Sunday, June 5, 2011

Seberat Tiga Ton

Hah apa-apaan ini seberat tiga ton? Huah, seperti itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan hari Na semalam. Meskipun berat syukur alhamdulillah bisa terlalui dengan baik. Legaaaa. Diawali dari Sabtu yang cukup menyita waktu juga. Mulai dari siaran pagi banget jam 7 teng teng teng sampai jam 2 siang. Lepas siaran menghadiri resepsi teman es em peh. Pulang resepsi lanjut masak karena malamnya ada KU-KA di rumah. Otomatias ngak pakai tidur siang, huaaa, ngantuuuk, ngantuk, ngantuk. Malam minggu? Ya kan KU-KA jadi agendanya yasinan sama makan dan kumpul-kumpul sampai jam 12-an malam baru tidur. 

Lepas Sabtu, lanjut ke Minggu. Ada apa di hari Minggu? Pagi-pagi bangun seperti biasa siapin ini itu dan harus ibadah. Lepas beres-beres dan sarapan berangkat ke luar kota dengan mengendarai motor untuk tugas. Tujuannya Kabupaten Pelalawan Riau. Berangkat jam 7.45, singgah dua kali di pom bensin, tetapi di pom bensin pertama harus balik dengan tangki tidak terisi karena pom bensinnya baru mau bongkar premium. Jam 9 kita sudah ada di kota Kerinci Pelalawan dan sudah mendekati lokasi yang kita tuju, Pasar Baru Pangkalan Kerinci. Waktu kita agak kepake untuk cari-cari alamat ini. Karena jujur Na pribadi baru kali ini ke Kabupaten Pelalawan. Telpon dari kantor pun Na terima di jam 9.05. Setelah sampai di Pasar dan prepare dengan tim dari FF kita naik siaran di jam 10.10. 

Lepas tugas, kita cari makan dulu. Masih di Kota Kerinci Pelalawan cari makan. Tidak beberapa jauh dari pasar, kita makan mie ayam. Ye ye ye ye, selalu saja mie ayam yang jadi sasaran keganasan kelaparan. Jam 11.11 kita berangkat meninggalkan Kerinci. Seperti pergi, pulangpun kita melaju dengan kecepatan 100-110. Hahaha, karena belum pengalaman lewat lintas timur, jadi cuma pakai helm dan tidak pakai penutup hidung, ujung-ujungnya sampai di lokasi muka Na hitam-hitam kenak asap tronton. Huaa, ntah sudah sebanyak apa itu racunnya yang terhirup. Hitam benaran jadi celemat celemot. Si someone sampe ketawa-ketawa liatnya.

Jam 12.15 kita sudah ada di Kota Pekanbaru kembali. Panasnya lumayanlah. Isirahat sebentar, sholat, internetan sebentar dan lanjut lagi ke kondangan#lagi musim nikah ni di Pekanbaru. Janjian ngumpul di rumah PW jam 2 siang, sampe rumah PW baru ada Fendo. Setelah itu menyusul Danil, Grace dan Adi. Habis ngumupulin iuran Na sama PW berangkat buat beli kado ke depan, lama banget pilih kadonya, huahahaha. Mau pulang hari hujan pula. Bertahan bentar di depan. Kembali lagi ke rumah PW sudah semakin rame, udah ada Agus, Ayu, Mita, Tomy, Susi dll dech. Ruame banget. Lanjut kondangan pertama ke rumah Neno, karena itu yang paling dekat dengan rumah PW.

Sudah diduga, merusuhlaaah. Bersalaman dengan pengantinnya antri sepanjang-panjangnya kayak antri sembako, eh ada David juga menyusul. Rame banget, sumvah.  Lepas dari tempat Neno lanjut ke rumah Tanjung. Nah, di sini pun ngak kalah hebohnya. Udahlah paling rame, paling meribut pulak. Hohohoho. Si Tanjung pun ngak kalah gilonya, masak marapulainya kluar-kluar dank. Ditinggalinnya anak daronya surang di dalam. Dia malah foto-foto di luar sama kami. Emaaanglah ya. Makan sudah, nyanyi-nyanyi  sudah dan saatnya berfotoooo. Kembali merusuhkah? OOOH tentu iya, secara Yuda gitu fotografernya. Terang saja pake acara mengheboh. Jam 5 sore selesai dari rumah Tanjung. Ibadah, beres-beres lanjooot lagi jam 5.30 sore ke Mall Ciput. Ngapa lagi di sini? Hahaha, ada yang janji ngajak ke mall, ada yang mau dibeli, trus lagi niatnya le suatu acara yang ada artisnya. Tetapi sodara-sodara sampai di sana, acaranya sudah usai. Hicks. Agendanya jadi cuma beli kosmetik saja. Selesai blanja-blanji langsung pulang kok, di jalan sudah azan magrib. Sampai Radio langsung ibadah dan siap-siap buat siaran lagi sampai jam 10 malem. 

Hari Minggu Na dan someone benar-benar mendadak jadi orang yang berubah menjadi manusia tanpa rasa capek. Sampai jam 11-an malem mata pun belum tertidur. Tapi baru kali ini kita melewatkan menit ke 31 di jam 02 setiap tanggal 6. Hicks...