Tuesday, March 15, 2011

Antara Pekanbaru, Dow dan Ndak

Pagi-pagi Na sudah mulai dengan postingan yang tak jelas-jelas kuku begini. Otak lagi eror rojing sepertinya. Perasaan dari tadi malam udah mulai eror rojink tekijink-kijing gini. Masih agak ngantuk sebenarnya karna tadi malam tidurnya agak malaman eh salah dink pagian. Mengawali malam dengan facebook an dilanjut dengan sedikit BW dan terhenti di ym bersama some one. Semakin waktu berlalu yang ol di ym juga semakin banyak. Keasikan di ym sampe jam 00.00. Tetapi ngobrol di ym juga bukan hanya sekedar ha-ha hi-hi ngak jelas. Belajar dari master SEO di Blogger Bertuah Pekanbaru. Belajar nya sich bukan tentang SEO tadi malam, dikasih pencerahan saja sama si kanda Zaiful Anwar tentang artikel copas yang dibuat oleh seorang teman. Kata si kanda cara seperti itu tidak baik atau dalam istilah beliau "cacad". Na dikasih wejangan agar tidak meniru yang seperti itu, tidak baik kata si kanda. Owww baiklah kanda. Dikasih tahu tentang AGC juga. Jadi dapat ilmu baru, tidak sia-sia begadang. Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Ups maap keterusan eror nya#nyanyi-nyanyi tiap kasus (dimaklumilah ndak?hehehehe). Ada lagi tuw tadi malam yang nambah ilmu withdraw. Na kira tuw menggambar (Toenk wenk wenk#maapkan na ya some one karena agak-agak ngak cepat mengerti pembicaraan tentang itu. Maklum dulu pas na kuliah ndak ada pelajaran itu. Atau pas pelajaran itu na sedang permisi ya, achhh ntahlah ndak ngerti Na dow).

Nah trus hubungan pembukaan di atas yang sudah panjang itu (kalo bahasa Minangnya "Sapanjang tali baruak", tau lah panjang tali baruak itu semana) itu apaaaaaah donk Neyna? Ya, ya, ya sabaaaar. Jika berkunjung ke Pekanbaru mungkin akan mengalami keanehan bahasa nya. Eh ngak berkunjung pun juga akan merasakan keanehan juga. Lihat saja bahasa Na di pembukaan di atas. Udaaah liatnya? udahlah ndak? lama kali haaaaah. Udah kan? Hah, ndak nampak perbedaannya dow? Itu hah Na tuw banyak kan gunakan kata-kata Dow, Kan. Itulah ciri khas bahasa di Pekanbaru. Sampe-sampe kawan Na yang dari Jakarta dan bekerja di Pekanbaru sangkin bingungnya kenapa gitu orang Pekanbaru tuw banyak kali Dow nya. Sampe-sampe setiap sms ditambahin dow, walopun ngak cocok penempatan Dow nya itu., hehehe dasar Mas Arief Nur Rachman yang lucu. Nah, memangnya aturan baku penempatan dow itu dimana ya Na? Ntah, yang jelas kalo orang-orang Pekanbaru ngomong pake Dow penempatannya pas ajha gitu didengarin. Makanya ndak jarang kalo dengarin "Eee ndak gitu dow", "Ndak mau dow", Di sini ajha lah ndak?".

Kalau berkesempatan untuk jalan-jalan ke Pekanbaru, coba dech perhatikan bahasa yang dilontarkan. Pasti akan menemukan "dow" dan "ndak". sampai-sampai Ibu Walikota juga begitu. Na pernah dengar pas wawancara Ibu Evi bilang "nanti ajha lah ndak?". Tapi itulah ke unikan dari Pekanbaru ini.