Thursday, February 28, 2013

Ada Cinta Dalam Perpanjangan Usia

Tak semua tahu mengenai Komunitas yang satu ini. Komunitas yang telah banyak menuai cinta. Cinta terhadap dunia tulis menulis, cinta terhadap dunia baca. Blog, inilah cinta baru yang mulai bersemi di 2009 silam. Tidak berapa lama setelah Na mengenal dunia blogging usut punya usut, karena rasa ingin tahu yang sangat besar pula pada masa itu, ketemulah di mesin pencarian Komunitas Blogger untuk Pekanbaru yang punya nama Komunitas Blogger Bertuah. Tidak berselang lama, setelah add facebook komunitas tersebut, punya kesempatan untuk Kopdar Perdana dengan komunitas ini tepatnya di 31 Oktober 2010, ceritanya cek di Kopdar Pertama Na di Bertuah.

Hari berganti, pasang surut keinginan untuk menulis, membaca, silahturahmi antar blog juga sempat Na alamin. Tapi ya itulah kehidupan. Ngerasain juga malasnya nulis, sampe blognya bersawang. Malas BW, malas baca, Ya Tuhan, ampuni Na, maapin Na juga ya man teman, belum ada BW-BW. Ok, kita kembali lagi ni cerita Komunitas yang lagi berbahagia hari ini karena Milad yang ke 4, ya Komunitas Blogger Bertuah Donk.

Sekilas Tentang Komunitas Blogger Bertuah
Komunitas ini didirikan tepat 4 tahun silam, dimana ada 11 blogger pada awalnya yang berkumpul di taman Riau Pos. Kalo Na kenal dari awal mungkin Na nambah jadi 12 gitu kan. Penggagas acara ngumpul untuk membentuk komunitas ini lahir dari seorang Blogger Cowok yang sekarang lebih dikenal dengan nama "Datuk Bertuah". Setelah berbincang dengan Hendrawan Kariman, maka sang datuk mengumpulkan beberapa teman di maya dan mengajak mereka berkumpul. Jadilah itu komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru. Bertuah mungkin ini diambil dari julukan Pekanbaru sebagai Kota Bertuah, it's means Bersih, Tertib, Usaha Bersama Aman dan Harmonis.

4 tahun bukan waktu yang sangat mentahlah untuk sebuah Komunitas. Di usia nya yang masih usia PAUD ini komunitas Blogger Pekanbaru ini sudah banyak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, terlibat langsung kemasyarakat dan lainnya. Kegiatan-kegiatan besar di Antara pertemuan dengan komunitas Blogger lain seIndonesia, Se ASEAN dan yang baru-baru ini masih gress-gress nya Workshop UKM RIAU GOES ONLINE bekerja sama dengan Google dan PANDI. Secara Umum, Komunitas Blogger Bertuah tidak hanya dikenal dikalangan anak-anak sekolah, karena kita juga sudah sangat Dekat dengan UKM di Pekanbaru #Piluk-piluk UKM RIAU. Namun jika diibaratkan mahasiswa ni, usia 4 tahun usia belajar yang lagi mateng2nya, bisa jadi udah wisuda, atau masih galau karena mikirin tugas Akhir. 

Bertuah, 4 Tahun sudah memberikan banyak pencerahan untuk Anggota, pengurus bahkan simpatisan. Banyak keceriaan yang kadang juga harus berbalut sedih. Tapi sekali lagi inilah dinamika suatu kelompok. Seyogyanya saling menopang, menguatkan, memberi semangat untuk hal-hal baik. Kita bisa karena kita mau, kita mau karena kita suka. Ada cinta diperjalanan 4 tahun ini. Mustahil hal besar, kokoh, solit akan didapatkan bila nihil kasih sayang sebagai penguat tonggok kebersamaan.

Bertuah, ini komunitas pertama Na di luar kampus yang memberikan dampak sangat luar biasa. Ini komunitas hebat yang diisi orang-orang hebat pula. Bisa dibilang, komunitas Blogger ini komunitas yang cukup disegani di Pekanbaru bahkan Indonesia. Setidaknya teman-teman Blogger daerah lain, tau dengan komunitas yang satu ini. 

Selamat Milad Komunitas Blogger Bertuah, tetap sederhana dalam bersikap kaya dalam karya, hidup dengan penuh cinta. Karena dengan cinta hal berat sekalipun akan dapat kita rasa ringan, kita pikul bersama. Membawa nama besar ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia, menjadi komunitas yang berkarya bukan sekedar cerita :) Semoga Komunitas Blogger Bertuah kedepan bertumbuh kembang dengan lebih baik lagi.
Yang tersisa di Milad Ke 2
Yang tersisa di Milad ke 3

Sunday, February 24, 2013

Ayam Bakar Madu Wan Abud

Hulaaaa, Senin, selalu excited ngadapinnya. Selesai sarapan dengan nasi rasanya lega banget. Kenapa harus makan nasi sarapannya? Hihihih, karena semalam usai acara di Gramedia Pekanbaru kita cari makan, enak banget makan pake semur jengkol sampe nambuh dan itu buat kenyang. Trus malamnya ngak sanggup makan lagi pulang-pulang dah hoam-hoam aja, selesai tugas ngetweet langsung taidor aja. Pagi-pagi bangun, perut lapar banget. Makanya langsung menghajar nasi aja buat sarapan.

Ok, Na mau cerita seputar Ayam Bakar Madu yang rasanya amboooiii enaknya. Udah beberapa pekan yang lalu sebenarnya kita makan Ayam Bakar. Tepatnya ketika sempat berkumpul sebentar dengan Pak Teguh VP nya Komunitas Tangan Di Atas. Lumayan Rame, sekitar 20 orang hadir. Ini ni yang Na suka dari komunitas satu ini, solid mamen. Padahal ini acara dadakan, diinfo juga dadakan, sesuai SMS jam 6 sore, sebelum jam 6 kita udah berangkat siap dengan amunisi mukenah. Belum tau ni pasti TKP nya dimana, sambil mencari-cari, Azan Magri udah berkumandang, ya kita buru-buru merapat ke Mesjid walau belum dapat ni tempat ngumpulnya yang mana. Lepas Magrib, kita cari lagi, capek mencari akhirnya Na sms aja mbk vivinya nanyain TKP nya sebelah mana sich...Ngak lama dibalas dan kita ketemulah tu tempat.

Nah kebetulan tempat makan malam itu yang punya Abud salah satu member TDA juga. Menu utamanya Ayam Bakar Madu. Asik, setelah pesan, kita lanjut sharingnya seputar Growing Business. Ngak lama, ahaaa, dateng de makanan, Ayam Bakar Madu...Nah, ni yang mau kesini tepatnya ada di Jalan Kapling dalam komplek Bengkel yang depannya ada Ayam Bakar lembang, adanya cuma Malam hari lo. Soal rasa? maknyoooz, enak mamen. Perpaduan madu yang manis dan gurih dari rasa ayamnya dicampur cabenya yang cetar bikin makan malam kali ini berasa kumplit. Selepas ngobrol, pak Teguhnya harus ke Bandara, siap-siap mau bayar mbk Vivi malah bilang "malam ini gw yang traktir" Assseeek, semakin komplit de rasanya. Soal harga disini juga ngak mahal kok, sesuai dengan kantongnya mahasiswa :)

Wednesday, February 20, 2013

Resep Brownies Kukus

Hulaaa, Isnin, Timenya buat mewujudkan mimpi setelah sedikit rileks di Ahad. Sabtu malam Pekanbaru diguyur hujan. Lebat selebat-lebatnya. Tentu saja kalau sudah lebat hujan, ngak bisa keluar sementara perut laparnya ngak nanggung ya. Pelarian biasanya dapur, cek isi kulkas dan beraksi. Tapi kali ini mau beraksi apa? Tentunya beraksi yang cepat tapi enak gitu, karena mengingat Lepas Isya di rumah akan ada tamu jauh. Ada silahturahmi bersama keluarga calon suami, ngak lucu ya harus bulak-balik ke dapur kalo tamunya dateng...ihihihihi.
Akhirnya Na ingat ada mbak cantik dari Selayar yang kemarin buat brownies yang katanya kue gagal dan dijamin ngak bakal gagal, Mbak Octavia Nur Hasanah. Cek ketersediaan bahan di kulkas dengan bahan resepnya Alhamdulillah semua ada, kecuali kenari. Ndak apalah, emang Na juga tidak terlalu suka kacang. Btw, setelah berhasil membuatnya, memang gampang banget lo, bahannya juga ngak banyak yang dibutuhin. Ngak percaya? Ni na kasih liat aja resepnya, hasil dari ngintip dapurnya mbk Octa Resep Brownies tetapi dengan beberapa perubahan, karena harus menyesuaikan dengan keadaan di dapur Na malam minggu yang indah hujan itu. Orait, cekidot...


Resep Brownies Kukus
Bahan
125 gram DCC Na pake Cholata (sama kayak resepnya mbk Octa, karena katanya semakin coklat yang kita gunakan, maka hasilnya akan semakin bagus), jangan lupa dipotong-potong ya man teman
63 gram Margarin (Na pake 1/2 resep dri Mbak Octa)
2,5 sendok tepung (belanjung)
1 sendok gula (optional, kali ini orang manis suka manis)
1/4 sendok teh baking powder (seujung sendok makan aja)
Seujung sendok makan juga vanili (Na pakai yang bubuk ngak pasta)
1 buah telur

Cara membuat
Lelehkan margarin dengan api kecil, setelah meleleh seluruhnya matikan api, masukkan coklat yang sudah dipotong, aduk-aduk, sisihkan.
Kocok telur, kalo na dengan mixer cukup 1 menit sajjah sampai di mengembang dan warnanya udah berubah agak putih, matikan mixer, masukkan coklat yang sudah dilelehkan, tepung terigu, gula, baking powder dan vanili, aduk rata.
Na olesin dulu cetakan brownies yang na beli udah lama, tapi baru kali ini dipake dengan margarin (takut lengket), trus masukin adonan ke cetakan. Kalau mbk Octa dibakar adonannya, Na karena lagi malas ngeluarin otang, Nekad ngukus aja dech, sekalian mau test panci baru yang kemarin habis demo dari MCC. Ok, time to ngukus, nah ini na yang kurang tau berapa lama, karena udah ngak terperhatikan lagi, karena ibadah Isya juga kan.Selain itu Na lagi galau beliau menantikan calon mertua yang akan bersilahturahmi malam itu. Yang Na tau sampe busa-busa di adonan habis aja gitu. #Lain kali dicatet de waktunya berapa lama.

Saturday, February 16, 2013

Jelang Pergantian Status

Haiii...Udah Minggu lagi, rasanya baru kemarin Senin, ini sudah  akan Senin lagi, dan ini kadang sering buat Galau. Hai, apa pasal ini judul post hari ini. Just Share atau mungkin meminta masukan jelang Pergantian status. Bukan pergantian status facebook atau status KTP dan lain sebagainya. Tetapi ini kompleks #Duw kan Minggu gini masih sempet mikir berat.

Alhamdulillah waktu itu tidak lama lagi akan dijelang. Pastinya ngak luput dari berbagai persiapan. Persiapan mental, persiapan iman. Status dari wanita lajang menjadi Istri itu memang tidak segampang membalik telapak tangan. Menjadi istri saja? tentu tidak, istri istimewa, istri solehah. #bener-bener berat kan? 

Bahagia itu bermula dari Keluarga, dari satu langkah menuju 1000 langkah atau lebih. Pedoman utama, harus banyak-banyak dibaca dan diamalkan. Mematahkan ego yang mungkin selama ini ada tentang hidup tentang agama. Persiapan menjadi makmum ini juga ngak kalah banyak dengan persiapan menjadi imam #yakinlah everyting gonna be ok. 

Jelang pergantian status jalannya juga ngak lurus-lurus ajah. Banyak kerikil di depan yang akan kita lewati, banyak angin kencang yang semakin berhembus kencang seiring pohon iman dan niat yang semakin tinggi. Fitnah, cerita miring atau apalah namanya pasti akan ada dan ini Insya Allah akan semakin melancarkan niat suci, jalan indah kita. Buat Na, cukuplah saat ini restu orang Tua dan Insya Allah Ridho Allah. 

Banyak cerita yang selalu Na ceritakan ke Ibu, teman curhat Na yang setia. Dengan sabar, nasihat-nasihat kecil kadang keluar dari bibirnya. Kata Ibu, memang ngak mudah Nak, tapi yakinlah ketika niat kalian suci ada jalan indah dari Allah untuk hal ini, jangan mnyerah untuk memperjuangkan hal benar ya, sambil senyum khas nya Na lihat.

Semoga jalan untuk menambatkan hati di dermaga cinta suci membina keluarga Sakinah, Mawaddah, warahmah semakin dipermudah Allah...
Mohon Doa Restudari yang lain juga ya :)

Thursday, February 14, 2013

Nasi Rawon dan Ar-rahman

Beberapa hari yang lalu saat aktivitas lagi padat sore hati, tiba-tiba ada yang sms "Lagi makan nasi rawon". Ini yang pada akhirnya buat rasa penasaran berada pada tingkat Dewa. Nasi Rawon? bende ape?Alahmak, susah pule die menggambarkan ke Na, ape bende Nasi Rawon tu. Tapi tak perlu bingung, Na searching dan dikatakan om wiki, Nasi rawon itu menu berupa sup daging gitu, tapi dengan bumbu khas karena ada kluweknya gitu. Dan karena rasa penasaran yang tingkat dewa, Rabu 13 Februari 2013, kita hunting Nasi rawon.

Niatan buat makan nasi rawon meledaknya baru di jalan. Seharus mengurus sesuatu di suatu tempat, mau mobile ke tempat lain, tapi waktunya nanggung udah jam 12, jam nya orang-orang kantor istirahat. Dari pada melongo longo aja ntar ketemu orang tapi orang yang dicari lagi istirahat siang jadilah kita makan aja. Awalnya bingung mau makan apa, pengennya ampera lagi #hah, ampera lagi. Bukan apa-apa, meskipun ngak di Palembang, tapi kita doyan makan nasi ampera. Harganya terjangkau di kantong jadi ngak buat kantong bolong. Jadi kalau teman-teman berkunjung ke Pekanbaru, makan nasi ampera ngak mengapa kok, selain harganya murah meriah euy, rasanya juga enak. Walau ni ya, ngak semua ampera rasanya best di lidah #lidah siapa dulu? hihihi, lidah Na pastinya. Ntar kalo mau main ke Pekanbaru, kontak-kontak aja Na via twitter @Neynanaya ntar Na temenin jalan-jalan.

Masih ragu ni ceritanya di kendaraan antara mau makan mie dan bakso-baksoan atau makan nasi ampera. Akhirnya milih cepat aja dan Na nanya "nasi rawon itu kayak apa ya?" #nanya lagi ni edisinya. Yang ditanyain langsung jawab, Mau nyoba?...eeei, seperti bidadari yang diturunkan dari langit (apa hubungannya) yang pasti mau banget. Orang udah kepunan nya dari kemarin-kemarin lagi. Ok, akhirnya kita melaju ke yang jual nasi rawon. Tepatnya di Jalan Pepaya, di samping Plaza Citra, kalo anak Pekanbaru bilangnya Matol. Nah disana ada warung kecil, namanya Warung Nganjuk. Mungkin si empunya warung berasal dari daerah Nganjuk mungkin ya. Kesan pertama, ni warung makan rame amir, apa karena tempatnya kecil jadi terkesan rame ya. Nyari tempat duduk aja susyaaah, penuh. Sempet megang kursi kosong, tapi tiba-tiba ada abapk2 bilang ada orangnya. Hantu kali ye yang duduk disana, belakangan Na ketahui ada seorang bapak dan beberapa ibu-ibu berpakaian dinas yang duduk di meja itu. Tempatnya bersih, malah di pojokan dekat kita duduk, ada tulisan "Kritik dan Saran silahkan disampaikan ke 0852******". 

Pastinya pesan nasi rawon, ngak lama nasi nya dateng. Pas banget disaat perut juga sudah mulai lapar #belum lapar lo ya, hanya sudah mulai lapar. Ok, seketika Na tau apa itu nasi rawon. Mirip sup seperti yang om wiki bilang, isinya daging yang diiris-iris. Ada Nasi, cabe, toge mentah dan kerupuk udang. Bismillahirahmanirrahim. Baca doa, nyam-nyam, enak...
Enak beneran, rasa makan sup daging, sensasi sambelnya yang pedes juga mantap, ditambah perpaduan toge mentah (yang sebenarnya na kurang suka menggigit toge mentah ini). Off roll enak...nyam-nyam. Selepas makan, istirahat sejenak azan pun berkumandang dari meskid Ar-rahman. Ini mesjid tertua kedua di Pekanbaru. Buruan Bayar, dan ternyara harga satu porsi nasi rawonnya Rp. 14.000,- (Agak mahal ya pemirsah, karena ini persis 2x lipat harga nasi ampera). Kita bergegas ke Ar-rahman. Sampe di Ar-rahman lagi ceramah menjelang masuk khamat. Alhamdulillah jadinya ngak telat untuk jamaah siang itu di Ar-Rahman.

Saturday, February 2, 2013

Sumbar Aku Kembali

Wew, selamat malam. Selamat malam minggu. Barusan di YM ada yang nanya "Eh ini malam minggu ya?" helllow, jangan keasikan kerja, rileks dikitlaah. Ihaa, ini cerita liburan kemarin ke Sumbar. Ceritanya sich hanya jalan-jalan, pusing-pusing Sumbar sahaja. Perjalanan dimulai pukul 06.00 pagi, saat masih gelap. Dengan bismillah kita berangkat. Mendekati jam 10 pagi akhirnya berhenti di rumah makan untuk makan dulu. Ceritanya sarapan dirapel dengan makan siang, karena waktunya tanggung gitu. Berhenti di RM Terang Bulan, tapi sumpah pagi itu ngak ada bulannya. (Jahahah).

Karena masih pagi, sambal yang dihidang di rumah makan pastinya juga masih ala kadarnya. Pihak rumah makan juga sadar betul akan kekurangannya pagi ini seraya langsung memohon maaf "Hanya ini baru lauk yang masak". Oww tidak masalah, si Ayah langsung nyeletuk hebat. Paruik litak ba'a lai kecek ayah. Banyak yang kecewa agaknya pagi itu, karena Na dengar dari meja belakang "Iko se samba nyo?" "Ndak ado dagiang?". Haiyaa memang yang pagi itu ada baru ikan dan ayam saja. Untuk daging atau tepatnya dendeng yang menjadi khas Rumah Makan itu belum masak.

Kecewa rasanya, ngak dapat merasakan dendeng di rumah makan itu, secara kan makan disana sekali seabad (eeh seabad itu berapa lama ya). Na makan dengan ayam goreng, kakak makan dengan gulai telur. ibu makan dengan gulai ayam sama amak, ayah makan sama ikan begitu juga pak dank.

Perjalanan dilanjutkan dengan menempuh jalan ratusan meter menuju tempat jalan-jalan. Kenapa demikian? karena kita ngak tau tujuan. Ya niatnya jalan-jalan saja. Melewati bukit demi bukit, berbelok-belok, akhirnya kita temui Danau Singkarak. Waaah seluas mata memandang, aiiiir...uaaaaw cantiiiiik. Na kira hanya menyusuri tepi danau Singkarak aja, eh taunya Ayah mau berhenti. Asiiik, foto-foto.Santai di tepi danau dengan hembusan angin yang hilir mudik dari pohon pinus. Ini kali pertama Na ke Danau Singkarak. Di beberapa daerah Na cium agak anyir ikan seperti bau makanan ikan, tapi ngak ada tanda ada ikan (keramah atau apa gitu). Tapi disebagian lain, hijau air danaunya, enak memandangnya.  Puas di tepi danau kita balik, rencananya mau singgah di Padang Panjang, namun hujan saat itu jadi kita capcuuus ke Maninjau...

To Be Continue ya,,,Karena ceritanya panjang