Monday, January 23, 2012

Dan Liburan Singkatpun Berakhir...

Yuhuuu. Liburan, asiiik, asiiik...tapi tetap ajha hari libur ngak serta merta cuma mendekam di rumah untuk benar-benar menikmati liburan dengan kegiatan malas-malasan. Ow It's no me (halaaaagh sekaarang ajha baru bisa bilang gitu, kemarin-kemarin masih males-malesan). O raittt...Liburan Imlek...

Pagi-pagi
Jam setengah tujuh berangkat siaran. Jalanan lenggang banget, makanya lebih cepat sampai radio dari hari-hari biasanya. Berbekal bolu kukus yang gagal kembang (masukin gulanya pas lagi panas, tepungnya jadi masak duluan sebelum di kukus, hufffh pelajaran ni buat kue sekarang ngak boleh terburu-buru lagi). Tetapi meskipun bolu kukusnya produk gagal rasanya nendang laaah, lumayan.

Menjelang siang
Mulai berasa sepi, karena kantor libur, ngak ada siapa-siapa di radio, untungnya kak Mar dateng dan menemani siaran (tapi cuma sebentar). Katanya dingin kenak AC, pusing kepala nya, hufffht kak Mar...kak Mar...

Awal siang
Asiiik, kekasih datang setelah ambil bahan kuliah dari rumah temannya, dateng-dateng bawa jeruuuk#sekalian pergi imlekan kayaknya dia. Syukurnya ditemanin sampe siap siaran jam 12 siang. Menjelang jam 12, mbak Reza tiba-tiba nongol kepalanya dari kaca dengan matic nya, ketika Na liat langsung bilang "berhasil Nay", hahahha, senang hati kawan dah berani bawa motor. Langsung telepon amanya mengabarkan kalo anak perempuannya itu telah tiba dengan selamat (hampir na tulis anak gadis, lupa Na kalo mbak Reza dah ada Kak A)

Siang
Lepas siaran, coba rancang proposal tapi perut ngak bersahabat. Ujung-ujungnya LALOK aka tidur di atas sambil nonton tipi. Bangun-bangun, kompie udah di pakai si Mr R buat main poker (terpaksalah awak ngalah). Lepas sholat aseek, Mbak Leny, Ika juga udah pada dateng. Yuhuuu kita mau jalan-jalan. Tapi jalan-jalannya ngak pake kaki, tapi pakai motor. Target pertama, tempat makan...
Bingung mau makan dimana, akhirnya disepakati makan ayam bakar di jalan Surabaya. Karena Ika ngak tahu jalan, kita lah yang disuruh duluan. Rasanya kita dah pelan banget, eee masih ajha si Ika ketinggalan pass lagi ngebelok, ujung-ujungnya si Ika dan mbak Leny kehilangan jejak. Rupanya mereka dah sampai lak ke Arifin Ahmad...Ya Allah jauh banget tuw nyasarnya. Akhirnya susul menyusul menjdai satu, kita jalan lagi ke tempat makan. Padahal perut dah lapar amiiir itu eh pake nyasar. Sampai di tempat makan, langsung menuju lesehan, pesen makanan, dan kalap. wkwkwkkw.
Lepas makan....
Cau menuju Taman Kota (icak-icaknya mau terapi kaki)
sampai di taman kota, parkir motor, Let's go menuju terapi kaki...dasar cemen ndak, baru beberapa meter dah pada aduuuh...aduuuh...(hahaha, lumayan lah bisa beberapa meter meskipun tidak semua track terlewati)...capek terapi, jalan-jalan ngiterin waduk melihat yang aneh-aneh. Huahahah, mengapa na bilang aneh-aneh? Sebenarnya niatan kita awalnya mau jalan-jalan cari udara seger...eh malah yang ketemu pasangan muda-muda yang lagi menikmati masa-masa berdua...Alaamaaak. Tapi emang kita niatannya pengen jalan-jalan, ngak peduli mereka lagi asik berdua, kita lewat ajha di depan mereka cuy#laah tempat umum kan? kalau mau private ya di howtel donk ah. ya kan? ya kan? Tapi emang pada asikkk bener dah ah, yang nempel ya tetap ajha nempel ngak peduli diliatin, dilewatin...Ampppunnnlah. lepas keliling waduk, kita merumput (duduk-duduk di rumput). Enak bener dah ah, angin sepoi-sepoi, lindung, pokonya asiiik gitu...Cerita-cerita tentang berbagai macam ruput, ketawa-ketiwi, seakan ngak peduli beratnya beban kerja yang besok bakal dipikul...

Sorean
Pulang dari taman kota, singgah beli jus dan ke radio lagi, ambil laptop yang sengaja ngak dibawa jalan-jalan. Akhir nya liburan selesai...lepas ashar langsung mencari sesuatu yang sangat diidam-idamkan, kasurrr...sangat-sangat mengantuk...
(Nulis ini pun antara sadar dan masih tidur kayaknya)

Pekanbaru
23 Januari 2012

Thursday, January 12, 2012

Merencanakan Program Siaran

Barangkali ketika kita menonton televisi atau mendengarkan radio, terbersit di benak kita, waw bagus sekali program siaran ini atau tidak jarang dari kita yang berdecak kagum dan mengatakan “Bagus ya acaranya”. Program siaran baik di radio maupun televisi tidak hadir begitu saja. Diperlukan tahapan-tahapan agar program siaran ini menjadi indah, enak untuk didengar atau ditonton, menghibur atau bahkan menguras emosi kita.

Na pribadi ngak munafik, kadang menonton tayangan televisi atau bahkan mendengarkan siaran radio terkadang merinding sangkin bagusnya tuw program. Ngak jarang kadang Na nangis tatkala program “Jika Aku Menjadi” ditayangkan. Terkadang juga bisa ngakak banget tatkala program “Standup Comedy” hadir. Ow sungguh program-program itu ada sutradara di baliknya. Sedikit berbagi mengenai program siaran#secara dulu pernah menimba ilmu (ceile bahasanya) di Ilmu Komunikasi dan sekarang juga kerja membawahi divisi program, barangkali ada gunanya kalau Na sedikit share seputar hal yang satu ini.

Merencanakan program siaran tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan ide segar, ide brilian dan tim yang benar-benar solid untuk menjalankannya. Memang yang kita saksikan di layar kaca hanya sebagian besar orang atau kalau di radio hanya seorang penyiar yang kita dengarkan sebagai corong akhir. Tapi membuat program itu boleh dibilang “susah” cuy. Lantas, apa saja yang harus kita persiapkan untuk suatu program siaran?

Oke, pertama tentulah perencanaan.
Perencanaan menjadi pondasi awal ketika kita hendak memulai suatu apapun. Tanpa perencanaan mustahil apa yang sudah kita rencanakan bisa berjalan dengan baik termasuk program siaran. Apa saja yang harus ada di dalam perencanaan program siaran ini?
1. Lakukan survei kecil mengenai hal apa yang dibutuhkan oleh penonton ataupun pendengar
Survey kecil-kecilan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketertarikan pendegar atau penonton terhadap program yang akan kita luncurkan. Ada baiknya kita membuat program yang berbeda namun dibutuhkan. Latah dalam sebuah program sebenarnya juga tidak terlalu buruk, namun kemungkinan orang bosan juga semakin besar. Semakin berbeda program yang akan kita hadirkan maka ketertarikan penonton atau pendengar juga akan semakin besar. Ketika kita sudah mendapatkan program apa yang dibutuhkan oleh pendegar, kita mulai dengan perencanaan kedua, cekidoooot
2. Rencanakan Target sasaran
Nah setelah kita selesai melakukan survei kecil-kecilan, langkah selanjutnya adalah menentukan target sasaran secara jelas.
3. Rencanakan Waktu siar dan materi
Setelah terkonsep program siaran, kita akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk program ini disiarkan lengkap dengan materi-materinya. Untuk radio, masih ditambah dengan lagu jenis apa yang sesuai diputar di program tersebut.
4. Menentukan nama prgram
Lho, kok nama program ditentukan belakangan ya?Mmm, sama ketika kita menulis tugas akhir atau skripsi, yang duluan kita lakukan adalah mencari masalah, setelah terkonsep semuanya baru terakhir menentukan judul. Nama program akan merepresentasikan program secara keselurahan. Karena itulah nama program kita tentukan belakangan. Buatlah nama program yang enak untuk didengar, tidak kaku, dan sesuai dengan isi program. Semisal Na baru saja membuat program untuk tahun 2012 ini dengan nama “Bharabas Small Bisnis”. Program ini menghadirkan informasi mengenai usaha kecil yang ada di Pekanbaru. Nara sumbernya pegiat bisnis kecil. Formatnya Dialog/Talkshow. Dalam program ini isinya mengenai informasi bisnis kecil tersebut serta kiat atau trik dalam memulai dan menjalankan bisnis keci dari pelaku-pelaku bisnis kecil yang ada di Pekanbaru. Program ini dihadirkan weekend, jadi weekend bisa santai ngobrolin soal small bisnis ?

Nah, udah ngak bingung lagi kan untuk merencanakan program siaran, tungguin share lainnya ya yang berkaitan dengan media dan dunia komunikasi

Wednesday, January 4, 2012

Tips Berbicara Di Depan Umum

Dapat tugas kuliah presentasi, atau bahkan akan mempresentasikan program terbaru di divisi tempat bekerja, membawakan acara tertentu dan lain sebagainya, trus ngalamin yang namanya grogi tampil di depan umum atau istilahnya demam panggung? Idiiiih, ngak zamannya lagi, udah 2012 ya. Biasanya kalau sudah grogi tampil di muka umum, mulailah tangan berkeringat, bicara terbata-bata dan menggigil bahasa Na nya manggeretek.hehehehe. Trus solusinya agar berani tampil di depan umum apa Neyna????Eits, sabaar donk ah, Na kan mau sarapan dulu#Lontong Na belum abis ni.

Ok, dilanjutkan, lantas apa saja ya yang harus kita persiapkan agar berani berbicara di depan umum? Ini dia tips berbicara di depan umum, cekidooot

1. Persiapkan diri dengan bahan-bahan yang relevan
Ketika hendak tampil di depan umum dalam berbagai kesempatan, langkah awal yang mesti kita persiapkan adalah persiapkan diri. Kondisi harus fit. Ngak lucu ya ketika tampil di depan kita justru masih disibukkan dengan flu yang mengganggu. Tidur cukup, istirahat cukup dan banyak konsumsi air putih sebelum tampil di depan. Dengan kondisi yang baik rasa percaya diri kita juga akan semakin terdongkrak naik. Selain persiapan diri, persiapkan juga bahan-bahan yang akan kita tampilkan ketika tampil di depan nanti. Jika perlu, siapkan catatan kecil yang rapi, sehingga ketika sewaktu-waktu kita grogi dan menghilangkan memori-memori di otak kita#ini bukan amnesia ya, kita bisa membuka catatan kecil tersebut dan mengingatkan kita kembali pada poin yang akan kita bicarakan.
2. Siapkan penampilan terbaik
Tidak perlu harus ke salon atau lain sebagainya, yang terpenting ketika tampil di depan pakaian yang kita gunakan rapi dan penampilan kita bersih. Jangan sampai kita tampil di depan umum dengan keadaan yang aut-autan. Lakukan persiapan minimal di malam hari atau sehari sebelum hari-H, agar ketika tampil bisa dengan penampilan terbaik, rapi, cantik/ganteng dan wangi.
3. Latihan vocal sebelum tampil
Ketika kita tampil sebagai publik speaker, vocal yang keluar dari mulut kita haruslah vocal yang jelas. Karena itulah tidak ada salahnya untuk berlatih vocal, A-I-U-E-O sebelum tampil
4. Datang lebih awal
Sebelum tampil, kita harus sudah berada di lokasi minimal 15 menit. Hal ini agar kita menguasai ruangan atau tempat kita tampil nanti. Tujuannya agar kita bisa lebih rileks. Jika kita datang terlambat, keadaannya justru semakin tidak baik, selain tidak menguasai ruangan, konsentrasi kita juga tidak fokus.
5. Siap tampil
Ketika sudah siap dengan persiapan di atas, berarti kita sudah siap tampil. Ketika tampil dalam posisi berdiri, perhatikan juga sikap berdiri kita. Berdirilah dengan elegan, berdiri tegap. Bila perlu ketika akan tampil ini minum air putih, supaya tidak seret. Tarik nafas dalam dari hidung dan keluarkan dari mulut, agar lebih rileks.

Semakin sering kita tampil di depan umum, maka akan semakin terbiasa menghadapi orang banyak. Selamat tampil di depan umum :), cayyooo