Friday, January 21, 2011

Dentophobia, Ketika Ketakutan Datang Melanda


Masih satu topik dengan postingan sebelumnya "Malam Pertama", ada banyak pertanyaan yang mampir kepada saya seputar dentophobia ini (berasa jadi psikolog gitu de mendadak gara-gara beberapa pertanyaan yang ditujukan setelah posting tentang ketakutan itu). Ok, ok, jadi ketunda de nulisnya gara-gara ngelihat siaran langsung tinju antara gubernur Riau Rusli Zainal vs Ellyas Pical. Kita kembali ke topik pembicaraan mengenai dentophobia. Dentophobia adalah takut (phobia) pada dokter gigi. Tingkatannya? wiiih bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga berat. Kadang diantara kita sadar kok bahwa tidak akan terjadi apa-apa, ya tetapi tetap saja takut. Karena ketakutan yang berlebihan inilah yang menyebabkan kita tidak mau dekat-dekat sama dokter gigi untuk periksa gigi (tapi kalau tujuan deketnya yang lain, itu lain cerita ya). Pada akhirnya keluarlah kata-kata "Biarin ajha dech sakit gigi dari pada ketemu bor, ketemu suntik, ow no no no no". Tetapi kadangkala malas dekat-dekat dengan dokter gigi ini tidak hanya karena takut. Barangkali perasaan segan yang cukup mendominasi turut serta jadi alasannya. Bahkan ada anggapan perempuan lebih takut ke dokter gigi dari pada laki-laki.

Ketakutan yang datang itu barangkali menjadi wajar ketika terjadi sekali-sekali saja. Namun ketika ketakutan tersebut datangnya terus-terusan, nah itu tidak wajar lagi. Biasanya yang kita takutkan memang peralatan yang mengerikan dan juga bunyi nya yang awwww seram. Jika ditanya sakit atau tidaknya saya rasa tidak sakit. Ya barangkali ngilu-ngilu kuku saja, berdarah sedikit lah atau kan biasanya dikasih bius gitu kan, jadi tidak sakit banget. Biasanya dokter gigi juga akan meyakinkan Anda bahwa tidak sakit.

Namun jika sekali-kali tetap takut dengan peralatan dokter gigi, hayuuuk cobalah berpikir positif. Yakinkan diri sendiri bahwa hal tersebut tidak akan melukai Anda, tenanglah kan sudah ditangani oleh orang yang tepat, profesional dan dilakukan dengan kode etik yang benar. Jika takut dengan bunyi-bunyian yang dihasilkan dari peralatan dokter gigi, Anda bisa membawa headphone, dengerin de lagu-lagu favorit Anda. Jika takut melihat alat-alatnya? tutup mata ajha, atau pakai kaca mata gelap. Yess, habis perkara .