Wednesday, April 27, 2011

Pekanbaru Expo 2011

Pekanbaru Expo 2011 kembali di gelar di kota Pekanbaru. Bertempat di Arena Purna MTQ Pekanbaru Jalan Sudirman, Rabu, 27 April 2011 pembukaannya dilakukan oleh wali kota Pekanbaru Herman Abdullah. Pekanbaru expo ini akan digelar hingga tanggal 1 Mei 2011 mendatang. Expo kali ini diikuti oleh puluhan pengusaha. Tidak hanya dari Pekanbaru, pengusaha dari luar daerah Pekanbaru juga ambil bagian dalam kegiatan yang diadakan menjelang perayaan hari ulang tahun kota Bertuah ini.

Tidak hanya pengusaha yang dapat mempromosikan usahanya dalam kegiatan kali ini karena Pekanbaru Expo 2011 ini juga diisi dengan kegiatan seni "Parade tari serumpun". Malam ini disajikan parade tari dari daerah Balik Papan. Berbagai stand mulai dari industri menengah hingga mitra binaan dari perusahaan-perusahaan besar hadir di sini. Event Pekanbaru Expo ini merupakan event rutin yang selalu digelar bersempena dengan perayaan hari ulang tahun Kota Pekanbaru yang pada tahun ini akan memasuki usia 227. Pekanbaru Expo 2011 ini juga sebagai ajang memperkenalkan daerah kepada masyarakat.

Jangan lupa untuk menghadiri Pekanbaru Expo 2011 ini karena banyak sajian istimewa di sini dan banyak barang dengan harga-harga yang murah dan khas di tawarkan di sini. Mulai dari mainan anak-anak hingga baju dan lainnya dan tidak ketinggalan makanan.

Pasar Tradisional di Tengah Hempasan Pasar Modern

Akankah pasar tradisional ditinggalkan orang seiring waktu yang berjalan? Saya rasa tidak. Ada suasana berbeda yang kita rasakan ketika memasuki pasar tradisional dibandingkan pasar modern. Lantas di tengah kerasnya gelombang modernisasi akankah pasar tradisional mampu bertahan?

Jika kita tanyakan kepada generasi mungkin, mungkin mereka akan memilih berbelanja di pasar swalayan, super market atau mungkin hyper market. Hal ini dikarenakan mereka lebih suka segala hal yang praktis. Jauh dari becek dan juga bau pasar. Selain itu terkadang mereka cendrung mengedepankan gengsi. Ada anggapan jika mereka tidak berbelanja di distro atau butik ya minimal departemen store maka mereka tidak gaul. Apalagi untuk urusan pasar tradisional, bisa-bisa dicap kampungan oleh teman-temannya. Namun lain halnya jika yang berurusan ke pasar ini adalah Ibu-Ibu atau Bapak-Bapak kita. Agaknya mereka masih lebih tertarik untuk merasakan atmosfir pasar tradisional yang sangat berbeda dengan pasar modern.

Nah, kembali ke pertanyaan, akankah pasar tradisional mampu bertahan di tengah hempasan pasar modern? Dengan bangga saya bisa berikan prediksi bahwa pasar tradisional tetap akan mendapatkan tempat dan akan mampu bertahan. Ada beberapa hal yang menguatkan keyakinan saya akan hal ini.

Pertama
Pasar tradisional menjanjikan harga yang jauh lebih murah dari pasar modern. Sudah bukan rahasia umum lagi jika masyarakat kita cenderung mencari harga yang lebih murah. Harga di pasar modern bisa lebih murah dikarenakan pedagang tidak harus menyewa tempat dan juga membayarkan pajak sebesar yang dikeluarkan di pasar modern. Apalagi untuk pasar induk biaya jauh lebih murah lagi karena langsung dari tangan pertama.
Kedua
Pasar tradisional memiliki keterikatan sosial yang kuat antara pedagang dan pembeli. Hal ini dikarenakan dalam proses jual beli di pasar tradisional melibatkan proses tawar-menawar harga. Dari kegiatan yang satu inilah antara pedagang dan juga pembeli terjadi proses saling kenal. Minimal dalam proses jual beli yang dilakukan antara pedagang dan juga pembeli saling mengetahui kampung halaman, walaupun hal ini tidak mutlak dialami oleh setiap penjual dan pembeli.
Ketiga
Menumbuhkan jiwa sosial. Rasa sosial yang ditimbulkan juga semakin besar tatkala hadir rasa iba. Pedagang di pasar tradisional berasal dari kalangan yang beragam. Mereka kebanyakan tidak memakai seragam dan juga berdandan apik seperti di pasar modern. Jiwa sosial kita akan semakin besar jika kita berbelanja ke pasar tradisional. Dengan begini kita dapat melihat berbagai sisi kehidupan yang ada di tengah-tengah kita. Membuka mata dengan berbagai kondisi, tidak hanya melihat hal-hal yang indah saja.

Friday, April 22, 2011

Pulut Merah dan Pisang

Ahay, kemarin Ibu balik dari Sumatera Barat membawa pulut. Tetapi pulutnya berwarna merah. Ya senada kalau berasnya beras merahlah gitu. Kalau di kampung Na paling sukak sarapan pake pulut merah. Tahu banget jarang-jarang makan yang kayak begituan, sampe di kampung pagi-pagi Na sudah bilang mau pulut merah sama Pakwo. Hihihi, sudah bisa ditebak, Pak Wo langsung membelikannya ke lapau (kedai). Mmm, kalau rasa ya beda sedikit dengan rasa pulut putih, lebih legit. Nah Na makan pake pisang, enyak..enyakkk...


Proses pembuatannya sama dengan pulut putih (ketan). Terlebih dahulu pulutnya di rendam trus di kukus, setengah matang taburi dengan sedikit air garam. Setelah matang ditaburi kelapa parut.

Wednesday, April 20, 2011

Bukan Kartini-Kartinian

Postingan khusus dalam rangka hari Kartini 21 April 2011. Selamat hari Kartini 2011 untuk semua Kartini modern. Bukan Kartini-Kartinian Na tuliskan untuk semuanya. Dulu Kartini berjuang memakai kebaya dan dengan segala kelembutannya. Sekarang Kartini tidak harus berkebaya setiap hari dan bersanggul. Semangat Kartini yang perlu kita teruskan, mensetarakan antara wanita dan pria dan tetap berjalan di koridor kewanitaan yang dimiliki. Barusan baca email, dengan pesan "Super Woman sekarang ya kita". Sepakat, wanita harus menjadi superwoman. Superwoman untuk keluarga, bangsa dan negara.

Wanita tidak hanya memikirkan dapur, sumur, kasur. Lebih dari itu wanita harus bergerak maju dan setara dengan pria. Jangan ada lagi diskriminasi terhadap wanita pada zaman sekarang. Wanita juga harus cerdas untuk menyikapi perkembangan zaman. Berani berkata tidak untuk hal yang tidak baik dan berani berjalan di depan untuk pembaharuan ilmu dan teknologi.

Kartini sekarang pun tidak harus hanya bisa berdandan cantik, tapi lebih dari itu kita diharapkan cantik dari segi akhlak dan juga ide. Kartini yang benar-benar bisa membebaskan diri sendiri dari belenggu-belenggu penjajahan lelaki dan ego. Kartini yang berjiwa besar dan halus budi. Kartini yang sennatiasa memberikan senyum manis dan solusi dalam setiap permasalahan.

Selamat Hari Kartini 2011

Sate Padeh



Sate Padeh, itulah yang awalnya diperkenalkan temannya yang baik hati, tidak sombong dan besar banget Chandra Kirana. Dulu Na panggil dia Raksasa, habis itu berubah jadi Giant, habis tuw berubah lagi jadi Gadank. Panggilan yang terakhir ini yang bertahan lama. Awalnya dia sukaa banget menulis status fb dengan kata-kata "sate padeh i'm coming". Awalnya Na sama sekali tidak tahu sate padeh apaan. Yang Na tahu sate padeh ya sate yang tidak manis seperti sate madura, ya kayak sate-sate Padang biasa gitu. Tiap seminggu sekali Chandra Kirana temanna yang dulu gila update status itu selalu makan sate padeh itu dan selalu buat status yang buat orang ngiler gitu. Suatu waktu Na komment bilang gini "makanlah surang, ndak ngajak-ngajak dow yo" kalau Indonesianya "makanlah sendiri, tidak ngajak-ngajak ya". Karena emang dia tuw baik hati kan (padahal kalo ditulis baik hati biar diajak lagi tuw) dia malah bilang "bilo wak makan sate padeh Naya?, bisuak yo Chan jampuik". Kalau tidak salah itulah awal Na ketemu makhluk besar itu. Kopdar gitu sama si gadank.

Diajak ke Sate Padeh, ternyata tidak begitu jauh dari rumah Na. Tepatnya di Jalan Delima Pekanbaru, di ruko gitu. Kalau masuknya dari Panam, sate padehnya sebelah kanan, tapi kalau lewatnya dari Srikandi, Lobak, maupun Melati sebelah kiri sate padehnya. Baca ajha di gerobaknya ada tulisan "SATE PADEH". Sampai di sana si gadank memesankan sate padeh 2 porsi dan teh botol 2 porsi juga. Tidak lama satenya datang. Dengan santainya makhluk besar nan ramah itu memulai menyantap sate padeh. Kalau Na? Suapan pertama? aman, suapan kedua? aman juga, suapan ketiga? ONDE MANDE, padeh nyo lai (pedas banget). Secepat kilat Na menyambar teh botol itu, sementara si gadank malah tertawa geli melihat Na kepedasan. Na memang terlahir dari Ayah dan Ibu yang berasal dari Sumatera Barat tapi kalau pedas banget Na terus terang tidak tahan. Lama banget Na menghabiskannya. Tetapi sodara-sodara, si gadank malah nambah pesan setengah porsi untuk dia (Oh My God). Akhirnya sate itu habis juga Na santap, dengan mengetepikan kuah-kuahnya. Sebenarnya setelah beberapa kali mencicipi tidak pula terlalu pedas, mungkin pas pertama makan itu Na agak sariawan.

Nah, itulah sekilas dua kilas pengalaman pertama makan sate padeh yang ngetrend di kota tercinta Pekanbaru. Boleh di bilang makanan ini hanya ada di Pekanbaru. Sate Padeh a.k.a sate yang pedas seperti sate biasa namun untuk pedas emang lebih pedas. Nah, karena yang pedas-pedas itu identik dengan Minang, jadilah orang kalau menyebutkan pedas, lebih enak bilang "Padeh". Jika ditanya soal harga? standarlah ya, paslah untuk kantong anak-anak muda model kita-kita ini. Kalau makan sate padeh di tempat ini juga tersedia kudapan seru, seperti kerupuk kulit a.k.a karupuak jangek, kerupuk jengkol a.k.a karupuak jariang dan tempe goreng badaruak.

Kemarin makan lagi di Sate Padeh tetap barengan sama si gadank. Tapi di sms si gadank buat gini "Siap makan sate padeh ado sesi curhat kan?". Kawan Na yang satu ini lagi agak bingung, agak down. Jadilah kita makan sate sambil curhat, sampe curhatnya dilanjut sampe ke rumah. Pesanan di sate Padeh:

Sate 2 porsi setengah
Karupuak jariang 5 bungkus (ganas)
Teh botol
Teh Es
Total 38Ribu.
Aksi si gadank menyantap sate padeh

Jadi kalau berkunjung ke Pekanbaru jangan lupa makan sate padeh, dan siap-siap untuk hu-hah hu-hah kepedasan.

Tuesday, April 19, 2011

Seleksi Alam Dalam Blog

Hal baik yang hadir hari ini tidak terlepas dari yang namanya seleksi alam. Lantas apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan seleksi alam. Menurut wikipedia dalam teori evolusi, seleksi alam diartikan sebagai
Teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing mempertahankan hidupnya.
Hal di atas tidak hanya terjadi dalam persaingan dunia nyata tetapi juga terjadi pada dunia perblog-an. Buat Na pribadi teman-teman yang starting ngeblog sudah sangat cantik. Hal ini dikarenakan jauh di luar sana masih banyak orang yang sangat awam dengan blog. Blogger (panggilan untuk orang yang suka blogging) itu menurut Na kreatif, karena dapat menuliskan suatu hal yang bermanfaat, menorehkan tinta-tinta virtual untuk kebaikan atau mengumpulkan ide-ide indah untuk ditorehkan di blog dalam sebuah kalimat ataupun sebuah foto (ini khusus untuk yang memanfaatkan internet sehat dan tidak termasuk blog-blog yang senang memajang tulisan maupun gambar tidak senonoh). 

Banyak yang memulai blog, semangat berbagi dari awal hingga kini. Ada juga sebagian blogger yang semangat di awal lantas kendor ketika sudah berjalan sebulan tiga bulan. Ada lagi blogger yang hanya semangat membuat blog dan tidak memiliki amunisi lagi untuk meneruskan perjuangan ngeblognya dan memutuskan berhenti serta menamai diri sebagai mantan blogger.

Inilah yang Na maksudkan dengan seleksi alam dalam blog. Karena dari sekian banyak blog tidak akan semuanya yang sanggup bertahan di hempasan ide-ide kreatif yang terus mengguncang. Perlu niat yang kuat, perlu kesabaran, ketabahan dan juga kesenangan untuk hal yang namanya "blog". Di samping ngeblog juga perlu waktu. Tidak sedikit juga dari kita yang sibuk dengan rutinitas harian seperti sekolah, kuliah dan bekerja tetapi masih sempat untuk mengorganisir blog. Inilah yang namanya kemauan kuat. Sedapat mungkin mengatur waktu dengan hal-hal berguna. Orang-orang seperti ini pemikirannya saudah sangat maju. Barangkali di pikiran mereka-mereka, dari pada buang waktu dengan yang tidak berguna, mending menulis, walaupun tidak banyak yang ditulis tetapi setidaknya berguna untuk sebagaian orang atau justru malah untuk menuliskan segala beban berat lewat kata-kata santainya, yang jelas tidak menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. 

Menulis blog itu seni, makanya seiring waktu akan banyak yang terseleksi dengan senidirinya. Bagaimana tidak menghasilkan blog yang indah memerlukan jiwa seni. Menselaraskan warna, gambar, tulisan dan lainnya tidak bisa sembarangan. Sekali lagi salut untuk teman-teman blogger yang sudah dapat menghasilkan karya-karya indah. Blog juga dijadikan ajang silahturahmi. Kembali ke pengertian seleksi alam, biasanya mereka-mereka yang tidak sesuai dengan lingkungan nya akan terseleksi dengan sendirinya. Tidak semua blogger dapat beradaptasi yang baik. Banyak juga dari blogger yang sombong, angkuh dan ngak banget. Biasanya ada saja penilaian untuk mereka yang seperti ini. Tetapi bukan berarti blogger yang hanya memiliki follower sedikit tidak mampu beradaptasi dengan baik. 

Menurut Na lagi, masing-masing dari diri kita memiliki penilaian untuk suatu hal. Semakin kita menyadari hal-hal indah maka kita akan loloslah dari yang namanya seleksi itu. Dalam artian dengan ide cemerlang, semangat, ketabahan, rajin, disiplin ngeblog serta ramah tida pelit ilmu dan tidak sombong maka kita akan dapat bertahan. Sebaliknya juga seperti itu. Jika kita bertahan dengan hal yang kurang baik, siap-siaplah menuju kematian jiwa blog :)

Selalu ingat dengan nasihat kekasih: selalu rendah hati, tekun dan memiliki semangat dalam ngeblog ya bundo. Orang sukses di blog seperti blogger $ bukan langsung mendapatkan manis seperti sekarang. Niatkan yang utama ngeblog untuk berbagi, bukan ajang pamer kehebatan.

Saturday, April 16, 2011

Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari

Pagi. Meskipun raga belum terkumpul sepenuhnya akibat waktu tidur malam yang lagi-lagi tersita karena aktifitas yang menyenangkan. Bagaimana tidak Sabtu 16 April kita ngurusin seminar Mading Online. Sebagai informasi Seminar Mading Online ini sebagai rangkaian awal yang dilakukan oleh Komunitas Blogger Bertuah (blogger Pekanbaru) untuk pembentukan jaringan mading online. Seminarnya dilaksanakan untuk guru-guru TI dan juga Kepala Sekolah. Pembicara dalam seminar ini tentu saja orang-orang hebat dari ICTwatch internetsehat.org dan harian Tribun Pekanbaru. Siangnya dilanjutkan dengan acara Nobar film linimas(s)a dan diskusi film ini sampai jam 17.30. Letih? tentu saja belum. Karena kita semua punya waktu untuk pulang terlebih dahulu sementara tamu kita bisa istirahat sejenak. Lepas Magrib acara ngumpul bareng dilanjutkan di sekretariat. Banyak hal yang dibicarakan tentu saja mengenai dunia perbloggeran. Hidup Blogger!!!Jam 22.00 wib acara dilanjutkan dengan acara ngopi bareng. Waduw tentu saja Na udah deg-deg ser, maklum anak gadis gitu kan. Akhirnya telpon ayah bilangin yang sesungguhnya kalau malam ini pulang agak terlambat. Alhamdulillah diizinin. Salah satu yang na tangkap dari pembicaraan tadi malam ini adalah mengembangkan konten lokal. Apalagi mas-mas dari ICTWacth, Pakde BlontangPoer sukses banget dech ah ngomporinnya. Baiklah makanya pagi ini Na mau angkat informasi dari daerah Na namanya Danau Buatan (tetapi itu dulu) sekarang Bandar Kayangan Lembah Sari.

Bandar Kayangan Lembah Sari ini baru saja di launching oleh Bapak Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah (16 April 2011). Dahulu tempat wisata yang ada di Pekanbaru ini bernama Danau Buatan. Jika Anda pernah mendengarkan Festival Danau Buatan, ya acara itu diadakan di tempat wisata yang satu ini. Launching nama baru ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan juga pelepasan balon. Selain itu dalam rangka kegiatan launching nama baru menjadi Bandar Kayangan Lembah Sari digelar lomba pacu sampan.

Nama Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari ini diusulkan oleh tokoh Masyarakat Melayu Tennas Efendi. Filosofi Bandar Kayangan Lembah Sari sangat dalam. Kata "Bandar" dentik dengan kota yang relatif besar. Dahulu bandar lazimnya terletak di pinggir laut atau sungai karena itu lazim juga disebut dengan kota pelabuhan. Namun pada saat sekarang bandar lebih disebutkan untuk kota tempat melakukan berbagai kegiatan. Sementara kata "Kayangan" disebutkan dengan negeri di atas angin. Hal ini menggambarkan kota yang indah, nyaman, aman dan juga damai. Filosofi inilah yang diharapkan dapat mendatangkan kebahagiaan kepada siapapun yang datang ke Pekanbaru. Kata "Lembah" menunjukkan daerah yang kawasannya relatif rendah dari daerah sekitar. Filosofinya daerah ini akan mudah untuk diukunjungi. Kata "Sari" memiliki arti inti maupun pati atau saripati. Hal ini menggambarkan taman yang indah dan alami sehingga menjadikan bagian terindah dari alam.

Untuk informasi tambahan, Danau Buatan a.k.a Bandar Kayangan Lembah Sari ini berlokasi di Limbungan kecamatan Rumbai . Tempat ini terletak lebih kurang 10 KM dari kota Pekanbaru dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bandar Kayangan Lembah Sari ini merupakan bendungan irigasi yang sangat indah dan dalam tahapan pengembangan sebagai objek wisata. Sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi acara. Selain itu di tempat ini juga kerapkali diadakan berbagai kegiatan, mulai dari lomba pacu sampan, festival lagu melayu maupun pentas musik dan perlombaan lainnya.

Thursday, April 14, 2011

Bom Cirebon

Sebuah bom meledak siang ini Jum'at (15 April 2011) di Mesjid Polres Cirebon. Bom meledak diduga merupakan bom bunuh diri yang dibawa oleh seseorang yang berada pada shaf kedua. Satu orang tewas yang diduga sebagai pelaku sementara 5 lainnya yang terdiri dari polisi terluka.

Bom Cirebon yang diduga bom bunuh diri diledakkan oleh seseorang yang menggenakan baju dengan warna hitam yang berada pada shaf kedua pada saat shlaat Jumat di mesjid tersebut. Radius ledakan mencapai 15 Kilometer.

Lagi-lagi peristiwa peledakan bom terjadi. Namun kali ini sangat ironi karena ledakan justru direncakan dilakukanpada saat sholat Jumat, dimana tengah melakukan ibadah. Miris lagi mendengar berita boom meledak ini. Semoga Bom Cirebon ini peristiwa terakhir yang terjadi di rumah ibadah.

Friday, April 8, 2011

Nasi Goreng Abon Cabe Ala Chef Bundo dan Alqa

Nasib dapat jadwal siaran pagi-pagi bener terkadang buat Na kelimpungan buat sarapan. Kalau tidak sarapan bagaimana bisa na melakuka aktifitas dengan baik sementara perut tepikik telolong. Untungnya di radio semuanya lengkap mulai dari penanak nasi, kompor, kuali dan lain-lain ada. Jadinya kan perut Na bisa tertolong. Sudah dua kali puasa dua kali lebaran#aduuuw malah nyanyi pula. Sudah dua minggu Na sama Alqa, tiap hari Minggu buat nasi goreng. Tetapi Na mau bagi resep nasi goreng abon cabe ajha ya.




Nasi Goreng abon cabe ala chef Bundo dan Alqa
Bahan:
Nasi matang (menanaknya sekalian di radio)
Bumbu nasi goreng siap saji
Telur (untuk dadar. dadar terlebih dahulu)
Abon cabe
Kerupuk

Bumbu yang iris
Bawang merah
Bawang putih

Margarin untuk menumis

Cara membuat:
panaskan margarin, tumis bawang merah dan bawang putih hingga wangi, tambahkan sedikit abon cabe, masukkan nasi hangat, beri bumbu nasi goreng cepat saji aduk rata. Angkat sajikan. Beri telur dadar + kerupuk. Beri taburan abon cabe di atasnya. Nasi goreng siap disantap. Gampang kan? cepat lagi buatnya. Alqa ajha bisa buatnya. Sarapannya dilengkapi susu si Alqa dilengkapi kopi.

Wednesday, April 6, 2011

Menumbuhkan Minat Menulis dan Membaca Melalui Blog

Ala bisa karena biasa. Rasanya pepatah ini benar-benar saya amini. Dahulu saya benar-benar tidak begitu menyenangi kegiatan membaca apalagi menulis. Namun sejak mengenal blog semuanya berubah. Awalnya kegemaran ini belumlah sebesar seperti sekarang walaupun saat sekarang saya belum bisa dikatakan sebagai penulis profesional. Tetapi setidaknya setiap hari saya masih menyempatkan diri untuk sekedar menulis, meluangkan waktu sekedar orat-oret blog lewat tinta virtual. Tiga tahun belakangan saya benar-benar jatuh cinta dengan blog dan internet. Kecintaan ini pun bukan tanpa alasan.

Awalnya kecintaan akan dunia maya ini ketika saya merasa segala sesuatu yang ingin kita cari, kita dengar dan kita lihat bisa didapatkan di sini. "Waw, alangkah pintarnya internet dan juga orang yang membuat blog ini", dahulu saya berpikir seperti itu. Mereka bisa merangkai informasi maupun kata-kata indah sehingga bisa dinikmati oleh orang banyak. Memang tidak dinafikkan dari internet juga bisa ditemui hal-hal yang negatif, tetapi pada saat itu benar-benar tidak terpikirkan untuk hal yang satu ini. Justru yang terpikirkan setiap harinya utnuk mencari informasi terbaru. membaca informasi-informasi bermutu dari teman-teman blog dan tentunya menuliskan hal-hal yang mudah-mudahan juga berguna untuk teman-teman lainnya.

Kian hari kebiasaan untuk membaca dan juga menulis seakan terpupuk karena ditunjang dengan failitas yang mendukung untuk mengakses internet. Ke depan kebiasaan baik ini akan saya tularkan kepada keponakan saya yang masih berusia 3 tahunan, mengajarinya mengenal kegiatan membaca dan menulis dan mengasahnya melalui kegiatan online dan mudah-mudahan sebelum memasuki bangku sekolah dasar sudah dapat mengoprasionalkan blog walaupun hanya sebagai ajang curhat dan bersilahturahmi dengan teman-teman blog.

Friday, April 1, 2011

Sumatera Barat dan Kenangan



Masih menyambung cerita indah beberapa hari di Sumatera Barat, kalau postingan pertama fokus ke acara seminar dan juga kopdar tapi kali ini mau ke acara jalan-jalannya. Eh ngak dink, hanya menikmati perjalanan pulang ajha sambil melihat-lihat keindahan yang terlihat bahkan yang tersembunyi. Waaaw ternyata sungguh indah. Dari hal sederhana saja menimbulkan sesuatu hal yang luar biasa. Maha sempurna sang pemilik ciptaan.

Diawali dari rencana pulang seminar menikmati matahari terbenam di Taplau, tapi gagal. Hal ini dikarenakan hujan badai (lebaay padahal cuma hujan deras ajha pun). Perjuangan untuk sampai ke ujung batu itu penuh darah padahal, maksudnya darahnya ilang-ilang timbul gitu sangkin takutnya melewati batu-batu besar itu. Eee sampai di ujung dengan semangat narsish yang sudah memuncak, malah hujan lebat. Kebayang aja dari rumah tidak ada rencana kalau pulang seminar mau langsung ke Taplau, jadi ya na pake wedges donk secara acaranya di hotel gitu, masak pakai cendal dank. Eee harus melewati batu-batu itu dengan wedges, akhirnya si datuk suruh bukak, risih dia mungkin lihat kok ke Laut pake wedges#ampuuun datuuuk. Perjuangan untuk sampai ke mobil lebih susah mana diserang hujan dari belakang (ndak paten hujan ni beraninya main keroyokan). Alhasil sampai di mobil dengan punggung basah.


Satu-satunua foto na di Taplau saat itu

Menikmati keindahan alamnya dilanjutkan ketika perjalanan pulang dari Padang ke Pekanbaru. Niatnya sich berangkat subuh gitu jadi sampai di tempat yang direncanakan pagi-pagi banget. Tappi semuanya pada telat bangun, kecapek an buuu. Na yang duluan bangun, sholat bangunin mbak else. Habis itu mandi, lepas mandi baru dech satu persatu mulai bangun. Jam 7 pagi Na, Abi sama mbk else dah wangi kita beli sarapan dulu, yang lain belum pada mandi tinggal ajha di rumah. Sepanjang jalan menikmati jalan, beda ya suasana pagi di Padang dengan Pekanbaru. Sengaja kita cari sarapan jalan kaki (hadeeeh, naik boil pun ngak bisa nyetir). Jam 8-an kita berangkat dari Padang tujuannya lembah Anai. Sangkain menikmati air jatuh dari bawah. Ternyata tidaaak. Ijal ngajak naik ke atas. Ok lah, kita mendaki tanpa pemanasan terlebih dahulu. Hap..hap..hap, semangat ternyata sudah jauh ke atas salah jalan. Mana jalan pendakiannya licin, ternyata turun lebih licin. Alaaah maak, ampuuun.



Setelah jalan ke jalan yang benar rintangannya lebih berat. Gilaaa lewatnya di tepi jurang, takuuuut. Tapi untungnya saling support hingga akhirnya sampai di air terjun meskipun harus merelakan sendal hilang. Ahhhh air jatuh eh air terjuuuun, sudah lama tidak melihatnya. Semuanya antusias. Bang Ais yang pertama sekali menyemplungkan diri ke air, na pun tidak tahan berlama-lama berdiri membisu. Ke air juga ah...Puas menikmati keindahan air dan hutan kita melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi. Disini pun masih sempat bernarsih ria di jam gadang sembari menunggu teman-teman yang belanja.

Dua hari di Sumatera Barat bersama teman-teman blogger sungguh menyenangkan. Kapan lagi ya bisa kayak gitu?

Gubalo



Gubalo yang dalam bahasa Indonesianya na artikan gubala (hayyaaah apa itu artinya ya yang kebayang itu gembala sapi). Tapi kali ini bukan mau menggembalakan sapi, tapi mau memberikan referensi yang akan memanjakan selera jika di Jakarta dengan selera yang ruar biasa. Awalnya diberi referensi sama Hernando, nach inilah resto yang Na maksudkan...Gubalo Resto dan Cafe. Alamatnya di Ruko Royal Point No.2, Taman Royal 2, Cipondoh. Telpon 021 442 49 114. Amanlah pokoknya kalau makan, karena harga dijamin bersahabat. Menunya juga variatif. Apa saja?
Ini dia.....Tanraratara....




Ada nasi goreng Pattaya, ikan kembung foreng, mie goreng. Ada rendang, dendeng gulai dan kalio jariang juga. Masakan khas Minang juara dech di sini