat hasil segitu, Alhamdulillah.

Kenapa yang muda yang bahagia? karena anak muda itu harus bahagia. Masih penuh dengan ide-ide segar, kreatifitasnya masih tinggi, semangatnya masih full (bukan kanda Zaiful Anwar) lho...Masih kuat begadang sampe jam 2 dini hari...jadi sudah sepantasnya bahagia. Bisa kumpul-kumpul lagi kalo malam minggu gini, tukar pikiran, tukar ilmu di dunia blogging. Habis ngumpul di sekre lanjut KU-KA (yasinan, kumpul keluarga besar). Ye ye ye ye, entah kenapa menjadi senang sekali dengan dunia yang satu ini. Menulis, blogwalking itu semua kegiatan yang menyenangkan. Selamat Malam minggu...

Wednesday, April 27, 2011

Pekanbaru Expo 2011

Pekanbaru Expo 2011 kembali di gelar di kota Pekanbaru. Bertempat di Arena Purna MTQ Pekanbaru Jalan Sudirman, Rabu, 27 April 2011 pembukaannya dilakukan oleh wali kota Pekanbaru Herman Abdullah. Pekanbaru expo ini akan digelar hingga tanggal 1 Mei 2011 mendatang. Expo kali ini diikuti oleh puluhan pengusaha. Tidak hanya dari Pekanbaru, pengusaha dari luar daerah Pekanbaru juga ambil bagian dalam kegiatan yang diadakan menjelang perayaan hari ulang tahun kota Bertuah ini.

Tidak hanya pengusaha yang dapat mempromosikan usahanya dalam kegiatan kali ini karena Pekanbaru Expo 2011 ini juga diisi dengan kegiatan seni "Parade tari serumpun". Malam ini disajikan parade tari dari daerah Balik Papan. Berbagai stand mulai dari industri menengah hingga mitra binaan dari perusahaan-perusahaan besar hadir di sini. Event Pekanbaru Expo ini merupakan event rutin yang selalu digelar bersempena dengan perayaan hari ulang tahun Kota Pekanbaru yang pada tahun ini akan memasuki usia 227. Pekanbaru Expo 2011 ini juga sebagai ajang memperkenalkan daerah kepada masyarakat.

Jangan lupa untuk menghadiri Pekanbaru Expo 2011 ini karena banyak sajian istimewa di sini dan banyak barang dengan harga-harga yang murah dan khas di tawarkan di sini. Mulai dari mainan anak-anak hingga baju dan lainnya dan tidak ketinggalan makanan.

Pasar Tradisional di Tengah Hempasan Pasar Modern

Akankah pasar tradisional ditinggalkan orang seiring waktu yang berjalan? Saya rasa tidak. Ada suasana berbeda yang kita rasakan ketika memasuki pasar tradisional dibandingkan pasar modern. Lantas di tengah kerasnya gelombang modernisasi akankah pasar tradisional mampu bertahan?

Jika kita tanyakan kepada generasi mungkin, mungkin mereka akan memilih berbelanja di pasar swalayan, super market atau mungkin hyper market. Hal ini dikarenakan mereka lebih suka segala hal yang praktis. Jauh dari becek dan juga bau pasar. Selain itu terkadang mereka cendrung mengedepankan gengsi. Ada anggapan jika mereka tidak berbelanja di distro atau butik ya minimal departemen store maka mereka tidak gaul. Apalagi untuk urusan pasar tradisional, bisa-bisa dicap kampungan oleh teman-temannya. Namun lain halnya jika yang berurusan ke pasar ini adalah Ibu-Ibu atau Bapak-Bapak kita. Agaknya mereka masih lebih tertarik untuk merasakan atmosfir pasar tradisional yang sangat berbeda dengan pasar modern.

Nah, kembali ke pertanyaan, akankah pasar tradisional mampu bertahan di tengah hempasan pasar modern? Dengan bangga saya bisa berikan prediksi bahwa pasar tradisional tetap akan mendapatkan tempat dan akan mampu bertahan. Ada beberapa hal yang menguatkan keyakinan saya akan hal ini.

Pertama
Pasar tradisional menjanjikan harga yang jauh lebih murah dari pasar modern. Sudah bukan rahasia umum lagi jika masyarakat kita cenderung mencari harga yang lebih murah. Harga di pasar modern bisa lebih murah dikarenakan pedagang tidak harus menyewa tempat dan juga membayarkan pajak sebesar yang dikeluarkan di pasar modern. Apalagi untuk pasar induk biaya jauh lebih murah lagi karena langsung dari tangan pertama.
Kedua
Pasar tradisional memiliki keterikatan sosial yang kuat antara pedagang dan pembeli. Hal ini dikarenakan dalam proses jual beli di pasar tradisional melibatkan proses tawar-menawar harga. Dari kegiatan yang satu inilah antara pedagang dan juga pembeli terjadi proses saling kenal. Minimal dalam proses jual beli yang dilakukan antara pedagang dan juga pembeli saling mengetahui kampung halaman, walaupun hal ini tidak mutlak dialami oleh setiap penjual dan pembeli.
Ketiga
Menumbuhkan jiwa sosial. Rasa sosial yang ditimbulkan juga semakin besar tatkala hadir rasa iba. Pedagang di pasar tradisional berasal dari kalangan yang beragam. Mereka kebanyakan tidak memakai seragam dan juga berdandan apik seperti di pasar modern. Jiwa sosial kita akan semakin besar jika kita berbelanja ke pasar tradisional. Dengan begini kita dapat melihat berbagai sisi kehidupan yang ada di tengah-tengah kita. Membuka mata dengan berbagai kondisi, tidak hanya melihat hal-hal yang indah saja.

Friday, April 22, 2011

Pulut Merah dan Pisang

Ahay, kemarin Ibu balik dari Sumatera Barat membawa pulut. Tetapi pulutnya berwarna merah. Ya senada kalau berasnya beras merahlah gitu. Kalau di kampung Na paling sukak sarapan pake pulut merah. Tahu banget jarang-jarang makan yang kayak begituan, sampe di kampung pagi-pagi Na sudah bilang mau pulut merah sama Pakwo. Hihihi, sudah bisa ditebak, Pak Wo langsung membelikannya ke lapau (kedai). Mmm, kalau rasa ya beda sedikit dengan rasa pulut putih, lebih legit. Nah Na makan pake pisang, enyak..enyakkk...


Proses pembuatannya sama dengan pulut putih (ketan). Terlebih dahulu pulutnya di rendam trus di kukus, setengah matang taburi dengan sedikit air garam. Setelah matang ditaburi kelapa parut.

Wednesday, April 20, 2011

Bukan Kartini-Kartinian

Postingan khusus dalam rangka hari Kartini 21 April 2011. Selamat hari Kartini 2011 untuk semua Kartini modern. Bukan Kartini-Kartinian Na tuliskan untuk semuanya. Dulu Kartini berjuang memakai kebaya dan dengan segala kelembutannya. Sekarang Kartini tidak harus berkebaya setiap hari dan bersanggul. Semangat Kartini yang perlu kita teruskan, mensetarakan antara wanita dan pria dan tetap berjalan di koridor kewanitaan yang dimiliki. Barusan baca email, dengan pesan "Super Woman sekarang ya kita". Sepakat, wanita harus menjadi superwoman. Superwoman untuk keluarga, bangsa dan negara.

Wanita tidak hanya memikirkan dapur, sumur, kasur. Lebih dari itu wanita harus bergerak maju dan setara dengan pria. Jangan ada lagi diskriminasi terhadap wanita pada zaman sekarang. Wanita juga harus cerdas untuk menyikapi perkembangan zaman. Berani berkata tidak untuk hal yang tidak baik dan berani berjalan di depan untuk pembaharuan ilmu dan teknologi.

Kartini sekarang pun tidak harus hanya bisa berdandan cantik, tapi lebih dari itu kita diharapkan cantik dari segi akhlak dan juga ide. Kartini yang benar-benar bisa membebaskan diri sendiri dari belenggu-belenggu penjajahan lelaki dan ego. Kartini yang berjiwa besar dan halus budi. Kartini yang sennatiasa memberikan senyum manis dan solusi dalam setiap permasalahan.

Selamat Hari Kartini 2011

Sate Padeh



Sate Padeh, itulah yang awalnya diperkenalkan temannya yang baik hati, tidak sombong dan besar banget Chandra Kirana. Dulu Na panggil dia Raksasa, habis itu berubah jadi Giant, habis tuw berubah lagi jadi Gadank. Panggilan yang terakhir ini yang bertahan lama. Awalnya dia sukaa banget menulis status fb dengan kata-kata "sate padeh i'm coming". Awalnya Na sama sekali tidak tahu sate padeh apaan. Yang Na tahu sate padeh ya sate yang tidak manis seperti sate madura, ya kayak sate-sate Padang biasa gitu. Tiap seminggu sekali Chandra Kirana temanna yang dulu gila update status itu selalu makan sate padeh itu dan selalu buat status yang buat orang ngiler gitu. Suatu waktu Na komment bilang gini "makanlah surang, ndak ngajak-ngajak dow yo" kalau Indonesianya "makanlah sendiri, tidak ngajak-ngajak ya". Karena emang dia tuw baik hati kan (padahal kalo ditulis baik hati biar diajak lagi tuw) dia malah bilang "bilo wak makan sate padeh Naya?, bisuak yo Chan jampuik". Kalau tidak salah itulah awal Na ketemu makhluk besar itu. Kopdar gitu sama si gadank.

Diajak ke Sate Padeh, ternyata tidak begitu jauh dari rumah Na. Tepatnya di Jalan Delima Pekanbaru, di ruko gitu. Kalau masuknya dari Panam, sate padehnya sebelah kanan, tapi kalau lewatnya dari Srikandi, Lobak, maupun Melati sebelah kiri sate padehnya. Baca ajha di gerobaknya ada tulisan "SATE PADEH". Sampai di sana si gadank memesankan sate padeh 2 porsi dan teh botol 2 porsi juga. Tidak lama satenya datang. Dengan santainya makhluk besar nan ramah itu memulai menyantap sate padeh. Kalau Na? Suapan pertama? aman, suapan kedua? aman juga, suapan ketiga? ONDE MANDE, padeh nyo lai (pedas banget). Secepat kilat Na menyambar teh botol itu, sementara si gadank malah tertawa geli melihat Na kepedasan. Na memang terlahir dari Ayah dan Ibu yang berasal dari Sumatera Barat tapi kalau pedas banget Na terus terang tidak tahan. Lama banget Na menghabiskannya. Tetapi sodara-sodara, si gadank malah nambah pesan setengah porsi untuk dia (Oh My God). Akhirnya sate itu habis juga Na santap, dengan mengetepikan kuah-kuahnya. Sebenarnya setelah beberapa kali mencicipi tidak pula terlalu pedas, mungkin pas pertama makan itu Na agak sariawan.

Nah, itulah sekilas dua kilas pengalaman pertama makan sate padeh yang ngetrend di kota tercinta Pekanbaru. Boleh di bilang makanan ini hanya ada di Pekanbaru. Sate Padeh a.k.a sate yang pedas seperti sate biasa namun untuk pedas emang lebih pedas. Nah, karena yang pedas-pedas itu identik dengan Minang, jadilah orang kalau menyebutkan pedas, lebih enak bilang "Padeh". Jika ditanya soal harga? standarlah ya, paslah untuk kantong anak-anak muda model kita-kita ini. Kalau makan sate padeh di tempat ini juga tersedia kudapan seru, seperti kerupuk kulit a.k.a karupuak jangek, kerupuk jengkol a.k.a karupuak jariang dan tempe goreng badaruak.

Kemarin makan lagi di Sate Padeh tetap barengan sama si gadank. Tapi di sms si gadank buat gini "Siap makan sate padeh ado sesi curhat kan?". Kawan Na yang satu ini lagi agak bingung, agak down. Jadilah kita makan sate sambil curhat, sampe curhatnya dilanjut sampe ke rumah. Pesanan di sate Padeh:

Sate 2 porsi setengah
Karupuak jariang 5 bungkus (ganas)
Teh botol
Teh Es
Total 38Ribu.
Aksi si gadank menyantap sate padeh

Jadi kalau berkunjung ke Pekanbaru jangan lupa makan sate padeh, dan siap-siap untuk hu-hah hu-hah kepedasan.

Tuesday, April 19, 2011

Seleksi Alam Dalam Blog

Hal baik yang hadir hari ini tidak terlepas dari yang namanya seleksi alam. Lantas apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan seleksi alam. Menurut wikipedia dalam teori evolusi, seleksi alam diartikan sebagai
Teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing mempertahankan hidupnya.
Hal di atas tidak hanya terjadi dalam persaingan dunia nyata tetapi juga terjadi pada dunia perblog-an. Buat Na pribadi teman-teman yang starting ngeblog sudah sangat cantik. Hal ini dikarenakan jauh di luar sana masih banyak orang yang sangat awam dengan blog. Blogger (panggilan untuk orang yang suka blogging) itu menurut Na kreatif, karena dapat menuliskan suatu hal yang bermanfaat, menorehkan tinta-tinta virtual untuk kebaikan atau mengumpulkan ide-ide indah untuk ditorehkan di blog dalam sebuah kalimat ataupun sebuah foto (ini khusus untuk yang memanfaatkan internet sehat dan tidak termasuk blog-blog yang senang memajang tulisan maupun gambar tidak senonoh). 

Banyak yang memulai blog, semangat berbagi dari awal hingga kini. Ada juga sebagian blogger yang semangat di awal lantas kendor ketika sudah berjalan sebulan tiga bulan. Ada lagi blogger yang hanya semangat membuat blog dan tidak memiliki amunisi lagi untuk meneruskan perjuangan ngeblognya dan memutuskan berhenti serta menamai diri sebagai mantan blogger.

Inilah yang Na maksudkan dengan seleksi alam dalam blog. Karena dari sekian banyak blog tidak akan semuanya yang sanggup bertahan di hempasan ide-ide kreatif yang terus mengguncang. Perlu niat yang kuat, perlu kesabaran, ketabahan dan juga kesenangan untuk hal yang namanya "blog". Di samping ngeblog juga perlu waktu. Tidak sedikit juga dari kita yang sibuk dengan rutinitas harian seperti sekolah, kuliah dan bekerja tetapi masih sempat untuk mengorganisir blog. Inilah yang namanya kemauan kuat. Sedapat mungkin mengatur waktu dengan hal-hal berguna. Orang-orang seperti ini pemikirannya saudah sangat maju. Barangkali di pikiran mereka-mereka, dari pada buang waktu dengan yang tidak berguna, mending menulis, walaupun tidak banyak yang ditulis tetapi setidaknya berguna untuk sebagaian orang atau justru malah untuk menuliskan segala beban berat lewat kata-kata santainya, yang jelas tidak menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. 

Menulis blog itu seni, makanya seiring waktu akan banyak yang terseleksi dengan senidirinya. Bagaimana tidak menghasilkan blog yang indah memerlukan jiwa seni. Menselaraskan warna, gambar, tulisan dan lainnya tidak bisa sembarangan. Sekali lagi salut untuk teman-teman blogger yang sudah dapat menghasilkan karya-karya indah. Blog juga dijadikan ajang silahturahmi. Kembali ke pengertian seleksi alam, biasanya mereka-mereka yang tidak sesuai dengan lingkungan nya akan terseleksi dengan sendirinya. Tidak semua blogger dapat beradaptasi yang baik. Banyak juga dari blogger yang sombong, angkuh dan ngak banget. Biasanya ada saja penilaian untuk mereka yang seperti ini. Tetapi bukan berarti blogger yang hanya memiliki follower sedikit tidak mampu beradaptasi dengan baik. 

Menurut Na lagi, masing-masing dari diri kita memiliki penilaian untuk suatu hal. Semakin kita menyadari hal-hal indah maka kita akan loloslah dari yang namanya seleksi itu. Dalam artian dengan ide cemerlang, semangat, ketabahan, rajin, disiplin ngeblog serta ramah tida pelit ilmu dan tidak sombong maka kita akan dapat bertahan. Sebaliknya juga seperti itu. Jika kita bertahan dengan hal yang kurang baik, siap-siaplah menuju kematian jiwa blog :)

Selalu ingat dengan nasihat kekasih: selalu rendah hati, tekun dan memiliki semangat dalam ngeblog ya bundo. Orang sukses di blog seperti blogger $ bukan langsung mendapatkan manis seperti sekarang. Niatkan yang utama ngeblog untuk berbagi, bukan ajang pamer kehebatan.

Saturday, April 16, 2011

Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari

Pagi. Meskipun raga belum terkumpul sepenuhnya akibat waktu tidur malam yang lagi-lagi tersita karena aktifitas yang menyenangkan. Bagaimana tidak Sabtu 16 April kita ngurusin seminar Mading Online. Sebagai informasi Seminar Mading Online ini sebagai rangkaian awal yang dilakukan oleh Komunitas Blogger Bertuah (blogger Pekanbaru) untuk pembentukan jaringan mading online. Seminarnya dilaksanakan untuk guru-guru TI dan juga Kepala Sekolah. Pembicara dalam seminar ini tentu saja orang-orang hebat dari ICTwatch internetsehat.org dan harian Tribun Pekanbaru. Siangnya dilanjutkan dengan acara Nobar film linimas(s)a dan diskusi film ini sampai jam 17.30. Letih? tentu saja belum. Karena kita semua punya waktu untuk pulang terlebih dahulu sementara tamu kita bisa istirahat sejenak. Lepas Magrib acara ngumpul bareng dilanjutkan di sekretariat. Banyak hal yang dibicarakan tentu saja mengenai dunia perbloggeran. Hidup Blogger!!!Jam 22.00 wib acara dilanjutkan dengan acara ngopi bareng. Waduw tentu saja Na udah deg-deg ser, maklum anak gadis gitu kan. Akhirnya telpon ayah bilangin yang sesungguhnya kalau malam ini pulang agak terlambat. Alhamdulillah diizinin. Salah satu yang na tangkap dari pembicaraan tadi malam ini adalah mengembangkan konten lokal. Apalagi mas-mas dari ICTWacth, Pakde BlontangPoer sukses banget dech ah ngomporinnya. Baiklah makanya pagi ini Na mau angkat informasi dari daerah Na namanya Danau Buatan (tetapi itu dulu) sekarang Bandar Kayangan Lembah Sari.

Bandar Kayangan Lembah Sari ini baru saja di launching oleh Bapak Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah (16 April 2011). Dahulu tempat wisata yang ada di Pekanbaru ini bernama Danau Buatan. Jika Anda pernah mendengarkan Festival Danau Buatan, ya acara itu diadakan di tempat wisata yang satu ini. Launching nama baru ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan juga pelepasan balon. Selain itu dalam rangka kegiatan launching nama baru menjadi Bandar Kayangan Lembah Sari digelar lomba pacu sampan.

Nama Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari ini diusulkan oleh tokoh Masyarakat Melayu Tennas Efendi. Filosofi Bandar Kayangan Lembah Sari sangat dalam. Kata "Bandar" dentik dengan kota yang relatif besar. Dahulu bandar lazimnya terletak di pinggir laut atau sungai karena itu lazim juga disebut dengan kota pelabuhan. Namun pada saat sekarang bandar lebih disebutkan untuk kota tempat melakukan berbagai kegiatan. Sementara kata "Kayangan" disebutkan dengan negeri di atas angin. Hal ini menggambarkan kota yang indah, nyaman, aman dan juga damai. Filosofi inilah yang diharapkan dapat mendatangkan kebahagiaan kepada siapapun yang datang ke Pekanbaru. Kata "Lembah" menunjukkan daerah yang kawasannya relatif rendah dari daerah sekitar. Filosofinya daerah ini akan mudah untuk diukunjungi. Kata "Sari" memiliki arti inti maupun pati atau saripati. Hal ini menggambarkan taman yang indah dan alami sehingga menjadikan bagian terindah dari alam.

Untuk informasi tambahan, Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari ini berlokasi di Limbungan kecamatan Rumbai . Tempat ini terletak lebih kurang 10 KM dari kota Pekanbaru dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bandar Kayangan Lembah Sari ini merupakan bendungan irigasi yang sangat indah dan dalam tahapan pengembangan sebagai objek wisata. Sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi acara. Selain itu di tempat ini juga kerapkali diadakan berbagai kegiatan, mulai dari lomba pacu sampan, festival lagu melayu maupun pentas musik dan perlombaan lainnya.

Thursday, April 14, 2011

Bom Cirebon

Sebuah bom meledak siang ini Jum'at (15 April 2011) di Mesjid Polres Cirebon. Bom meledak diduga merupakan bom bunuh diri yang dibawa oleh seseorang yang berada pada shaf kedua. Satu orang tewas yang diduga sebagai pelaku sementara 5 lainnya yang terdiri dari polisi terluka.

Bom Cirebon yang diduga bom bunuh diri diledakkan oleh seseorang yang menggenakan baju dengan warna hitam yang berada pada shaf kedua pada saat shlaat Jumat di mesjid tersebut. Radius ledakan mencapai 15 Kilometer.

Lagi-lagi peristiwa peledakan bom terjadi. Namun kali ini sangat ironi karena ledakan justru direncakan dilakukanpada saat sholat Jumat, dimana tengah melakukan ibadah. Miris lagi mendengar berita boom meledak ini. Semoga Bom Cirebon ini peristiwa terakhir yang terjadi di rumah ibadah.

Friday, April 8, 2011

Nasi Goreng Abon Cabe Ala Chef Bundo dan Alqa

Nasib dapat jadwal siaran pagi-pagi bener terkadang buat Na kelimpungan buat sarapan. Kalau tidak sarapan bagaimana bisa na melakuka aktifitas dengan baik sementara perut tepikik telolong. Untungnya di radio semuanya lengkap mulai dari penanak nasi, kompor, kuali dan lain-lain ada. Jadinya kan perut Na bisa tertolong. Sudah dua kali puasa dua kali lebaran#aduuuw malah nyanyi pula. Sudah dua minggu Na sama Alqa, tiap hari Minggu buat nasi goreng. Tetapi Na mau bagi resep nasi goreng abon cabe ajha ya.




Nasi Goreng abon cabe ala chef Bundo dan Alqa
Bahan:
Nasi matang (menanaknya sekalian di radio)
Bumbu nasi goreng siap saji
Telur (untuk dadar. dadar terlebih dahulu)
Abon cabe
Kerupuk

Bumbu yang iris
Bawang merah
Bawang putih

Margarin untuk menumis

Cara membuat:
panaskan margarin, tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi, tambahkan sedikit abon cabe, masukkan nasi hangat, beri bumbu nasi goreng cepat saji aduk rata. Angkat sajikan. Beri telur dadar + kerupuk. Beri taburan abon cabe di atasnya. Nasi goreng siap disantap. Gampang kan? cepat lagi buatnya. Alqa ajha bisa buatnya. Sarapannya dilengkapi susu si Alqa dilengkapi kopi.

Wednesday, April 6, 2011

Menumbuhkan Minat Menulis dan Membaca Melalui Blog

Ala bisa karena biasa. Rasanya pepatah ini benar-benar saya amini. Dahulu saya benar-benar tidak begitu menyenangi kegiatan membaca apalagi menulis. Namun sejak mengenal blog semuanya berubah. Awalnya kegemaran ini belumlah sebesar seperti sekarang walaupun saat sekarang saya belum bisa dikatakan sebagai penulis profesional. Tetapi setidaknya setiap hari saya masih menyempatkan diri untuk sekedar menulis, meluangkan waktu sekedar orat-oret blog lewat tinta virtual. Tiga tahun belakangan saya benar-benar jatuh cinta dengan blog dan internet. Kecintaan ini pun bukan tanpa alasan.

Awalnya kecintaan akan dunia maya ini ketika saya merasa segala sesuatu yang ingin kita cari, kita dengar dan kita lihat bisa didapatkan di sini. "Waw, alangkah pintarnya internet dan juga orang yang membuat blog ini", dahulu saya berpikir seperti itu. Mereka bisa merangkai informasi maupun kata-kata indah sehingga bisa dinikmati oleh orang banyak. Memang tidak dinafikkan dari internet juga bisa ditemui hal-hal yang negatif, tetapi pada saat itu benar-benar tidak terpikirkan untuk hal yang satu ini. Justru yang terpikirkan setiap harinya utnuk mencari informasi terbaru. membaca informasi-informasi bermutu dari teman-teman blog dan tentunya menuliskan hal-hal yang mudah-mudahan juga berguna untuk teman-teman lainnya.

Kian hari kebiasaan untuk membaca dan juga menulis seakan terpupuk karena ditunjang dengan failitas yang mendukung untuk mengakses internet. Ke depan kebiasaan baik ini akan saya tularkan kepada keponakan saya yang masih berusia 3 tahunan, mengajarinya mengenal kegiatan membaca dan menulis dan mengasahnya melalui kegiatan online dan mudah-mudahan sebelum memasuki bangku sekolah dasar sudah dapat mengoprasionalkan blog walaupun hanya sebagai ajang curhat dan bersilahturahmi dengan teman-teman blog.

Friday, April 1, 2011

Sumatera Barat dan Kenangan



Masih menyambung cerita indah beberapa hari di Sumatera Barat, kalau postingan pertama fokus ke acara seminar dan juga kopdar tapi kali ini mau ke acara jalan-jalannya. Eh ngak dink, hanya menikmati perjalanan pulang ajha sambil melihat-lihat keindahan yang terlihat bahkan yang tersembunyi. Waaaw ternyata sungguh indah. Dari hal sederhana saja menimbulkan sesuatu hal yang luar biasa. Maha sempurna sang pemilik ciptaan.

Diawali dari rencana pulang seminar menikmati matahari terbenam di Taplau, tapi gagal. Hal ini dikarenakan hujan badai (lebaay padahal cuma hujan deras ajha pun). Perjuangan untuk sampai ke ujung batu itu penuh darah padahal, maksudnya darahnya ilang-ilang timbul gitu sangkin takutnya melewati batu-batu besar itu. Eee sampai di ujung dengan semangat narsish yang sudah memuncak, malah hujan lebat. Kebayang aja dari rumah tidak ada rencana kalau pulang seminar mau langsung ke Taplau, jadi ya na pake wedges donk secara acaranya di hotel gitu, masak pakai cendal dank. Eee harus melewati batu-batu itu dengan wedges, akhirnya si datuk suruh bukak, risih dia mungkin lihat kok ke Laut pake wedges#ampuuun datuuuk. Perjuangan untuk sampai ke mobil lebih susah mana diserang hujan dari belakang (ndak paten hujan ni beraninya main keroyokan). Alhasil sampai di mobil dengan punggung basah.


Satu-satunua foto na di Taplau saat itu

Menikmati keindahan alamnya dilanjutkan ketika perjalanan pulang dari Padang ke Pekanbaru. Niatnya sich berangkat subuh gitu jadi sampai di tempat yang direncanakan pagi-pagi banget. Tappi semuanya pada telat bangun, kecapek an buuu. Na yang duluan bangun, sholat bangunin mbak else. Habis itu mandi, lepas mandi baru dech satu persatu mulai bangun. Jam 7 pagi Na, Abi sama mbk else dah wangi kita beli sarapan dulu, yang lain belum pada mandi tinggal ajha di rumah. Sepanjang jalan menikmati jalan, beda ya suasana pagi di Padang dengan Pekanbaru. Sengaja kita cari sarapan jalan kaki (hadeeeh, naik boil pun ngak bisa nyetir). Jam 8-an kita berangkat dari Padang tujuannya lembah Anai. Sangkain menikmati air jatuh dari bawah. Ternyata tidaaak. Ijal ngajak naik ke atas. Ok lah, kita mendaki tanpa pemanasan terlebih dahulu. Hap..hap..hap, semangat ternyata sudah jauh ke atas salah jalan. Mana jalan pendakiannya licin, ternyata turun lebih licin. Alaaah maak, ampuuun.



Setelah jalan ke jalan yang benar rintangannya lebih berat. Gilaaa lewatnya di tepi jurang, takuuuut. Tapi untungnya saling support hingga akhirnya sampai di air terjun meskipun harus merelakan sendal hilang. Ahhhh air jatuh eh air terjuuuun, sudah lama tidak melihatnya. Semuanya antusias. Bang Ais yang pertama sekali menyemplungkan diri ke air, na pun tidak tahan berlama-lama berdiri membisu. Ke air juga ah...Puas menikmati keindahan air dan hutan kita melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi. Disini pun masih sempat bernarsih ria di jam gadang sembari menunggu teman-teman yang belanja.

Dua hari di Sumatera Barat bersama teman-teman blogger sungguh menyenangkan. Kapan lagi ya bisa kayak gitu?

Gubalo



Gubalo yang dalam bahasa Indonesianya na artikan gubala (hayyaaah apa itu artinya ya yang kebayang itu gembala sapi). Tapi kali ini bukan mau menggembalakan sapi, tapi mau memberikan referensi yang akan memanjakan selera jika di Jakarta dengan selera yang ruar biasa. Awalnya diberi referensi sama Hernando, nach inilah resto yang Na maksudkan...Gubalo Resto dan Cafe. Alamatnya di Ruko Royal Point No.2, Taman Royal 2, Cipondoh. Telpon 021 442 49 114. Amanlah pokoknya kalau makan, karena harga dijamin bersahabat. Menunya juga variatif. Apa saja?
Ini dia.....Tanraratara....




Ada nasi goreng Pattaya, ikan kembung foreng, mie goreng. Ada rendang, dendeng gulai dan kalio jariang juga. Masakan khas Minang juara dech di sini

Monday, March 21, 2011

Award dari Mas Gaphe



Beberapa hari yang lalu ikutan Give awaynya Mas Gaphe yang baru balik melancong dari negeri seberang...Hacks hacks hacks, si Mas Gaphe ini kan doyannya jalan-jalan sama makan-makan#kalo Na doyannya sama. Na tuw kadang agak gimana gitu sama mas Gaphe, maleesss (habisnya jalan-jalannya ngak ngajak-ngajak sich. Coba ngajak Na juga buat jalan-jalan, kan Na senaaang, tersenyum manis banget Na tuw jadinya), Anda ajak saya senang, wkwkwkkwkw#sambil berharap bisa diajak jalan-jalan lain waktu dan lain kesempatan (hayyyaaah resmi banget berasa jadi penyiar televisi nasional).

Nah, berhubung dalam giveaway mas Gaphe ndak menang tapi Na tetap senang karena semua yang ikutan tetap dapat Award dari Mas Gaphe. Mau pajang award dulu ach#padahal ini lagi rapat blogger Bertuah di sekre buat keberangkatan Seminar dalam rangka ultah detic.com di Padang. Tapi masih sempet curi-curi waktu buat posting award ini. Maapkan Na pak ketua, tangan ini sudah gatal banget pengen nulis#boleh ya...boleh ya... (hayyah ngak diijinin tetap ajha lah Na tuw posting).

Kalo Yumilah Yumiwati ini kata khasnya mas Gaphe banget, karena doyan makan kan tuw#tapi kok ndak ndut ya (maapkan Na mas Gaphe, bukan maksud hati untuk mengungkapkan ini tapi apa daya tangan ini menuliskannya)#ampuuuun mas Gaphe, don't angry for Me iach. Baiklah inilah dia awardnya Tarrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....clink...clink..clink. Makasih ya Mas Gaphe, semoga lain waktu bisa ngadain GA lagi ya.

Sunday, March 20, 2011

Peduli Itu Cermin Rendah Hati

Agak hati-hati banget menuliskan judul ini. Soalnya kemarin dalam berbalas komen dengan Dek Ata, sempat diingatkan gara-gara nulisnya rendah diri. Nah ngomong-ngomong Ata ni ya (langsung tuw Ata batuk-batuk namanya disebut-sebut). Sebelumnya NA tuw mau nyampein rasa salut banget sama anak gadis yang satu ini, karena di usianya yang masih muda belia (sebenarnya Na juga muda belia#ndak mau kalah,ckckckck) punya rasa kepedulian yang sangat besar khususnya untuk anak-anak.

Terenyuh rasanya hati ini, pengen menitikkan air mata kalau masih ada anak-anak Indonesia yang sudah merdeka ini masih saja terlantar dan tidak mendapat penghargaan bahkan oleh orang tuanya karena berbagai hal. Harusnya di usia yang masih seumur jagung mereka mendapatkan perhatian ekstra tetapi justru sebaliknya. Dan Ata salah seorang yang peduli dengan keadaan ini. Terus terang ada rasa haru, senang, bahagia, bangga dengan sosok Ata yang terbaca lewat postingannya Buktikan Kalau Kalian Peduli! Namun tidak etis juga rasanya jika hanya bisa bersedih melihat nasib anak-anak generasi bangsa ini. Karena sedikit aksi saja sudah turut membuat senyum mereka terkembang.

Tetep pengen photo, walaupun dengan cam seadanya#camdig mendadak merajuk

Kalau Ata peduli, kita juga harus peduli dan Na juga harus peduli. Langkah awal kepedulian terhadap adek-adek yang kurang beruntung ini Na lakukan lewat hal ini dulu. Next time mudah-mudahan Tuhan beri rezeki yang agak lebih sehingga bisa mengikuti jejak Ata untuk mengangkat mereka menjadi anak angkat. Minimal kalaupun ngak bisa memberikan materi ada hal lain yang dapat Na berikan untuk adek-adek ini nantinya. Mudah-mudahan banyak yang berpartisipasi dengan program Ata ini karena setiap photo yang masuk akan dihargai Rp. 10.000 dan uangnya akan digunakan untuk membantu siapapun yang membutuhkan. Sukses untuk semuanya, sukses juga buat Dek Ata.

Thursday, March 17, 2011

Jenis-Jenis Tahu

Siapa yang suka tahu? Tunjuk tangan...tinggi...tinggi ya...Na pribadi suka banget tahu. Malahan kalau diberikan pilihan antaraa tahu dan tempe Na akan pilih tahu. Alasannya, tahu itu lembut buuu, tidak perlu usaha keras untuk mencernanya. Tahu merupakan hasil olahan kacang kedelai yang difermentasikan lalu diambil sarinya. Nah kalau biasanya kita tahunya makan tahu saja kan, tanpa tahu jenis-jenis tahu yang banyak dijual di pasaran. Ternyata tahu itu juga beragam. Selain warna tahu yang kita temui juga beragam, ada yang putih dan ada yang kuning bahkan ada yang kering. Jadi ingat kak Sofie dulu baru pandai nyanyi "Lihat kebunku" sepanjang jalan nyanyi "nyang ada yang melah, nyang ada nyang putih, nyang ada nyang melah#kalau tahu nyang ada nyang putih nyang ada yang kuning, luchuuu.

Jenis-jenis tahu

Tahu putih
Tahu jenis ini biasanya ada yang berbentuk padat. Bentuknya bervariasi mulai dari yang besar hingga yang kecil. Untuk tahu ini biasanya digunakan untuk digoreng, dibuat tahu bacem ataupun dibuat untuk campuran makanan berkuah.

Tahu kuning
biasanya tahu jenis ini padat atau disebut juga dengan tahu takwa. Karena kepadatannya yang lebih dari pada tahu putih ketika dipotong tahu jenis ini tidak mudah hancur.

Tahu sutera
Disebut tahu sutera karena sangat halus. Tahu jenis ini berwarna putih. Karena lembutnya tahu ini, biasanya ketika dijual direndam dalam wadah yang berisi air dan tahu yang di dalamnya terendam.

Tahu Pong
Bentuk tahu ini berbentuk padat. Ciri khasnya ketika digoreng kering, maka di dalamnya akan terdapat rongga. Untuk penyajian, biasanya disajikan dalam bentuk gorengan ataupun digunakan untuk masakan berkuah.

Tahu kering/kulit tahu
Biasanya jika kita akan menggunakannya kita perlu merenam terlebih dahulu agar lunak. Bisanya disajikan dalam msakanan berkuah ataupun dibuat cemilan.

Nah, tahu yang mana yang sering dikonsumsi? Kalau tanya Na pastilah Na itu suka tahu Pong, secara suka banget ma gorengan, walaupun tidak tahu pasti kenapa eh kenapa jadi begitu maniak gorengan akhir-akhir ini. Banyak juga ya jenis-jenis tahu yang ada ini, tinggal pilih mau yang mana.

Tuesday, March 15, 2011

Antara Pekanbaru, Dow dan Ndak

Pagi-pagi Na sudah mulai dengan postingan yang tak jelas-jelas kuku begini. Otak lagi eror rojing sepertinya. Perasaan dari tadi malam udah mulai eror rojink tekijink-kijing gini. Masih agak ngantuk sebenarnya karna tadi malam tidurnya agak malaman eh salah dink pagian. Mengawali malam dengan facebook an dilanjut dengan sedikit BW dan terhenti di ym bersama some one. Semakin waktu berlalu yang ol di ym juga semakin banyak. Keasikan di ym sampe jam 00.00. Tetapi ngobrol di ym juga bukan hanya sekedar ha-ha hi-hi ngak jelas. Belajar dari master SEO di Blogger Bertuah Pekanbaru. Belajar nya sich bukan tentang SEO tadi malam, dikasih pencerahan saja sama si kanda Zaiful Anwar tentang artikel copas yang dibuat oleh seorang teman. Kata si kanda cara seperti itu tidak baik atau dalam istilah beliau "cacad". Na dikasih wejangan agar tidak meniru yang seperti itu, tidak baik kata si kanda. Owww baiklah kanda. Dikasih tahu tentang AGC juga. Jadi dapat ilmu baru, tidak sia-sia begadang. Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Ups maap keterusan eror nya#nyanyi-nyanyi tiap kasus (dimaklumilah ndak?hehehehe). Ada lagi tuw tadi malam yang nambah ilmu withdraw. Na kira tuw menggambar (Toenk wenk wenk#maapkan na ya some one karena agak-agak ngak cepat mengerti pembicaraan tentang itu. Maklum dulu pas na kuliah ndak ada pelajaran itu. Atau pas pelajaran itu na sedang permisi ya, achhh ntahlah ndak ngerti Na dow).

Nah trus hubungan pembukaan di atas yang sudah panjang itu (kalo bahasa Minangnya "Sapanjang tali baruak", tau lah panjang tali baruak itu semana) itu apaaaaaah donk Neyna? Ya, ya, ya sabaaaar. Jika berkunjung ke Pekanbaru mungkin akan mengalami keanehan bahasa nya. Eh ngak berkunjung pun juga akan merasakan keanehan juga. Lihat saja bahasa Na di pembukaan di atas. Udaaah liatnya? udahlah ndak? lama kali haaaaah. Udah kan? Hah, ndak nampak perbedaannya dow? Itu hah Na tuw banyak kan gunakan kata-kata Dow, Kan. Itulah ciri khas bahasa di Pekanbaru. Sampe-sampe kawan Na yang dari Jakarta dan bekerja di Pekanbaru sangkin bingungnya kenapa gitu orang Pekanbaru tuw banyak kali Dow nya. Sampe-sampe setiap sms ditambahin dow, walopun ngak cocok penempatan Dow nya itu., hehehe dasar Mas Arief Nur Rachman yang lucu. Nah, memangnya aturan baku penempatan dow itu dimana ya Na? Ntah, yang jelas kalo orang-orang Pekanbaru ngomong pake Dow penempatannya pas ajha gitu didengarin. Makanya ndak jarang kalo dengarin "Eee ndak gitu dow", "Ndak mau dow", Di sini ajha lah ndak?".

Kalau berkesempatan untuk jalan-jalan ke Pekanbaru, coba dech perhatikan bahasa yang dilontarkan. Pasti akan menemukan "dow" dan "ndak". sampai-sampai Ibu Walikota juga begitu. Na pernah dengar pas wawancara Ibu Evi bilang "nanti ajha lah ndak?". Tapi itulah ke unikan dari Pekanbaru ini.

Bom Utan Kayu

Bom Utan Kayu meledak dari paket buku


Lagi-lagi peristiwa peledakan bom di tanah air terjadi. Kali ini peristiwa ledakan terjadi KBR68H yang terletak di Jalan Utan Kayu Jakarta Timur, 15 Maret 2011. Bom utan kayu ini diawali dengan paket yang dikirimkan berupa paket yang berisi sebuah buku dengan judul "MEREKA HARUS DIBUNUH". Paket buku ini berisi kabel, jam dan juga baterai (sumber gambar REPUBLIKA.co.id). Paket buku tersebut ditujukan untuk Ulil Abshar. Paket ini mencurigakan, karena itulah pihak
KBR68H menghubungi polisi untuk memeriksa keamanan paket
ini. Tidak lama kemudian polisi datang ke lokasi dan memasang garis polisi di dekat paket tersebut.

Bom utan kayu justru meledak disaat polisi berusaha menjinakkannya. seorang polisi terluka di bagian tangan. Menurut Direktur KBR68H Jakarta, Santoso teror bom utan kayu ini merupakan teror terhadap kebebasn bersuara. Seperti yang kita ketahui Komunitas Utan Kayu merupakan komunitas yang concern memperjuangkan kebebasan untuk berekspresi.

Namun menurut pihak Utan Kayu, teror-teror semacam ini tidak akan membuat mereka takut untuk terus berkespresi. Sangat miris di negeri yang kebebasan berkespresi di atur dalam Undang-Undang ini masih terjadi teror yang ditujukan untuk mengekang kebebasan. Semoga persoalan ini cepat terselesaikan. Indonesia negara yang cinta dengan kedamaian.

Sunday, March 13, 2011

Gulai Jariang Lamak Bana

Kemarin dapat tag provokatif dari Hernando Buana, di tag-in Gulai Jariang. Gulai Jariang itu kalau Indonesianya "Gulai Jengkol". Hayya...ini enak banget (maaplah yang tidak suka jengkol ya). Nah berhubung Na tuw setiap bulannya selalu ngadain KU-KA (kumpul keluarga), biasanya menu andalan satu ini juga kadang ikut disertakan (emang sich tidak semua rumah yang kebetulan dapet giliran menyediakan ini). Kalau rasa dari gulai jariang ini pastilah lamak bana (Indonesianya enak banget). Membuatnya juga tidak sulit.


Resep Gulai Jariang Lamak Bana
Bahan:
10 buah jengkol (biasanya gitu belinya per biji, di belah dua dan direbus. Setelah empuk, ditumbuk sedikit)
300 ml santan
Daun salam
Daun jeruk
Daun kunyit
Asam kandis
Serei (memarkan)
Garam dan penyedap secukupnya
Minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan:
10 buah Cabe merah
3 buah bawang merah
2 siung bawang putih
1 ruas jari lengkuas
1 ruas jari kunyit
1/2 ruas jari jahe

Cara membuat:
Tumis bumbu yang dihaluskan, masukkan daun jeruk, daun kunyit, daun salam dan juga serai serta asam kandis. Tumis hingga wangi, masukkan santan dan juga jengkol. Tambahkan garam dan juga penyedap rasa, aduk hingga matang.

Nah kalau itu menu mantap di KU-KA. Biasanya di KU-KA kita seperti biasa berkumpul keluarga besar, yasinan, mendoa setelah itu makan. Habis makan masuk di sesi bebas (ada yang curhat, ada yang menyusun rencana buat menggila lewat kemampuan bernyanyi, membenarkan dan meluruskan yang sesat*kalo ada), share resep masakan dan lain-lain.

Sekalian mau ikutan giveawaynya Mas Gaphe juga ach yang baru pulang melancong dari negeri Jiran. Inilah aksi kalap setelah yasinan.


Dia mengejek-ngejek Na, si YUMILAH YUMIWATI!!! siap Na terkam

Thursday, March 3, 2011

Pai Susu SoNdo

Mungkin ada yang bertanya kenapa judul Pai Susu nya ditambahin SoNdo. Nah, ini karena membuat Pai susunya berdua sama anak gadis, Sofie. Jadilah Pai susu ini diolah oleh dua wanita manis, Sofie dan Bundo a.k.a saya. Kita mau buat cemilan yang mudah saja pembuatannya. Ok, ini dia hasil kerja SoNdo ketika waktu luang kemarin.

Kok Sofie yang mencetak, walau acak kadut tetapi karya original kak Sofie
Pai Susu SoNdo
Bahan:
Kulit
400 gram tepung terigu protein sedang
230 gram margarin
1 buah telur
Vanilla bubuk secukupnya
Isi:
1 Kaleng susu air
4 Buah telur
4 sdm tepung maizena
Vanilla secukupnya
Cara pembuatan:
Kulit
Campurkan semua bahan kulit hingga kalis, cetak ke dalam cetakan pai, sisihkan
Isi:
Campurkan susu, air, vanilla, tepung maizena dan telur satu persatu sambil diaduk hingga rata (tidak dikocok). Setelah tercampur isi ke dalam cetaakan pai, lalu panggang dengan suhu 150 derajat Celcius lebih kurang 50 menit (isi tidak cair). Keluarkan dari cetakan. setelah dingin masukkan ke dalam kulkas (agar lebih enak lagi).

Saturday, February 19, 2011

Pinyaram a.k.a Cucur

Happy sunday...Minggu lagi ni. Rasanya baru kemarin Minggu di saat meninggalkan rumah dari pagi hingga malam, mana tidak ada Ibu lagi karena harus menghadiri resepsi kakak sepupu di Bukit Tinggi. Kasin Ayah minggu kemarin, terpaksa makan di rumah makan, sendirian tidak ada Na yang menemani karena Na harus kerja. Kembali ke Minggu pagi, meskipun tidur lumayan larut tapi tetap bangun pagi. Agak malam pulang dari wirid keluarga (Ku-Ka) di rumah kak Helen. Tetapi rasa-rasanya agak lebih senang, karena dari siang bersama pacar hingga pulang wirid, membicarakan banyak hal, belajar banyak hal juga (pura-puranya privat lah gitu). 

Pagi ini kita sarapan pinyaram yuuuk atau sebagian ada juga yang mengatakan cucur. Tetapi karena ini bawanya langsung dari Bukit Tinggi kita labeli pinyaram aja ya. Ini juga baru dibawain tadi malam sama angah yang ke Pekanbaru bersama pengantin baru. Kemarin sebenarnya pas ibu pulang sudah membawa pinyaram buat oleh-oleh tetapi sudah habis laris manis, makanya nitip ulang minta dibawakan lagi, soalnya "Tagantuang Suok" lah istilahnya ni. Pinyaram yang biasanya berwarna cokelat karena dibuat dari gula kelapa. Tetapi sarapan pagi ini bukan pinyaram biasa (halaaah, kok jadi mirip lagu Afgan ya bukan cinta biasa). Pinyaram ini warnanya putih karena menggunakan gula tebu dan santannya benar-benar terasa. Namun meskipun terbuat dari santan dan campuran tepung beras, pinyaram bisa tahan lama. Seminggu masih kuat dia bertahan...Soal rasa, jangan ditanya? enak dank...gurih karena menggunakan santan. Manis juga tetapi manisnya tidak membuat eneg.

Monday, February 14, 2011

Tak Ingin Menggantang Asap Kembali di Kota Bertuah Ku

Pekanbaru tidak hanya terkenal dengan Bertuah nya (Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis). Kota yang perkembangannya cukup pesat ini beberapa tahun belakangan mendapatkan tambahan musim. Ya, tidak hanya memiliki musim hujan dan musim panas namun kota ini juga memiliki musim asap. Berbagai julukan kembali diberikan untuk kota tercinta ini. Mulai dari kota asap hingga kota salai. Miris sebenarnya sebagai orang yang terlahir dan besar di kota ini mendengar julukan dasyat yang diberikan teman-teman yang sebagian besar berasal dari kota lain. Namun, haruskah terus berlarut tanpa aksi yang lebih nyata untuk kota tercinta?

Kabut asap yang terjadi di Pekanbaru akibat dari aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan dengan cara membakar. Aksi ini kerap dilakukan di beberapa kabupaten dan kota di Riau. Dampaknya, kota tercinta terkepung asap. Dampak ini tidak hanya terjadi di Riau, bahkan negara tetangga turut serta terkirimi bingkisan di kala musim panas ini tiba. Pembakaran lahan kerap kali dilakukan pada saat musim panas, dimana api akan cepat menyebar sehingga lahan yang awalnya tidak ingin dibersihkan turut serta terbakar. Hal ini biasanya dilakukan agar proses pembersihan lahan menjadi cepat, namun kurang memikirkan dampak dari tindakan serba instant ini. Akibat dari asap yang betah menyelimuti kota ini tentu saja sangat tidak baik. Mulai dari masalah kesehatan, penerbangan serta pariwisata turut terganggu. Pemikiran saya juga ikut-ikutan terganggu dengan label yang diberikan oleh teman-teman terhadap kota ini di kala musim asap datang melanda.

Namun tahun ini dapat bernafas sedikit lega karena kendati cuaca panas, aktivitas pembakaran lahan sudah mulai berkurang. Tentu saja kasus ISPA turut menjadi berkurang. Terbukti, meskipun musim tambahan ini masih betah bernaung namun keparahannya sudah semakin berkurang jika dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Kelegaan semakin berarti ketika Pemerintah Kota Pekanbaru telah menjalankan program "Kamis Menanam" nya. Dimana setiap Kamis, ada sejumlah tanaman buah yang ditanam di Pekanbaru. Dipastikan beberapa tahun ke depan Pekanbaru sudah dipenuhi tanaman-tanaman berbuah. Tidak hanya pemerintah yang peduli terhadap kondisi ini, karena hampir semua lapisan elemen masyarakat turun tangan melakukan gerakan penanaman tanaman buah di Pekanbaru. Beberapa ruas jalan sudah tertanami dengan indah tanaman Mahoni dan juga Matoa. Sungguh indah bila semua jalan di Pekanbaru nantinya ditanami tumbuhan tersebut. Selain menambah keindahan kota, memberikan kesejukan, tanaman ini juga dapat dikonsumsi buahnya seperti halnya Matoa yang sangat lezat. Saya dan juga teman-teman dari Kelompok Mahasiswa Peneliti dan Pengembang EM Universitas Riau juga mencoba melakukan sedikit aksi nyata dengan melakukan pembukaan lahan tidak dengan cara dibakar. Ketika menyiangi lahan penelitian, kita juga tidak membakar rumput yang ada namun memasukkan kembali ke dalam tanah. Memang memerlukan tenaga lebih, tetapi jika itu baik kita sepakat tidak masalah untuk mengeluarkan tenanga lebih. Toh kita juga bisa menyuplai energi lebih sebelum mengeluarkan tenanga lebih tersebut. Aksi kecil ini jika dilakukan oleh banyak orang tentunya juga akan turut serta mengurangi asap yang menjadi musim ketiga di Pekanbaru dan membantu mengikis pendapat kota asap serta kota salai dan mengembalikan musim di kota Bertuah menjadi musim yang semestinya lagi. Aksi penanaman juga dilakukan hingga ke tingkat pekarangan rumah. Bukankah hal besar dapat dimulai dari hal kecil? Jika hal ini dilakukan berkeseinambungan, tentu saja beberapa tahun lagi masyarakat kota Pekanbaru tidak lagi menggantang asap di kota Bertuah ini.