Thursday, January 12, 2012

Merencanakan Program Siaran

Barangkali ketika kita menonton televisi atau mendengarkan radio, terbersit di benak kita, waw bagus sekali program siaran ini atau tidak jarang dari kita yang berdecak kagum dan mengatakan “Bagus ya acaranya”. Program siaran baik di radio maupun televisi tidak hadir begitu saja. Diperlukan tahapan-tahapan agar program siaran ini menjadi indah, enak untuk didengar atau ditonton, menghibur atau bahkan menguras emosi kita.

Na pribadi ngak munafik, kadang menonton tayangan televisi atau bahkan mendengarkan siaran radio terkadang merinding sangkin bagusnya tuw program. Ngak jarang kadang Na nangis tatkala program “Jika Aku Menjadi” ditayangkan. Terkadang juga bisa ngakak banget tatkala program “Standup Comedy” hadir. Ow sungguh program-program itu ada sutradara di baliknya. Sedikit berbagi mengenai program siaran#secara dulu pernah menimba ilmu (ceile bahasanya) di Ilmu Komunikasi dan sekarang juga kerja membawahi divisi program, barangkali ada gunanya kalau Na sedikit share seputar hal yang satu ini.

Merencanakan program siaran tidak semudah membalik telapak tangan. Diperlukan ide segar, ide brilian dan tim yang benar-benar solid untuk menjalankannya. Memang yang kita saksikan di layar kaca hanya sebagian besar orang atau kalau di radio hanya seorang penyiar yang kita dengarkan sebagai corong akhir. Tapi membuat program itu boleh dibilang “susah” cuy. Lantas, apa saja yang harus kita persiapkan untuk suatu program siaran?

Oke, pertama tentulah perencanaan.
Perencanaan menjadi pondasi awal ketika kita hendak memulai suatu apapun. Tanpa perencanaan mustahil apa yang sudah kita rencanakan bisa berjalan dengan baik termasuk program siaran. Apa saja yang harus ada di dalam perencanaan program siaran ini?
1. Lakukan survei kecil mengenai hal apa yang dibutuhkan oleh penonton ataupun pendengar
Survey kecil-kecilan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketertarikan pendegar atau penonton terhadap program yang akan kita luncurkan. Ada baiknya kita membuat program yang berbeda namun dibutuhkan. Latah dalam sebuah program sebenarnya juga tidak terlalu buruk, namun kemungkinan orang bosan juga semakin besar. Semakin berbeda program yang akan kita hadirkan maka ketertarikan penonton atau pendengar juga akan semakin besar. Ketika kita sudah mendapatkan program apa yang dibutuhkan oleh pendegar, kita mulai dengan perencanaan kedua, cekidoooot
2. Rencanakan Target sasaran
Nah setelah kita selesai melakukan survei kecil-kecilan, langkah selanjutnya adalah menentukan target sasaran secara jelas.
3. Rencanakan Waktu siar dan materi
Setelah terkonsep program siaran, kita akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk program ini disiarkan lengkap dengan materi-materinya. Untuk radio, masih ditambah dengan lagu jenis apa yang sesuai diputar di program tersebut.
4. Menentukan nama prgram
Lho, kok nama program ditentukan belakangan ya?Mmm, sama ketika kita menulis tugas akhir atau skripsi, yang duluan kita lakukan adalah mencari masalah, setelah terkonsep semuanya baru terakhir menentukan judul. Nama program akan merepresentasikan program secara keselurahan. Karena itulah nama program kita tentukan belakangan. Buatlah nama program yang enak untuk didengar, tidak kaku, dan sesuai dengan isi program. Semisal Na baru saja membuat program untuk tahun 2012 ini dengan nama “Bharabas Small Bisnis”. Program ini menghadirkan informasi mengenai usaha kecil yang ada di Pekanbaru. Nara sumbernya pegiat bisnis kecil. Formatnya Dialog/Talkshow. Dalam program ini isinya mengenai informasi bisnis kecil tersebut serta kiat atau trik dalam memulai dan menjalankan bisnis keci dari pelaku-pelaku bisnis kecil yang ada di Pekanbaru. Program ini dihadirkan weekend, jadi weekend bisa santai ngobrolin soal small bisnis ?

Nah, udah ngak bingung lagi kan untuk merencanakan program siaran, tungguin share lainnya ya yang berkaitan dengan media dan dunia komunikasi