Wednesday, February 1, 2012

Keunggulan Pasar Tradisional

Ada anggapan pasar tradisional panas, becek, pokoknya enggak banget, tetapi itu buat sebagian kalangan. Alasan ini enggak berlalu buat Na. Sampai kapanpun buat Na pribadi ni lho, pasar tradisional tetap TOP Markotop. Sebelumnya juga sempat menulis mengenai Pasar Tradisional Di Tengah Hempasan Pasar Modern.

Entah kenapa kalau diajak ngobrolin pasar tradisional tuw Na semangatnya 45, soalnya buat Na pasar tradisional tetap memiliki keunggulan. Apa ajha ya keunggulan Pasar Tradisional versi Neyna Naya?

Keunggulan Pasar Tradisional:

1. Barang Yang Ditawarkan Jauh Lebih Variatif
Pengalaman Na kalau mau buat kue, harus keluar masuk super ataupun hypert market. padahal Niatnya kan biar ngak bercerai berai belinya, eh malah nambah kerja, Tetapi kalau kita ke pasar tradisional ngak ada di kios yang ini, bisa langsung pindah ke kios yang satu lagi dan itu juga jaraknya ngak terlalu jauh #mengurangi energi kan kalau di pasar tradisional?

2. Harga Lebih Murah
Mengapa? karena bisa ditawar cuy...Lumayankan untuk produk fashion kalau pinter nawar bisa dapat potongan harga hingga setengahnya. Canggih ngak tu? Biasanya untuk produk fashion itu yang jualan orang Minang kan ya?...Triknya gini...tanyanya "Bara ko Da/Uni?" Kalau dibilangnya berapa gitu bilang gini, "Ondee mahanyo lai, ndak bisa kurang ko dow?"..paling dia bakalan bilang "Bisa, bara nio nyo?", Ahaaaa, saatnya memainkan peranan untuk menawar. Pasang tawaran setengah harga, karena biasanya bakalan naik sedikit ujung-ujungnya.

3. Barang Yang Ditawarkan Lebih Fresh
Karena yang berdagang di pasar tradisional ini adalah masyarakat yang biasanya langsung memanen dari kebun (untuk palawija) atau minimal di datangkan dari provinsi tetangga, maka barang-barangnya masih sangat segar. Jarang barang-barang palawija yang ditawarkan barang yang sudah berhari-hari karena ngak ada pengawetnya. Kalau ngak abis paginya, paling banter bakal dijual lagi sorenya di pasar-pasar kaget. Beda dengan yang ada di pasar modern, ya kan? ya kan?

4. Terjalin Keakraban
Kalau di pasar tradisional, biasanya kita akan ditawarin buat mampir ke kios ataupun lapak dari pedagang. Tidak hanya itu dalam proses tawar menawar juga akan semakin mendekatkan antara pedagang dengan pembeli. Berbeda dengan yang ada di pasar modern. Pembeli mencari sendiri barang-barang yang akan mereka beli.

Jadi buat Na, sampai kapanpun pasar tradisional tidak akan pernah tergantikan :).#Yuuuk ke pasar tradisional, meskipun dengan padatnya orang ataupun becek habis hujaaan, Let's Go