Monday, May 30, 2011

Sate Ceker

Sate Ceker, aneh memang kedengarannya. Ini kali pertama na makan sate ceker. Ngak sengaja, sama sekali ngak sengaja. Seperti biasanya kalo malam itu sibuk ketak-ketik di depan laptop, ntah hapa-hapa ajha, pokoknya semua ditulis (Itulah si Neyna, terkadang jaleh terkadang indak jaleh). Nah tengah asik-asik nulis gitu, bunyi tenot-tenot tenot. Si adek-adek yang di luar buru-buru manggil "Sateeee" udah mirip kayak orang paduan suara ajha tuw anak-anak. Eee rupanya yang dipanggil bukan sate, wkwkwkkw. Ternyata kacang habuih a.k.a kacang rebus...Na ketawak-ketawain mereka setelah salah seorang dari mereka mengatakan " EeEe kiro kacang abuih dank"

Sunday, May 29, 2011

Live Reeport dan Award


Ini award dari dek Noeel Loebis

Yuhuuu, siang Pekanbaru seperti biasa, panas membara...Tapi nanti sajalah kita bicarakan panas ini dan aktfitas hari ini. Kita mau bicarain dulu award dari dek Noeel Loebis. Ini award yang diberikan adek Noeel Loebis di ulang tahunnya yang ke-23. Kemarin si adek yang satu ini getol banget nulisnya. Eee betewe flyover jalan-jalan ke sekre, Selamat ultah untuk dek Noeel, wish you all the best adek yach, semoga sukses dengan skripsinya.

Orait kita langsung ajha ke live reeport. Benar-benar live reeport yang melelahkan hari ini. Cuapek, lemas dan panas. Ya tuhan semoga Na tetap diberi ketabahan untuk menjalani ini semua. Sudah pagi-pagi kita ke sana ternyata salah lokasi dan kurang kordinasi dengan pihak EO nya. Sudah mutar-mutar pasar, berkeliling-keliling sampai ke pasar sayur, pasar ikan trus ke tingkat atas, menengah dan bawah kok Tidak Ada. Terus otak terus berputar, meskipun pulsa terbatas tetapi tetap saja berusaha menelepon pihak EO untuk menanyakan dimana lokasi pastinya, aaaach tidak. Ternyata tidak aktif. Telepon ke kantor menanyakan nomor telepon lainnya, coba telepon ternyata aaaach tidak aktif juga. Pening dech Na mau hubungin siapa. Telepon, sms sana sini. Akhirnya, bang Ali membalas sms. Tengtereng-tereng, balasan sms yang menenangkan. Dia mngirimkan nomor handphonenya putera, SPB di acara yang bang Ali tanggung jawabi untuk "Sekolah". Coba telepon, eee ternyata si mas ini juga SPB untuk di pasar. Yeyeyeye, asiiik nyambung. Trus Na tanya eee, mak eee ternyata acaranya dipindah ke Pasar lain. Sampai malam juga mutar-mutar di pasar yang satu itu ngak bakalan ketemu tuw event. Bergegaslah kita ngebut. Kalo iklannya di tv udah koyak-koyak tuw baju kita. Bibir kita dower-dower tuw dah, tetapi kita tidak peduli. Yang kita pikirkan hanyalah bagaimana bisa secepatnya sampai di lokasi.

Alhamdulillah lega, bisa sampai dengan semangat di lokasi. Bekerja, habis itu lemas. Mencari makanan pusing-pusing sana-sini. Katanya si ayank mau makan seafood, ee tapi katanya cari tempat makan seafood yang ada nasinya. Maaak oi, kemane nak dicari itu, padahal kan kalo seafood itu biasanya banyaknya malam, itu baru siang gitu. Akhirnya ujung-ujungnya ke ampera 7000. Nendang habis kan itu ya? Ya sudahlah ndak apa. Yang jelas perut kenyang, dan kembali bertenaga untuk kembali menlajutkan siaran. Ach, live reeport yang berat sekali seberat lima ton. Fiiiiiuh.

Thursday, May 26, 2011

Cake Tape Singkong Berkismis Kukus

Pekanbaru lagi senang-senangnya diguyur hujan, karena rata-rata hampir setiap malam hujan. Tahu sendiri donk kalau udah hujan perut laparnya oh mama oh papa dech pokoknya. Karena itulah Na harus mencari cara menjelajahi rumah teman-teman Na untuk mencari makanan-makanan lezat tetapi buatnya yang mudah dan murah. Langkah Na terhentilah di Just Try and Taste.

Setelah celingak celinguk, mencari-cari resep yang sesuai dengan yang dimau, akhirnya jari untuk mengklik terhenti di Cake Tape Chococip di sana. Tink...tink...tink...tiba-tiba otak na terputar-putar karena mendadak pengennya kismis. Kismis selain lezat juga memiliki banyak manfaat. Karena itulah, ahaaaa Na jadi pengen menggantinya dengan kismis si choco chipnya. Koment di postnya si mbak, tapi kata si mbak kismis mungkin lebih bagus kalo di panggang. Mmm iya pulak ye.

Hari Minggu ketika liputan di pasar mengingatkan diri untuk membeli tape singkong. Di pasar pertama, lupa beli nya. Di pasar kedua pasar Sail lupa juga beli tape nya. Dua minggu selera tertahan. Pasar ke tiga pasar pagi arengka, bener-bener mengingatkan untuk beli tape, alhasil tape terbeli. Beli dua bungkus, sebungkusnya dua ribu saja. Banyak, sebungkusnya 3 gram gitu.

Tarra, akhirnya terbuat juga tuw cakenya. Untuk yang pengen lihat resepnya langsung ajha ke Just Try and Taste. Berhubung dikukus lebih praktis dari pada dibakar dan waktu Na membuat itu tidak banyak akhirnya Na buat yang kukus ajha.

Sambil inet-an makan cake dolo


Tuesday, May 17, 2011

Kakak Menor

Kaget Na tiba-tiba pas bude bilang "Kakak menor". Sedich Na tiba-tiba, mendadak shock, pengen pingsan. Tiba-tiba saja Na pengen teriak dan berkata "What" ke bude. Tapi dasar Na yang manis ini hanya bisa tersenyum sambil menunjukkan wajah tidak mengerti.

Soalnya yang Na tahu menor itu dandanan. Pake lipstik tebal-tebal dengan warna yang ngejrenk, pakai bedak tebal-tebal, blush on dan lainnya yang serba lebih. Padahalkan Na tuw jauh banget dari yang gituan. Orang Na kalau dah pulang siaran ndak ada pakai apa-apa. Lepas sholat jangankan pake serba berlebih gitu pakai bedak pun tidak. Makanya Na kaget ajha pas bude bilang kakak menor.

Sadar Na tidak mengerti bude lantas menjelaskan menor yang dia maksudkan. O alah, ternyata yang bude maksudkan itu ya karena Na yang sudah rada gemukan sehingga semuanya jadi serba besar kelihatannya. O em ji, apakah itu perkataan halus dari bude yang menyiratkan kalo Na itu gendut sekarang. Ya tuhan, harus rajin olahraga ni Na nya. Berenang...hicks ntah kapan-kapan bisa berenang, sibuk taruih. Sampe olahraga terabaikan. Yoga pun udah ngak pernah.

Saturday, May 14, 2011

Mengejar Prestise Demi Tetap Eksis

Terkadang kita melakukan berbagai hal demi untuk mengejar prestise. Itulah yang ada di benak Na ketika beberapa hari yang lalu melihat suatu fenomena. Anak muda, mengapa anak muda? karena mereka inilah yang selalu ingin terlihat sempurna. Ya katanya biar tetap eksis gitu. Prestise terkadang mengaburkan kebutuhan yang sebenarnya dari kita.

Lantas, apa yang Na lihat banyak dari anak muda ini yang mengejar prestise demi tetap eksis. Terkadang mereka mengejar sesuatu ini hingga rela berhutang yang penting gaya. Rela makan hanya sehari demi BB yang selalu di tangan. Padahal BB nya cuma buat BB-an saja tidak lebih dari itu. Berlagak bak eksekutif muda (sihiy, BB di genggaman anytime). Ini baru satu contoh. Ada lagi yang rela ngutang demi kawat gigi. Ya entah kapan mulainya kawat gigi ini menjadi trend yang tidak terkalahkan. Mungkin saja untuk mereka yang mengedepankan prestise biar dech makan sehari sekali asal bisa beli kawat gigi trus bisa ngeksis di foto profil FB.

Sedapat mungkin kita membeli segala sesuatu disesuaikan dengan kebutuhan bukan karena ikut-ikutan atau agar bisa terlihat eksis. Menyesuaikan dengan kebutuhan berarti meminimalisir kemubaziran. Karena Ketika kita butuh segala sesuatu yang kita penuhi akan termanfaatkan dengan baik. Selalu berharap tidak tergoda dengan keindahan semu yang ditawarkan di luar sana.

Saturday, May 7, 2011

Miskin Ide Atau Miskin Peminat

Dua hal inilah yang selalu terbayangkan oleh saya tatkala melihat tayangan musik dan juga menonton tayangan televisi beberapa waktu yang lalu. Semua acara merupakan acara dewasa. Lantas kemana perginya tayangan anak-anak seperti yang sering saya saksikan ketika belasan tahun yang lalu?

Jika sekarang tayangan didominasi oleh tayangan percintaan beda halnya dengan dahulu. Program anak begitu mendominasi. Mulai dari program sains, program musik ataupun sinetron dan cerita anak yang sarat akan nilai positif. Entah saat ini program seperti itu tidak diminati lagi atau karena memang ide kreatif untuk membuat program semacam itu yang surut bak air laut.

Tidak mudah memang membuat program anak. Perlu kreatifitas yang besar, karena alih-alih membuat program yang baik, jika tidak diminati oleh anak-anak program ini sama seperti ruang hampa saja. Program kreatif ini juga mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, disajikan sederhana namun memiliki space khusus di pikiran anak-anak serta mengena. Lantas dengan cara apa menghadirkan program-program yang memiliki nilai ini?

Peranan orang tua harus besar dalam mengontrol tayangan yang ada. Jika dirasa tidak baik untuk anak lebih baik tidak ditonton. Slogan Matikan Tivi Mu pun layak kita terapkan pada saat sekarang. Namun haruskah orang tua mencari rekaman tayangan yang berkualitas di masa dahulu? Mengubek-ubek kembali gudang tua untuk menemukan tayangan yang berkualitas kembali? Atau membangkitkan kembali program-program seperti belasan tahun yang lalu yang setiap Minggu nya selalu ditaburi anak-anak berani dan kaya ide di televisi? Bernyanyi, membaca puisi, cerdas-cermat bahkan drama dan membuat kerajinan ala mereka. Sederhana, lugu dengan kekhasan anak-anak mereka.



Yang Muda Yang Berbahagia

Hayyaaah, bah hayya ini judul postingan sayyah yach. Tetapi bener kan, yang muda yang berbahagia, bukan berarti yang tua ndak bahagia lho. Yihaaaa, malam minggu. Rasanya agak sedikit bebas dari aktifitas dan juga rutinitas yang biasanya. Bisa sedikit rileks, ye ye ye ye ye. Dooow maaak seperti bebas dari dalam kerangkeng saja sayyah ini. Ndak apalah.

Malam ini mau ngumpul di sekre Blogger Bertuah dulu. Sudah lama ndak jumpa dan ngumpul sama blogger, tukar pikiran, makan-makan (itu agenda utamanya). Sebelum ke sekre bakal singgah dulu kayaknya di mall yang dekat rumah mau beliin pesanan Bumil yang pengen pezza. Semoga ngak macet semoga ngak ngantree. Aamiin.

Mmm, bahagia bisa lihat angka di atas 1000 dua hari ini. Hasil kerja keras bersama kekasih hati untuk rumah baru yang sudah sampai 1 K (semangat terus kita ya bi, biar bisa naikan target 2 K minggu depan). Kemarin abi targetnya cuma 100 Na malah bilang ndak ketinggian bi? eee baru jalan sehari langsung naik ke angka 400, abi cuma bisa senyum-senyum. "Ngak ketinggian kan Bundo?", katanya. Intinya untuk hal baik dan hal baru itu harus semangat, harus yakin. Pasti bisa. Senang rasanya kerja keras dapat hasil segitu, Alhamdulillah.

Kenapa yang muda yang bahagia? karena anak muda itu harus bahagia. Masih penuh dengan ide-ide segar, kreatifitasnya masih tinggi, semangatnya masih full (bukan kanda Zaiful Anwar) lho...Masih kuat begadang sampe jam 2 dini hari...jadi sudah sepantasnya bahagia. Bisa kumpul-kumpul lagi kalo malam minggu gini, tukar pikiran, tukar ilmu di dunia blogging. Habis ngumpul di sekre lanjut KU-KA (yasinan, kumpul keluarga besar). Ye ye ye ye, entah kenapa menjadi senang sekali dengan dunia yang satu ini. Menulis, blogwalking itu semua kegiatan yang menyenangkan. Selamat Malam minggu...