Thursday, March 28, 2013

Rindu...

Agak melo sikit ya. Long weekend tetapi sepertinya harus dihabiskan di rumah saja. Bukan karena ngak sanggup untuk mengadakan perjalanan ke suatu tempat tetapi lebih kepada Patuh kepada Ayah-Ibu. Kemarin sempet mau rencana liburan ke air terjun, beda kabupaten memang, ya luar kota gitu kan, Ayah langsung bilang "Kalau awak sadang baparetongan ko hindarilah pai jauah-jauah". 

Ok, liburan kali ini harus dinikmati di rumah, ngerjain orderan yang alhamdulillah lumayan banyak ini. Trus masalahnya apa? Rindu...karena liburan pulalah, jadwal penting untuk berdua otomatis ngak ada. Ngak bakal ketmu dullu kayaknya ni, mengingat urusan pribadi sama-sama menyita waktu. Ngak lama memang, nanti waktu kembali bekerja, sama-sama juga akan sudah tersadar dengan urusan masing-masing, karena udah sama-sama masuk kerja. Hihihihi. 

Tapi ya rindu tetap saja rindu. Semoga anak panah kerinduan ini terlesakkan ketika waktu yang pas saja. Membawa sejuta bahkan semiliar rasa kerinduan yang akan kita nikmati bersama.

Tuesday, March 19, 2013

Seberapa Kuatkah Menghadapi Kematian

Umur, Rezeki, Jodoh memang sudah ditentukan Allah, ngak ada yang tahu pasti. Siang itu, dalam suasana duka saat jenazah sudah terbaring tepat di hadapan jamaah Mesjid Lillah, dari sudut mata Na, na liat seorang perempuan muda terisak sendu meski mukena sudah dikenakannya. Pandangannya masih tertuju pada layar ponsel, dipandanginya lekat-lekat layar ponsel tersebut. Siapa sangka tiga bulan mereguk manisnya rumah tangga, kini mereka harus menghadapi kenyataan pilu harus dipisahkan oleh Maut. Perempuan muda itu jauh lebih matang dan lebih dewasa dibandingkan beberapa tahun lalu ketika Na dan dia masih mengenyam pendidikan di kampus yang sama.

Inilah keadaan pilu yang dialami teman Na, Liana. Suami tercintanya harus pergi disaat usia pernikahan mereka baru berjalan tiga bulan. Baru beberapa hari yang lalu Na sempat baca status bang Fitrah yang berharap hasilnya "Positif" lalu beberapa hari kemudian si abang sangat senang dan membuat status lagi mencarikan permintaan cabang bayi dan si ibunya. Jus Leci dan Lengkeng, agak aneh memang terdengar permintaan ana kala itu. Rupa-rupanya, ada bayi mungil yang lagi bermain indah di rahim Ana baru 2 bulan ini. Permintaan bg Fitrah untuk mendapatkan bayi dikabulkan Allah. Namun ada rencana lain dari Allah, karena baru dua bulan usia si cabang bayi di rahim Ana, bg Fitrah sudah harus pergi selama-lamanya.

Sedih, pilu jelas banget terlihat di wajah Ana, ngak hanya Ana, karena beberapa yang hadir di pemakaman semalam juga sempat menitikkan air mata. Manusia hanya berencana, sementara keputusan finalnya ada di Allah.Rencana Umroh berdua di bulan Juni yang sudah mereka rancang terpaksa akan berbeda alurnya. Kematian, siapapun yang ditinggalkan bakal berasa sedih. Tapi mudah-mudahan semua dari kita dikuatkan untuk menghadapinya.

Tuesday, March 12, 2013

Souvenir Pernikahan Lagi

Aduuuw, intensitas mengunjungi si pink agak sedikit dan bolong-obolong karena lagi disibukkan dengan project SOUVENIR PERNIKAHAN. Ya bukan buat nikahan sendiri, tapi kali ini masih ngerjain souvenir pernikahan customer.Ngeburu stok juga di galeri. Bukan apa-apa ngestok in barang itu NA rasa sangat perlu. Itu kebukti

Kemarin tiba-tiba terima pesan di BBM, "Sist souvenir pernikahan yang ready stok ada?" eee kebetulan ada ngestok 200 pcs. Jadinya tinggal nambahin beberapa lagi. Kebetulan mbk Dewi yang ngirimin BBM mintanya 300 pcs, jadi ngejar 100 pcs lagi sehingga ngak berasa pontang-panting ngerjainnya. Belum dapat Asisten craft yang pas ni, jadi masih ngerjain sendiri aja.

Malamnya mbak dewi sendiri yang menjemput padahal itu tanggal 2 dan beliau acaranya tanggal 5. Sempet kelewat lagi galleri Satu Garis Craft nya. Tapi, finally ketemu juga. Happy wedding ya mbak cantik, semoga Souvenir Pernikahan nya berkesan ya :) Barakallah. Yang lain yang mau pesen Souvenir Pernikahan bisa di kita, bisa lihat dulu contoh-contohnya di toko online http://souvenir.pekanbaru.co/ atau ke Galeri satu Garis Craft jalan Sekuntum 2 Ardath. Harga murah tapi ngak murahan lo dari segi kualitas dan bentuk :)

Monday, March 4, 2013

Semur Jengkol dan Nasi Timbel

Malam, baru balik setelah harus ngetem di suatu tempat untuk urusan kerjaan dan orderan. Lelah, tapi tidak perna lelah untuk menyambangi si cantik ini. Mau cerita beberapa hari yang lalu. Ini hobi baru nampaknya, intensitas keluar rumah yang semakin sering belakangan jadi hobi untuk menjelajah tempat-tempat makan baru di Pekanbaru. Ini cerita Minggu kemarin, kebetulan lagi ada acara Talkshow dengan Mas Indra Noveldy Penulis Menikah Untuk Bahagia. Selepas acara, ngobrol bentar dengan Store Manager Gramedia Pekanbaru Mas Alvin, trus kita cabut karena perut juga udah laper banget. Tujuannya ngak lain ngak bukan adalah tempat makan, tentunya yang tidak begitu jauh dari Gramedia. 

Keluar Parkiran Na udah bilang ke rekan, arahin kendaraan ke Gobah. Karena di Gobah itu biasanya banyak banget tempat makan, ada ampera juga yang murah tapi rasanya maknyuz. Tapi siang ini kita mau sesuatu yang berbeda dan ingatlah satu tempat makan yang punya menu berbeda. Semur Jengkol, seumur-umur belum pernah nyicip semur jengkol, jadi buat penasaran abis, gimana rasanya. Kalau biasanya Na sukak makan gulai jengkol atau jengkol goreng disambal sama ikan Tamban. Asiiik, ngak perlu waktu lama untuk mencarai tempat makan itu, karena sebelumnya pas Kopdar bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) kita juga udah melewati rumah makan itu. Ok, santai aja jalan motornya dan akhirnya kita sampai. 


Sampai di sana disambut ramah. Kesan pertama, ni resto asik banget, bersih cantik tru tempatny seru banget cuy.Tepatnya di Jalan Kapling "Ayam Goreng Lembang". Ok, makanan udah dipesan, ngak lupa di dalamnya, Semur Jengkol, Nasi timbel Lengkap Jus Timun. Mbak nyanawarin ayamnya mau di bakar atau di goreng? Karena udah kelaparan kita pilih di goreng aja. Ngak lama, pesanan datang. Ihaaa, Markimak. Pertama yang na cobain itu semur jengkol. Mmm, enaaak, rasa rendang tapi ada manis-manisnya. Cobain nasi timbelnya, mmm, mantaaap. Sambalnya dasyat, apalagi nasi timbelnya itu dibungkus daun kan nya, wangi. Jadilah makan siang kali ini lahapnya luar biasa, sampe nambuh,ckckck. Sayur asemnya juga mantap bana.