Monday, March 21, 2011

Award dari Mas Gaphe



Beberapa hari yang lalu ikutan Give awaynya Mas Gaphe yang baru balik melancong dari negeri seberang...Hacks hacks hacks, si Mas Gaphe ini kan doyannya jalan-jalan sama makan-makan#kalo Na doyannya sama. Na tuw kadang agak gimana gitu sama mas Gaphe, maleesss (habisnya jalan-jalannya ngak ngajak-ngajak sich. Coba ngajak Na juga buat jalan-jalan, kan Na senaaang, tersenyum manis banget Na tuw jadinya), Anda ajak saya senang, wkwkwkkwkw#sambil berharap bisa diajak jalan-jalan lain waktu dan lain kesempatan (hayyyaaah resmi banget berasa jadi penyiar televisi nasional).

Nah, berhubung dalam giveaway mas Gaphe ndak menang tapi Na tetap senang karena semua yang ikutan tetap dapat Award dari Mas Gaphe. Mau pajang award dulu ach#padahal ini lagi rapat blogger Bertuah di sekre buat keberangkatan Seminar dalam rangka ultah detic.com di Padang. Tapi masih sempet curi-curi waktu buat posting award ini. Maapkan Na pak ketua, tangan ini sudah gatal banget pengen nulis#boleh ya...boleh ya... (hayyah ngak diijinin tetap ajha lah Na tuw posting).

Kalo Yumilah Yumiwati ini kata khasnya mas Gaphe banget, karena doyan makan kan tuw#tapi kok ndak ndut ya (maapkan Na mas Gaphe, bukan maksud hati untuk mengungkapkan ini tapi apa daya tangan ini menuliskannya)#ampuuuun mas Gaphe, don't angry for Me iach. Baiklah inilah dia awardnya Tarrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....clink...clink..clink. Makasih ya Mas Gaphe, semoga lain waktu bisa ngadain GA lagi ya.

Sunday, March 20, 2011

Peduli Itu Cermin Rendah Hati

Agak hati-hati banget menuliskan judul ini. Soalnya kemarin dalam berbalas komen dengan Dek Ata, sempat diingatkan gara-gara nulisnya rendah diri. Nah ngomong-ngomong Ata ni ya (langsung tuw Ata batuk-batuk namanya disebut-sebut). Sebelumnya NA tuw mau nyampein rasa salut banget sama anak gadis yang satu ini, karena di usianya yang masih muda belia (sebenarnya Na juga muda belia#ndak mau kalah,ckckckck) punya rasa kepedulian yang sangat besar khususnya untuk anak-anak.

Terenyuh rasanya hati ini, pengen menitikkan air mata kalau masih ada anak-anak Indonesia yang sudah merdeka ini masih saja terlantar dan tidak mendapat penghargaan bahkan oleh orang tuanya karena berbagai hal. Harusnya di usia yang masih seumur jagung mereka mendapatkan perhatian ekstra tetapi justru sebaliknya. Dan Ata salah seorang yang peduli dengan keadaan ini. Terus terang ada rasa haru, senang, bahagia, bangga dengan sosok Ata yang terbaca lewat postingannya Buktikan Kalau Kalian Peduli! Namun tidak etis juga rasanya jika hanya bisa bersedih melihat nasib anak-anak generasi bangsa ini. Karena sedikit aksi saja sudah turut membuat senyum mereka terkembang.

Tetep pengen photo, walaupun dengan cam seadanya#camdig mendadak merajuk

Kalau Ata peduli, kita juga harus peduli dan Na juga harus peduli. Langkah awal kepedulian terhadap adek-adek yang kurang beruntung ini Na lakukan lewat hal ini dulu. Next time mudah-mudahan Tuhan beri rezeki yang agak lebih sehingga bisa mengikuti jejak Ata untuk mengangkat mereka menjadi anak angkat. Minimal kalaupun ngak bisa memberikan materi ada hal lain yang dapat Na berikan untuk adek-adek ini nantinya. Mudah-mudahan banyak yang berpartisipasi dengan program Ata ini karena setiap photo yang masuk akan dihargai Rp. 10.000 dan uangnya akan digunakan untuk membantu siapapun yang membutuhkan. Sukses untuk semuanya, sukses juga buat Dek Ata.

Thursday, March 17, 2011

Jenis-Jenis Tahu

Siapa yang suka tahu? Tunjuk tangan...tinggi...tinggi ya...Na pribadi suka banget tahu. Malahan kalau diberikan pilihan antaraa tahu dan tempe Na akan pilih tahu. Alasannya, tahu itu lembut buuu, tidak perlu usaha keras untuk mencernanya. Tahu merupakan hasil olahan kacang kedelai yang difermentasikan lalu diambil sarinya. Nah kalau biasanya kita tahunya makan tahu saja kan, tanpa tahu jenis-jenis tahu yang banyak dijual di pasaran. Ternyata tahu itu juga beragam. Selain warna tahu yang kita temui juga beragam, ada yang putih dan ada yang kuning bahkan ada yang kering. Jadi ingat kak Sofie dulu baru pandai nyanyi "Lihat kebunku" sepanjang jalan nyanyi "nyang ada yang melah, nyang ada nyang putih, nyang ada nyang melah#kalau tahu nyang ada nyang putih nyang ada yang kuning, luchuuu.

Jenis-jenis tahu

Tahu putih
Tahu jenis ini biasanya ada yang berbentuk padat. Bentuknya bervariasi mulai dari yang besar hingga yang kecil. Untuk tahu ini biasanya digunakan untuk digoreng, dibuat tahu bacem ataupun dibuat untuk campuran makanan berkuah.

Tahu kuning
biasanya tahu jenis ini padat atau disebut juga dengan tahu takwa. Karena kepadatannya yang lebih dari pada tahu putih ketika dipotong tahu jenis ini tidak mudah hancur.

Tahu sutera
Disebut tahu sutera karena sangat halus. Tahu jenis ini berwarna putih. Karena lembutnya tahu ini, biasanya ketika dijual direndam dalam wadah yang berisi air dan tahu yang di dalamnya terendam.

Tahu Pong
Bentuk tahu ini berbentuk padat. Ciri khasnya ketika digoreng kering, maka di dalamnya akan terdapat rongga. Untuk penyajian, biasanya disajikan dalam bentuk gorengan ataupun digunakan untuk masakan berkuah.

Tahu kering/kulit tahu
Biasanya jika kita akan menggunakannya kita perlu merenam terlebih dahulu agar lunak. Bisanya disajikan dalam msakanan berkuah ataupun dibuat cemilan.

Nah, tahu yang mana yang sering dikonsumsi? Kalau tanya Na pastilah Na itu suka tahu Pong, secara suka banget ma gorengan, walaupun tidak tahu pasti kenapa eh kenapa jadi begitu maniak gorengan akhir-akhir ini. Banyak juga ya jenis-jenis tahu yang ada ini, tinggal pilih mau yang mana.

Tuesday, March 15, 2011

Antara Pekanbaru, Dow dan Ndak

Pagi-pagi Na sudah mulai dengan postingan yang tak jelas-jelas kuku begini. Otak lagi eror rojing sepertinya. Perasaan dari tadi malam udah mulai eror rojink tekijink-kijing gini. Masih agak ngantuk sebenarnya karna tadi malam tidurnya agak malaman eh salah dink pagian. Mengawali malam dengan facebook an dilanjut dengan sedikit BW dan terhenti di ym bersama some one. Semakin waktu berlalu yang ol di ym juga semakin banyak. Keasikan di ym sampe jam 00.00. Tetapi ngobrol di ym juga bukan hanya sekedar ha-ha hi-hi ngak jelas. Belajar dari master SEO di Blogger Bertuah Pekanbaru. Belajar nya sich bukan tentang SEO tadi malam, dikasih pencerahan saja sama si kanda Zaiful Anwar tentang artikel copas yang dibuat oleh seorang teman. Kata si kanda cara seperti itu tidak baik atau dalam istilah beliau "cacad". Na dikasih wejangan agar tidak meniru yang seperti itu, tidak baik kata si kanda. Owww baiklah kanda. Dikasih tahu tentang AGC juga. Jadi dapat ilmu baru, tidak sia-sia begadang. Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Ups maap keterusan eror nya#nyanyi-nyanyi tiap kasus (dimaklumilah ndak?hehehehe). Ada lagi tuw tadi malam yang nambah ilmu withdraw. Na kira tuw menggambar (Toenk wenk wenk#maapkan na ya some one karena agak-agak ngak cepat mengerti pembicaraan tentang itu. Maklum dulu pas na kuliah ndak ada pelajaran itu. Atau pas pelajaran itu na sedang permisi ya, achhh ntahlah ndak ngerti Na dow).

Nah trus hubungan pembukaan di atas yang sudah panjang itu (kalo bahasa Minangnya "Sapanjang tali baruak", tau lah panjang tali baruak itu semana) itu apaaaaaah donk Neyna? Ya, ya, ya sabaaaar. Jika berkunjung ke Pekanbaru mungkin akan mengalami keanehan bahasa nya. Eh ngak berkunjung pun juga akan merasakan keanehan juga. Lihat saja bahasa Na di pembukaan di atas. Udaaah liatnya? udahlah ndak? lama kali haaaaah. Udah kan? Hah, ndak nampak perbedaannya dow? Itu hah Na tuw banyak kan gunakan kata-kata Dow, Kan. Itulah ciri khas bahasa di Pekanbaru. Sampe-sampe kawan Na yang dari Jakarta dan bekerja di Pekanbaru sangkin bingungnya kenapa gitu orang Pekanbaru tuw banyak kali Dow nya. Sampe-sampe setiap sms ditambahin dow, walopun ngak cocok penempatan Dow nya itu., hehehe dasar Mas Arief Nur Rachman yang lucu. Nah, memangnya aturan baku penempatan dow itu dimana ya Na? Ntah, yang jelas kalo orang-orang Pekanbaru ngomong pake Dow penempatannya pas ajha gitu didengarin. Makanya ndak jarang kalo dengarin "Eee ndak gitu dow", "Ndak mau dow", Di sini ajha lah ndak?".

Kalau berkesempatan untuk jalan-jalan ke Pekanbaru, coba dech perhatikan bahasa yang dilontarkan. Pasti akan menemukan "dow" dan "ndak". sampai-sampai Ibu Walikota juga begitu. Na pernah dengar pas wawancara Ibu Evi bilang "nanti ajha lah ndak?". Tapi itulah ke unikan dari Pekanbaru ini.

Bom Utan Kayu

Bom Utan Kayu meledak dari paket buku


Lagi-lagi peristiwa peledakan bom di tanah air terjadi. Kali ini peristiwa ledakan terjadi KBR68H yang terletak di Jalan Utan Kayu Jakarta Timur, 15 Maret 2011. Bom utan kayu ini diawali dengan paket yang dikirimkan berupa paket yang berisi sebuah buku dengan judul "MEREKA HARUS DIBUNUH". Paket buku ini berisi kabel, jam dan juga baterai (sumber gambar REPUBLIKA.co.id). Paket buku tersebut ditujukan untuk Ulil Abshar. Paket ini mencurigakan, karena itulah pihak
KBR68H menghubungi polisi untuk memeriksa keamanan paket
ini. Tidak lama kemudian polisi datang ke lokasi dan memasang garis polisi di dekat paket tersebut.

Bom utan kayu justru meledak disaat polisi berusaha menjinakkannya. seorang polisi terluka di bagian tangan. Menurut Direktur KBR68H Jakarta, Santoso teror bom utan kayu ini merupakan teror terhadap kebebasn bersuara. Seperti yang kita ketahui Komunitas Utan Kayu merupakan komunitas yang concern memperjuangkan kebebasan untuk berekspresi.

Namun menurut pihak Utan Kayu, teror-teror semacam ini tidak akan membuat mereka takut untuk terus berkespresi. Sangat miris di negeri yang kebebasan berkespresi di atur dalam Undang-Undang ini masih terjadi teror yang ditujukan untuk mengekang kebebasan. Semoga persoalan ini cepat terselesaikan. Indonesia negara yang cinta dengan kedamaian.

Sunday, March 13, 2011

Gulai Jariang Lamak Bana

Kemarin dapat tag provokatif dari Hernando Buana, di tag-in Gulai Jariang. Gulai Jariang itu kalau Indonesianya "Gulai Jengkol". Hayya...ini enak banget (maaplah yang tidak suka jengkol ya). Nah berhubung Na tuw setiap bulannya selalu ngadain KU-KA (kumpul keluarga), biasanya menu andalan satu ini juga kadang ikut disertakan (emang sich tidak semua rumah yang kebetulan dapet giliran menyediakan ini). Kalau rasa dari gulai jariang ini pastilah lamak bana (Indonesianya enak banget). Membuatnya juga tidak sulit.


Resep Gulai Jariang Lamak Bana
Bahan:
10 buah jengkol (biasanya gitu belinya per biji, di belah dua dan direbus. Setelah empuk, ditumbuk sedikit)
300 ml santan
Daun salam
Daun jeruk
Daun kunyit
Asam kandis
Serei (memarkan)
Garam dan penyedap secukupnya
Minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan:
10 buah Cabe merah
3 buah bawang merah
2 siung bawang putih
1 ruas jari lengkuas
1 ruas jari kunyit
1/2 ruas jari jahe

Cara membuat:
Tumis bumbu yang dihaluskan, masukkan daun jeruk, daun kunyit, daun salam dan juga serai serta asam kandis. Tumis hingga wangi, masukkan santan dan juga jengkol. Tambahkan garam dan juga penyedap rasa, aduk hingga matang.

Nah kalau itu menu mantap di KU-KA. Biasanya di KU-KA kita seperti biasa berkumpul keluarga besar, yasinan, mendoa setelah itu makan. Habis makan masuk di sesi bebas (ada yang curhat, ada yang menyusun rencana buat menggila lewat kemampuan bernyanyi, membenarkan dan meluruskan yang sesat*kalo ada), share resep masakan dan lain-lain.

Sekalian mau ikutan giveawaynya Mas Gaphe juga ach yang baru pulang melancong dari negeri Jiran. Inilah aksi kalap setelah yasinan.


Dia mengejek-ngejek Na, si YUMILAH YUMIWATI!!! siap Na terkam

Thursday, March 3, 2011

Pai Susu SoNdo

Mungkin ada yang bertanya kenapa judul Pai Susu nya ditambahin SoNdo. Nah, ini karena membuat Pai susunya berdua sama anak gadis, Sofie. Jadilah Pai susu ini diolah oleh dua wanita manis, Sofie dan Bundo a.k.a saya. Kita mau buat cemilan yang mudah saja pembuatannya. Ok, ini dia hasil kerja SoNdo ketika waktu luang kemarin.

Kok Sofie yang mencetak, walau acak kadut tetapi karya original kak Sofie
Pai Susu SoNdo
Bahan:
Kulit
400 gram tepung terigu protein sedang
230 gram margarin
1 buah telur
Vanilla bubuk secukupnya
Isi:
1 Kaleng susu air
4 Buah telur
4 sdm tepung maizena
Vanilla secukupnya
Cara pembuatan:
Kulit
Campurkan semua bahan kulit hingga kalis, cetak ke dalam cetakan pai, sisihkan
Isi:
Campurkan susu, air, vanilla, tepung maizena dan telur satu persatu sambil diaduk hingga rata (tidak dikocok). Setelah tercampur isi ke dalam cetaakan pai, lalu panggang dengan suhu 150 derajat Celcius lebih kurang 50 menit (isi tidak cair). Keluarkan dari cetakan. setelah dingin masukkan ke dalam kulkas (agar lebih enak lagi).