Monday, February 27, 2012

Bolu Kukus Ketan Hitam

Alhamdulillah dapat kiriman ketan hitam dari Mbak Ambar. Mbak yang satu ini memang sangat doyan ketan hitam. Jadi kalau sempat ada di Pekanbaru dan sempat main ke studio Radio beliau ngak pernah absen membawakan ketan hitam untuk Na. Maaciiih mbak Ambar...Dan kebetulan Na tuw juga sangat doyan ketan hitam. Pernah sangkin pengennya ketan hitam, keliling nyari ketan hitam plus lemang panggang, so yummy...enak banget. Bolu Kukus ketan hitam buatnya terinspirasi dari Blognya Mbak Endang Just Try and Taste. Buatnya gampang, cepet dan rasanya enak banget. Bayangkan Na yang jam 7 pagi ajha dah harus on air masih sempet buatnya. Sebelum berangkat siapin bahan-nya, yang dimasak dulu dah dimasak, tinggal masukin wadah, bawa cetakan, steam it, dan capcuuus ke radio.

Sampai di radio ngak langsung mengukusnya, karena harus siaran dulu sampai jam 9 pagi. Habis siaran barulah beraksi. Mengukus kue. Semuanya Na lakuin sendiri, habis dikukus Na tinggal kerja. Di kantor Na ni, lengkap semuanya. Kantornya hommy banget dech ih. Menunggu sebentar, tarraaa kuenya jadi. Baiklah, meminjam resep Mbak Endang JTT, ini bahan-bahan untuk buat Bolu Kukus Ketan Hitam
Bolu Kukus Ketan Hitam
Bahan:

Gula Pasir 80 gram
Gula Palem (Gula merah) 80 gram
Air 150 ml
Tepung terigu 200 gram
Telur 1 butir (kocok lepas)
Minyak goreng 100 ml
Tape ketan hitam 150 gram
Baking powder 1 sdt
Sedikit garam

Cara Membuat Bolu Kukus Ketan Hitam

Blender tapai ketan hitam dengan sedikit air
Sisa air gunakan untuk merebus gula pasir dan gula palem, rebus hingga gula larut, dinginkan. Pastikan rebusan gula ini benar-benar dingin sebelum dicampur dengan bahan lainnya. Hal ini agar tepung tidak masak ketika diaduk.
Di tempat terpisah masukkan tepung, baking powder dan garam
Lubangi bagian tengahnya, masukkan gula yang sudah dilarutkan, telur yang sudah dikocok lepas, minyak goreng dan tape ketan hitam yang telah dihaluskan. Aduk rata hingga semua bahan tercampur. Masukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang telah dilapisi cup kertas, kukus lebih kurang 20 menit. Angkat dan keluarkan dari cetakan.
Bolu kukus ketan hitam siap disantap dalam keadaan hangat atau dingin. :)

Tuesday, February 21, 2012

Award dan Rajin Menabung

Aw senang rasanya baca komentat Kak Mayya (Kak Eka atau Kak Mayya ini ya), rada bingung Na ni...apa tuw isi komentarnya??? Ternyata ada hadiah....Yang pasti bukan hadiah ulang tahun de karena ulang tahun Na sudah lewat jauh. Na rasa ni hadiah kenaikan kelas...kenaikan kelas dari single jadi Enga***. Eee endak juga ternyata...yang jelas ini hadiah rajin menulis dan rajin menabung.

Duw ngomong-ngomong rajin menabung Na tuw emang rajin menabung. Sangkin asiknya menabung jadi setiiap gajian langsung ditabung dan itu semuanya#lupa terus ninggalinnya,ckckkck. Tapi kebiasaan menabung ini memang harus dibiasakan sejak kecil, tapi jangan pulak semuanya ditabung kayak Na ni, #tuw kan karena Na lupa.

Kembali lagi ke award, mau pasang award dari kakak dulu ah (terusan award maksudnya), tapi ngak dapat PR lanjutan kan ni ya...Tengkiyu kakak :)

Monday, February 20, 2012

Oseng Buncis Saus Tiram

Kerja buru-buru berangkat pagi, soalnya jam 7 teng-teng harus udah on air Na nya, sementara selepas on air sambung kerja hingga jam 5 sore, habis magrib terkadang harus ngumpul lagi dengan teman-teman komunitas sampai jam 10-an malem, sampai di rumah sudah bisa dipastikan, capek. Beneran, sampai di rumah cuma bisa bersih-bersih sholat sebelum tidur dan ooooh kasurrr itu jadi tempat paling indah.

Bisa di bilang makan Na sekarang ni ngak teratur, makan siang nasi bungkus atau malah empek-empek dan jam nya sering telat-telat. Tapi Na terus berfikir gimana caranya suapaya Na tetap bisa makan tepat waktu, murah sehat dan higienis. Sampai akhirnya bangun tidur langsung masukin beras, buncis, tomat bawang, garam, saus tiram ke asoy dan pelengkp lainnya.

Lepas siaran jam 9, langsung menuju pantry...cuci sayur, bawang dll, lalu diiris-iris. Sihiiiiy petualangan untuk memasak di mulai. Kenapa Na pilih oseng? Alasannya cuma satu, praktis dan buatnya cepet dan gampang....Markimas#Mari Kita masak (maksa banget singkatannya ya)

Resep Oseng Buncis Saus Tiram

Bahan:
Buncis 10 buah
Ikan teri segenggam (dibelah-belah)
Cabe Merah 3 buah
Bawang merah 1 buah
Bawang Putih 1 buah
Tomat 1 Buah
Saus Tiram secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Garam secukupnya

Cara Memasak Oseng Buncis Saus Tiram
Iris bawang merah, bawang putih, cabe merah
Potong-potong tomat
Iris-iris buncis
Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah.
Masukkan buncis yang sudah diiris, tambahkan saus tiram, biarkan hingga sedikit layu, tambahkan sedikit air (bila perlu).
Masukkan ikan teri dan tomat, rasakan tingkat keasinan, tunggu hingga masak, angkat dan sajikan.
Tinggal masak nasi di penanak nasi.

Tuesday, February 14, 2012

3 Tahun Blogger Bertuah, Eksistensi Perlu Ditingkatkan

Yipppi, sebentar lagi akan menyongsong 3 tahun Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru. Tanggal 28 Februari nanti tepatnya. Kalau berbicara mengenai usia tiga tahun, bisa apa ya? Banyak. Seperti Halnya juga anak, di usia tiga tahun udah bisa jalan sendiri, udah bisa makan sendiri walau tak jarang celemotan, udah bisa berbicara walau masih satu dua patah kata. Tapi untuk usia ke-3 KOmunitas yang satu ini mungkin lebih dari hanya sekedar berbicara, lebih hanya dari sekedar berjalan atau lebih dari hanya sekedar makan sendiri.

Tulisan kali ini bisa jadi edisi curhat Na. Ada banyak kisah terangkum di sini, baik kisah bahagia, duka bahkan cinta. Mengapa Na berbicara begini? karena yang memang alur jalannya usia ini tidak jauh berbeda dengan alur kehidupan kita. Senang, karena banyak ilmu yang bisa dgali disana, ngak hanya ilmu yang secara teoritis bisa Na aplikasikan di dunia perbloggeran, lebih dari itu banyak ilmu yang Na dapatkan bahwa dalam berorganisasi harus diperlukan sikap kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai dan saling mengayomi. Di Blogger bertuah juga Na belajar menjadi blogger Matre#atas hasutan Bang Ais dan termotivasi teman-teman yang sudah terlebih dahulu berhasil di bidang ini. Banyak Nama yang buat Na cukup mempengaruhi hidup dan keseharian di Blogger Bertuah. Bang Ais, Bang Atta, Atuk, my Luvly Laksamana Embun, Bang Full dll. Ini deretan nama besar yang telah terlebih dahulu merasakan manisnya hasil kerja tuyul-tuyul mereka. Ngak cuma itu hampir sebagian blogger Indonesia pernah mendengar nama mereka. Ada lagi pembelajaran hidup yang sering ditunjukkan oleh Bang Fiko dan Bang Atta (Winner ni bang Atta di tulisan ni). Mmm apalagi y, Bang Ancis, Mas Wie juga thank banget (kenalnya juga karena Bertuah Na sama mas-mas ini), sering diajak CF untuk ngebahas sesuatu yang berujung $.

Kalau dukanya biar Na dan teman-teman Pekanbaru.Co ajha yang tahu lah, semalam dah curhat-curhatan sampai jam setengah sebelas malem#untung Na masih dibukain pintu karena pulang telat. Efek carito lamak tuw, lupo pulang, alun efek lamak mancucuik cipuik#o alaaaaah. Next ada cinta yang pasti....Ho ho ho....

Tapi apapun rasa yang sempat terpatri selama bergabung dengan komunitas yang satu ini, buat Na Bertuah sudah memiliki nama besar. Berbagai event juga sudah diikuti tidak hanya tingkat lokal tetapi juga ASEAN. Tidak hanya itu konsistensi untuk selalu berbagi juga selalu ditunjukkan dengan mengadakan pelatihan internet kemana-kemana hingga hibah buku untuk adek-adek nun jauh di sana. Gencar menyuarakan internet sehat dan lain-lain. Nah dalam rangka Ulang Tahun Blogger Bertuah, serangkaian kegiatan juga sudah dipersiapkan, mulai dari Bincang-bincang dengan Walikota Pekanbaru, Aksi Sosial (donor darah dan cek kesehatan gratis) dan dilanjutkan dengan Seminar UKM Riau Go Online (wujud kepedulian Blogger terhadap UMKM).
Sekali lagi selamat Ulang Tahun Blogger Bertuah. Tunjukkan terus eksistentu di dunia perbloggeran. Tetap semangat untuk terus belajar menapaki usia yang semakin besar. Jika terjatuh cepat bangkit karena langkah masih panjang. Berharap yang terbaik untuk komunitas yang satu ini. Yuuuk bergandeng tangan untuk kemajuan bersama. Udah siapin kado khusus buat Ultah Blogger Bertuah ke 3#Tapi masih rahasia lah e

Friday, February 10, 2012

Nasi Goreng Mas Dedi

Hai ketemu lagi di rumah cantik Na Indah Seindah-Indahnya...Mau share pengalaman makan ni, ada satu tempat di Pekanbaru. Ada yang sukak nasi goreng? Nah nasi goreng Mas Dedi ini lebih berkonsentrasi ke seafood jadilah Nasi goreng seafood. Walaupun belum ketemu dengan mas Dedi nya langsung setidaknya Na udah ketemu dengan nasi gorengnya yang maknyuz. Mas Dedi dari nama Na tebak Dedi eh mas Dedi ini pasti Jawa. Tetapi jangan bayangin kalau nasi goreng buatannya manis, tidak sodara-sodara karena nasi goreng ini super pedezzz. Buat Hu-hah, hu-hah.

E...lupa, Nasi goreng mas Dedi itu letaknya di Jalan Kapling, ngak jauh dari kantor Na...Alhamdulillah nasi goreng ini menyelamatkan perut Na yang kelaparan sehabis kerja rodi. Udah lama kepengen Nasi goreng itu, tapi setiap kali pengen selalu belum buka nasi gorengnya, dan kemarin malam itu, Na beruntung dia bukak. Di nasi goreng mas Dedi tersedia:

    • Nasi goreng Cumi
    • Nasi goreng Udang
    • Nasi goreng hati
    • Nasi goreng ayam/petai
    • Nasi goreng daging sapi
    • Nasi goreng daging kambing
    • Nasi goreng ikan asin
    • Nasi goreng babat
    • Dan aneka minuman
List ini Na lihat di plastiknya. Agak berbeda, mulai dari kertas minyak pembungkusnya sampai Justify Fullkresek pembungkus di luar nya juga dilabeli. Jadi untuk menggila seafood, jangan sampe ngak nyobain nasi goreng yang satu ini. Buat yang mau datang ke Pekanbaru, ntar Na ajak kesini. Ada yang mau? Yuuuuk kita makan nasi goreng seafood. Ni penampakan nasi goreng mas Dedi, tarrraaaa
Nasi Goreng Seafood Mas Dedi, Jalan Kapling Pekanbaru


Thursday, February 2, 2012

Oleh-Oleh Dari Danau Toba

Yuhuuu kemarin si embak kami jalan-jalan ke Sumatera Utara dan Na ikutan dapat oleh-oleh dari Danau Toba. Tetapi karena kesibukan yang seabrek#cuiiih sibuk, jadi baru sempat upload dan nulis. Baiklah, kita langsung ajha ke cerita liburan ini ya. Hua kalau udah ngomongin liburan ngak tahu kenapa gitu seneng ajha gitu bawaannya, meskipun ngak ikut diajak kesananya.

Sebelumnya beberapa minggu sebelum berangkat ke Medan, si embak sempat ke Pekanbaru, katanya mau nambah pasang TIPI gitu biar anak-anak ngak pada bosen di perjalanan. Tuw, sok-sok pulak ngajak jalan-jalan, hahahha bener kan tahunya ngak sempat buat jalan (dikate bentar pasang tipi 2 buah itu). Makanya....makanya diumbok sama janji oleh-oleh dulu Na nya. Fiuuuuh, tapi ngak apa lah. Sempet ditanyain sich mau oleh-oleh apa. Tetapi pada waktu itu Na minta oleh-oleh dodol yang dibungkus pakai kulit batang pinang itu.

Jrenk-jrenk jrenk, hari liburan tiba, mereka siap-siap buat berangkat. Belum berangkat ajha udah digambarin indahnya disana#huaaah ndak sopan karena udah menaikkan keinginan Na buat Liburan#kapan liburan, kapan liburan? cakar-cakar temboK dan mendadak beringas.

Beberapa hari setelah di Medan, akhirnya si maaak eh si mbak pulang dengan segudang oleh-oleh#padahal bohong yang benernya setengah mobil oleh-oleh, karena setengahnya lagi ada pak ek, mak ek, geles, kak jen, bang randy dan bang Tyan.

Sampai di habitat asli, mbak sms "Bro, nanti ya oleh-oleh kutitip pak ek"#entah seganteng apa Na ini sampai dipanggil bro. Tetapi di sms selanjutnya mbak ek bilang "Nanti kukasih nomor sama pak ek ya bro, biar bisa dia tanya-tanya jalan, trus dodol dari medannya dah penyet diduduk in si gles, kacang nya juga hancur", "Yang ada dodol dari kandis nya bro". Ternyata seperti yang diprediksi si pak ek ngak tahu jalan menuju tempat kerja Na, hampir dalam waktu setengah jam itu telpon-telponan sampai 6 kali.

Dan, akhirnya pak ek sampai...Sihuyyy, pak ek ngeluarin satu kantong asoy yang gedeee amat...Setelah berbasa-basi akhirnya ngobrol dikit, pak ek nya pulang#pikir na ini isinya apa gitu ya, banyak amat, ternyata oh ternyata, ini hanya sebagian kecil, sebagian keciiiiiiiiiiiiil. Hanya oleh-oleh dari Danau Toba ajha dan 4 kantong dodol dari Kandis. Na yakin mak ek sebenarnya beli oleh-oleh Medan lebih banyak lagi tapi ya itu tadi hancur didudukin oleh anak imut yang sangat manis dan cerdas, Gles#red grace. Dan inilah sebagian oleh-oleh dari Danau Toba yang diberikan ke Na...

Tengtereng-tereng....


Ada tas Rajut dan baju-baju (Masih banyak lagi bajunya tuw di dalam tas ngak bisa di fotoin semua. Makasiiiiih Embaaaak :)

Wednesday, February 1, 2012

Keunggulan Pasar Tradisional

Ada anggapan pasar tradisional panas, becek, pokoknya enggak banget, tetapi itu buat sebagian kalangan. Alasan ini enggak berlalu buat Na. Sampai kapanpun buat Na pribadi ni lho, pasar tradisional tetap TOP Markotop. Sebelumnya juga sempat menulis mengenai Pasar Tradisional Di Tengah Hempasan Pasar Modern.

Entah kenapa kalau diajak ngobrolin pasar tradisional tuw Na semangatnya 45, soalnya buat Na pasar tradisional tetap memiliki keunggulan. Apa ajha ya keunggulan Pasar Tradisional versi Neyna Naya?

Keunggulan Pasar Tradisional:

1. Barang Yang Ditawarkan Jauh Lebih Variatif
Pengalaman Na kalau mau buat kue, harus keluar masuk super ataupun hypert market. padahal Niatnya kan biar ngak bercerai berai belinya, eh malah nambah kerja, Tetapi kalau kita ke pasar tradisional ngak ada di kios yang ini, bisa langsung pindah ke kios yang satu lagi dan itu juga jaraknya ngak terlalu jauh #mengurangi energi kan kalau di pasar tradisional?

2. Harga Lebih Murah
Mengapa? karena bisa ditawar cuy...Lumayankan untuk produk fashion kalau pinter nawar bisa dapat potongan harga hingga setengahnya. Canggih ngak tu? Biasanya untuk produk fashion itu yang jualan orang Minang kan ya?...Triknya gini...tanyanya "Bara ko Da/Uni?" Kalau dibilangnya berapa gitu bilang gini, "Ondee mahanyo lai, ndak bisa kurang ko dow?"..paling dia bakalan bilang "Bisa, bara nio nyo?", Ahaaaa, saatnya memainkan peranan untuk menawar. Pasang tawaran setengah harga, karena biasanya bakalan naik sedikit ujung-ujungnya.

3. Barang Yang Ditawarkan Lebih Fresh
Karena yang berdagang di pasar tradisional ini adalah masyarakat yang biasanya langsung memanen dari kebun (untuk palawija) atau minimal di datangkan dari provinsi tetangga, maka barang-barangnya masih sangat segar. Jarang barang-barang palawija yang ditawarkan barang yang sudah berhari-hari karena ngak ada pengawetnya. Kalau ngak abis paginya, paling banter bakal dijual lagi sorenya di pasar-pasar kaget. Beda dengan yang ada di pasar modern, ya kan? ya kan?

4. Terjalin Keakraban
Kalau di pasar tradisional, biasanya kita akan ditawarin buat mampir ke kios ataupun lapak dari pedagang. Tidak hanya itu dalam proses tawar menawar juga akan semakin mendekatkan antara pedagang dengan pembeli. Berbeda dengan yang ada di pasar modern. Pembeli mencari sendiri barang-barang yang akan mereka beli.

Jadi buat Na, sampai kapanpun pasar tradisional tidak akan pernah tergantikan :).#Yuuuk ke pasar tradisional, meskipun dengan padatnya orang ataupun becek habis hujaaan, Let's Go